Cinta dari Korea

Cinta dari Korea
Episode 78 "First Kisses"


__ADS_3

Pukul 00.00 bel istirahatpun berbunyi, sebagian karyawan PT.X beristirahat lantaran banyaknya karyawan di PT. X ini, membuatnya harus dibagi beberapa gelombang saat istirahat.


Departemen Indah, Lilik, Silvy dan Shiela mendapat bagian istirahat pertama, Indah yang sedang berkutat di meja perbaikan yang kini sedang memperbaiki kesalahan yang terjadi akibat kesalahan kerja bawahannya itu.


"Ayo Ndah, istirahat Ndah!" Ucap Lilik berteriak yang berjalan melewati departemen Indah tersebut.


"Ya... Kamu duluan aja Lik!" Sahut Indah yang tengah fokus memperbaiki hasil produk yang salah tersebut.


"Akhirnya selesai juga..." Ucap Indah yang selesai memperbaikinya sembari dia berjalan ke meja leader untuk mematikan mesin produksi dan langsung berjalan menuju kantin PT. X yang terletak di lantai 2 itu.


Indah berjalan sendiri sembari dia memainkan ponselnya, ada pesan masuk dari Dimas yang membuatnya tertawa sendiri.


"Ya ampun... Ini foto pas aku lagi nunggu Dimas ya? Kapan dia foto aku? Kok aku nggak tahu ya?" Gumam Indah melihat foto yang dikirim oleh Dimas saat dirinya menunggu Dimas di taman rumah sakit beberapa hari yang lalu.


Sembari berjalan cepat menuju kantin, Indah membalas balasan pesan untuk Dimas tersebut, hingga Indah sudah sampai di kantin PT. X yang sudah dipadati banyak karyawan PT.X yang sedang makan tersebut.


Indah mengambil kotak makanan dan mengambil 1 botol susu yang disediakan perusahaannya untuk semua karyawan PT.X ini saat masuk malam, sembari dia memasukan ponselnya ke dalam sakunya.


Indah melihat ada 1 tempat duduk yang kosong dan Indah berjalan menuju tempat duduk tersebut sembari dia memegangi kotak makanan dan 1 botol susu yang dia letakkan di atas kotak makannya tersebut.


Indah tidak sadar dia duduk tepat di depan Adit sang Manager sekaligus tunangannya tersebut, Indah sekarang sedang membuka kotak makananya, Adit yang sadar Indah duduk di depannya sontak tersenyum bahagia lantaran Indah masih belum sadar dengan kondisinya saat ini.


Foto hanya sebagai pemanis ya 😁



"Ba meoggo Indah ssi... (Selamat makan Indah)!!" Ucap Adit kepada Indah, sontak Indah terkejut melihat apa yang dia lihat di depan matanya sekarang.


Indah terkejut dan menatap mata Adit, Indah tersenyum tipis kepada Adit "Kenapa aku bisa duduk di depan dia sih? Duh... Indah, kamu ceroboh banget sih!" Ucap Indah dalam hatinya menahan rasa malu.


Adit terus tersenyum melihat Indah yang sedang makan saat ini, hatinya benar-benar bahagia karena ini pertama kalinya dia bisa makan di kantin berdua dengan Indah.


"Ndah... Indah" Ucap Adit yang sedang makan kepada Indah saat ini sembari dia terus melihat Indah dan tersenyum kepadanya.


Indah benar-benar malu saat ini, rencana dia yang ingin menghindari kontak langsung dengan Adit malah membuatnya terjebak dalam situasi yang tak terduga saat ini.


Indah mengambil ponselnya, Indah sedang mengetik pesan untuk Adit yang sekarang berada di depannya, dengan cepat dia menulis dan akhirnya terkirim kepada Adit.


Adit yang melihat ponselnya bergetar lantas membukanya dan ada pesan dari Indah "Please, tolong jangan lihat aku dengan tatapan wajah kamu seperti itu! Kamu nggak tahu apa sikap kamu seperti ini malah menjadi pusat perhatian banyak orang" Adit yang membaca pesan masuk dari Indah malah tertawa cekikikan.


"Ok... Ok..." Ucap Adit kepada Indah sembari dia meletakkan kembali ponselnya di dalam sakunya dan melanjutkan makan.


Indah benar-benar tidak nafsu makan, Indah hanya memakan sedikit makanannya dan menghabiskan buah pisang serta meminum 1 botol susu, lalu Indah berdiri seraya menyudahi makan malamnya saat ini.


Adit yang melihat Indah berdiri dan meninggalkannya, lantas dia mengikuti Indah yang saat ini turun ke lantai 1 dari kantin perusahaannya tersebut.

__ADS_1


Adit meraih tangan Indah "Indah...? Ucap Adit yang sukses menghentikan langkah Indah, Indahpun menoleh dan melihat tangannya yang sedang di pegang oleh Adit tersebut.


"Kamu masih marah sama aku?" Ucap Adit kepada Indah "Kamu ini ada apa sih dit? Lepaskan tangan aku, ini di pabrik dit!" Timpa Indah marah kepada Adit.


Adit berjalan meninggalkan lokasi tersebut sembari tangannya masih menggandeng Indah dan berjalan di belakang mengikuti langkahnya saat ini.


"Adit, lepaskan!! Kita mau kemana?" Ucap Indah kepada Adit yang saat ini sedang membawanya ke area taman pabrik yang masih sepi, lantaran jauh dari gedung produksi itu.


Kini Indah dan Adit sudah berada di dalam taman, Adit menatap mata Indah "Adit, kamu ini apa-apaan sih? Kamu tahu apa yang kamu lakukan ini bisa dilihat karyawan PT. X ini dit!" Ucap Indah marah sembari dia melepaskan tangannya dari genggaman Adit.


Adit terus berjalan maju, membuat Indah harus terpaksa mundur hingga tubuhnya mepet dengan tembok pembatas tersebut, Indah sudah tidak bisa mundur lagi sehingga posisinya saat ini menempel di tembok dan Adit masih terus menatap dalam mata Indah.


Foto hanya sebagai pemanis ya 😁



Adit melihat dengan jelas wajah cantik Indah saat ini, matanya yang indah, hidungnya yang mancung, bibirnya yang dihiasi lipstik warna merah muda berbentuk mungil namun sexy membuat Adit menelan ludahnya saat ini.


Adit terus mendekatkan wajahnya di wajahnya Indah, membuat Indah memalingkan wajahnya tersebut namun lagi-lagi Adit terus mendekatkan wajahnya sehingga wajahnya kini sangat dekat dengan wajah Indah.


Foto hanya sebagai pemanis ya 😁



Tiba-tiba dengan sigap bibir Adit mencium bibir Indah dengan lembut, sontak membuat Indah memejamkan matanya, Adit menghisap kecil bibir Indah dan Indah merasakan jantungnya berdegup sangat kencang.


Adit masih terus mencium bibir mungilnya Indah sembari dia menghisap kecil bibir Indah itu, Indah mendapati Adit yang semakin bernafsu mencium bibirnya itu, lantas dia mendorong tubuh Adit.


Adit terkejut saat tubuhnya di dorong oleh Indah, Indah yang malu karena dicium kini meninggalkan Adit tanpa sepatah katapun yang keluar dari bibirnya itu sembari dia menutupi bibirnya.


Indah berlari menuju toilet pabrik yang tak jauh dari lokasinya berada saat ini, sembari tangannya masih menutupi bibirnya yang baru saja direnggut oleh ciuman pertama dari Adit.


Foto hanya sebagai pemanis ya 😁



Indah masuk ke dalam toilet, jantung Indah masih berdegup sangat kencang, nafasnya tersengal-sengal dan pipinya menjadi merah merona.


"Gila Adit!! Apa yang dia lakukan barusan?" Ucap Indah lirih sembari memegang bibirnya yang bekas ciuman dari Adit tersebut.


Indah masih memegang bibirnya sembari menggigit kecil bibirnya, Indah mengingat apa yang dia rasakan tadi, bibir hangat nan lembut Adit mencium bibir mungilnya dengan lembut dan menghisap kecil, itulah yang Indah rasakan.


Perasaan Indah saat ini campur aduk, antara dia senang lantaran Adit menciumnya dan kesal karena itu adalah ciuman pertamanya yang telah direnggut oleh Adit.


Indah tersenyum tipis mengingat kejadian tadi di taman pabrik yang dihiasi dengan lampu bewarna kuning, serta bunga berwarna-warni yang menambah keromantisan ciuman pertamanya tadi.

__ADS_1


"Kenapa dia mencium ku? Apa dia memang benar-benar mencintai aku" Ucap Indah dalam hatinya yang masih mengingat ciuman pertamanya sembari kakinya menghentakkan lantai toilet tersebut.


Tiba-tiba ponsel Indah bergetar, ada panggilan tak terjawab dari Adit dan beberapa pesan masuk dari Adit dan juga Lilik sahabatnya itu.


"Indah, maaf ya aku lancang! Aku benar-benar mencintaimu" Pesan masuk dari Adit yang membuat Indah tersenyum bahagia dan lagi-lagi mengingat ciuman pertamanya tadi sembari dia memegang bibirnya itu.


Indah tidak membalas pesan dari Adit, lantaran dia tidak mempunyai kekuatan untuk membalas pesan tersebut karena Indah terlalu malu, dan Indah langsung membuka pesan masuk dari Lilik.


"Indah kamu kemana? Kok nggak ada di rest area? Ada sesuatu buat kamu, cepet kesini!" Pesan masuk dari Lilik dan membuat Indah harus keluar dari kamar mandi tersebut.


Saat Indah melewati wastafel yang diatasnya terdapat kaca, Indah menoleh dan mendekat ke wastafel tersebut, dia melihat dirinya di kaca tersebut dan melihat bibirnya serta memegang bibirnya.


Sembari termenung dan melihat wajahnya di kaca, Indah tersipu malu mengingat ciuman itu dan dia menggigit bibirnya, setelah itu dia keluar kamar mandi dan langsung menuju rest area.


"Dari mana saja sih ndah? Aku cariin kamu kemana-mana tapi nggak ketemu, sini...!!" Ucap Lilik yang melihat Indah dan mengahampirinya sembari dia mempersilahkan Indah untuk duduk di sampingnya itu.


Indah duduk di samping Lilik dan Silvy "Hehe, maaf tadi aku ke toilet" Sahut Indah sembari tersenyum.


"Ini Ndah, ada titipan buat kamu dari tunangan kamu" Ucap Shiela memberikan sesuatu yang belum dia ketahui dan berada di dalam kantung kresek tersebut.


Indah mengambil kantung kresek tersebut dan membukanya ada sebuah roti coklat dan 1 botol susu "Dari Adit??" Ucap Indah terkejut.


Lilik, Silvy dan Shiela mengangguk secara bersamaan dan melihat wajah Indah yang terheran-heran dengan apa yang dia dapatkan saat ini.


"Aku iri banget sama kamu Ndah, punya tunangan seganteng, sebaik dan seperhatian seperti pak Adit" Ucap Shiela dengan jujur kepada Indah dan memasang wajah terkagum.


Indah tersenyum tipis "Kapan dia ngasih ini?" Ucap Indah penasaran sembari dia membuka roti tersebut, lantaran dia masih lapar karena dia tadi hanya memakan sedikit makananya.


"Tadi aku habis makan mampir ke minimarket pabrik, ehh pas aku keluar ketemu sama pak Adit dan beliau minta tolong ke aku untuk ngasih itu ke kamu" Ucap Silvy kepada Indah.


"Oh gitu. Makasih ya beb" Sahut Indah tersenyum dengan wajah senangnya sembari dia mengingat ciuman tadi.


Indah memakan roti coklat tersebut "Adit... Aku kangen dengan semua perlakuan manis kamu ke aku" Ucap Indah dalam hatinya sembari dia masih tersenyum.


Waktu cepat berlalu, sudah waktunya karyawan PT.X yang istirahat gelombang 1 untuk masuk kembali ke area produksi, begitupun dengan Indah.


Indah berjalan menuju area produksi sembari dia terus tersenyum mengingat kejadian tadi "Ndah, kamu sama pak Adit udah baikan ya? Pantesan kamu dari tadi senyum terus" Ucap Lilik penasaran melihat Indah yang terus tersenyum dari tadi.


"Kepo!!!" Sahut Indah kepada Lilik dengan wajahnya yang masih tersenyum dan langsung menuju departemennya itu.


Semua bawahannya Indah berdiri dan berada di bagiannya masing-masing, begitupun Indah yang juga berdiri di depan meja leadernya menunggu bel masuk berbunyi.


Belpun berbunyi, sejenak semuanya menundukkan kepalanya seraya berdoa menurut kepercayaannya masing-masing dan setelah bel berbunyi Indah meniup peluit yang berada di kalung Id Cardnya itu menandakan waktunya bekerja lagi.


Bersambung....

__ADS_1


Kamsahabnida sudah baca novel saya, Jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE dan tinggalkan masukan atau kritik yang membangun di kolom komentar ya 😊


__ADS_2