
"Nak Adit, kamu tidur di kamar Indah ya nak. Ayo Indah antar kan calon suami kamu!" Perintah Andi, ayahnya Indah yang kini sedang duduk di ruang keluarga bersama calon besannya itu.
Indah dan Adit kaget mendengar apa yang Andi katakan kepadanya, seketika mereka menatap satu sama lain dengan tatapan yang penuh arti.
"Maksudnya yah?" Sahut Indah kepada ayahnya itu.
Andi dan Ratna tertawa secara bersamaan, "Sayang, kamu nanti tidur di kamar adik kamu! Biar Adit yang tidur di kamar kamu." Timpa Ratna menjelaskan kepada anak perempuannya itu.
Indah dan Adit tersipu malu dan saling memandang satu sama lain dengan senyuman yang merekah di bibir mereka masing-masing.
"Iya bu, sekarang ya?" Jawab Indah dan tersenyum malu kepada ibunya.
"Iya, inikan sudah malam. Mari mbak, saya antara kan ke kamar kalian!" Ucap Ratna kepada calon besannya itu dan langsung mengantarkannya ke kamar mereka.
Indahpun juga mengantarkan Adit ke kamarnya, Indahpun membuka pintu kamarnya dan berjalan masuk, dengan Adit yang berjalan tepat di belakangnya saat ini
Tiba-tiba tangan Indah ditarik oleh Adit dan Indahpun menoleh ke belakang, lalu dengan cepatnya Adit memeluk tubuh Indah, Indah yang kaget dengan apa yang di lakukan Adit olehnya, sontak terdiam dalam pelukannya Adit.
__ADS_1
Lalu Indah menggenggam erat tubuh Adit dan tersenyum di pelukan calon suaminya itu, Aditpun tersenyum dan mengelus rambut calon istrinya itu.
"Selamat malam sayang, mimpi yang Indah" Ucap Adit kepada Indah dan langsung mencium kening calon istrinya itu.
Indahpun tersenyum manis saat mendapatkan perlakuan manis dari calon suaminya tersebut, lalu Indah melepaskan pelukannya dan dia langsung mencium pipi kanan Adit dan dengan cepat Indah berjalan menuju pintu kamarnya.
Indah tersenyum malu setelah dengan beraninya mencium calon suaminya itu, Adit benar-benar kaget saat mendapatkan ciuman manis yang baru saja dia dapatkan dari Indah dan dia menoleh ke arah Indah yang saat ini sudah mau keluar dari kamarnya, dengan wajahnya yang tersenyum penuh arti.
Indah langsung keluar dari kamarnya dan menuju kamar adiknya, "Indah, kamu berhasil!" Ucap Indah dalam hatinya dengan jantungnya yang berdegup sangat kencang, sembari dia terus berjalan menuju kamar adiknya.
"Kenapa kak kok senyum-senyum gitu?" Ucap Ajeng kepada kakaknya, yang sekarang sudah masuk ke dalam kamarnya tersebut.
" Apa? Ahh ... Nggak kok" Sahut Indah, sembari dia berjalan menuju tempat tidur adiknya itu.
"Apa nya yang nggak? Hayoo ..." Timpa Ajeng meledek kepada kakak perempuannya itu, dengan wajahnya yang curiga.
"Udah nggak usah kepo, mana baju tidur kamu?" Ucap Indah, sembari dia berjalan menuju lemari pakaian adiknya yang terletak di depan tempat tidurnya tersebut.
__ADS_1
"Siapa juga yang kepo ..." Sahut Ajeng, sembari dia mengambilkan baju tidur untuk kakaknya. "Nih ...!" Timpa Ajeng dan memberikan baju tidur ke kakaknya.
Setelah berganti pakaian dengan baju tidur, tak lupa Indah mencuci wajahnya, lalu tak lupa Indah juga memakai skincare untuk malam hari, agar kesehatan kulitnya terjaga.
Indah membuka ponselnya, ada beberapa pesan masuk dari Bunga Soba dan grup kerjanya, Indahpun membuka pesan masuk dari Bunga Soba yang alias Adit tersebut.
Indah duduk di ranjang, sembari tersenyum sendiri membaca pesan masuk dari calon suaminya itu, Ajeng yang sudah berbaring di sampingnya itu, terus melihat kakaknya yang tertawa dan tersenyum sendiri.
"Susah ya kalau sekamar dengan orang dewasa, ahh ... Mending tidur" Ucap Ajeng kepada Indah, lalu dia berbalik dan menutupi wajahnya dengan selimut yang menempel di tubuhnya saat ini.
Indah yang mendengar apa yang dikatakan oleh Adiknya, langsung tertawa cekikikan, "Tidur sana!" Sahut Indah, sembari dia mengetik pesan teks untuk calon suaminya saat ini.
Cukup lama Indah dan Adit saling mengirim pesan satu sama lain, hingga Indah ketiduran dengan ponselnya yang masih dia pegang tersebut.
Bersambung ...
Kamsahabnida sudah baca novel saya, Jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE dan tinggalkan masukan atau kritik yang membangun di kolom komentar ya 😊
__ADS_1