
Pukul 05.00, Indah pulang kerja dengan menggunakan sepeda motornya, perut Indah yang lapar membuat Indah singgah terlebih dahulu di pasar kaget yang berada di samping pabriknya.
Pasar kaget ini selalu ada saat pagi di jam pulang kerja karyawan PT. X ini, apalagi saat karyawan PT. X gajian, akan banyak para pedangan yang menjual berbagai macam kebutuhan rumah tangga.
Bersama rekan leadernya Indah membeli jajanan, selain jajanan ada banyak sekali pedagang yang menjual pakaian, hijab, sepatu bahkan sayuran dan buah-buahan.
"Lik, aku pengen beli lumpia" Ucap Indah kepada Lilik sembari Indah memarkiran sepeda motornya di pinggir jalan depan pasar kaget tersebut.
"Ayo...ayo" Sahut Lilik berjalan bersama Indah sembari dia memainkan ponselnya.
Indah dan rekannya sudah membeli makanan dan minuman yang mereka inginkan, Indah membeli banyak kue basah, terutama yang menjadi kesukaannya adalah lumpia sayur.
Indah, Lilik, Silvy, Shiela, Pingkan, Ajeng dan Ria menikmati makanannya sembari duduk di pinggir trotoar, terlihat akrab dan sangat dekat mereka semua.
Mereka berbincang dan bercanda untuk melepas lelah setelah bekerja selama 8 jam penuh di pabrik yang keras dengan penuh tuntutan target, sejenak terlintas di pikiran Indah masalah hubungannya dengan Adit, namun dia bisa atasi lantaran Indah pandai menutupi perasaannya itu.
Jam ponselnya Indah sudah menunjukkan pukul 06.30, sudah banyak karyawan shift pagi PT. X yang berangkat, Indah dan temannya yang masih duduk dan berbincang itu menyudahi kegiatan mereka.
"Gaes... Ayo pulang, ini udah jam setengah 7 loh. Pekerjaan kostku hari ini menanti hehe, sampai jumpa lagi nanti malam. Annyoeng..." Ucap Indah sembari dia berdiri dan berjalan menuju sepeda motornya yang berada di sampingnya.
__ADS_1
Teman-temannya pun ikut berdiri "Ya Allah, udah jam setengah 7 ternyata?" Sahut Lilik yang juga berjalan menuju motornya.
"Pulang...pulang... nanti malam balik lagi di rumah kedua kita PT. X tercinta" Timpa Shiela.
* Adit *
"Iya Bun, Adit sudah diberi tahu oleh Indah" Ucap Adit dalam panggilan teleponnya tersebut.
"Ya sudah kalau kamu sudah tahu. Oh iya dit, baju pengantin kamu akan jadi dalam waktu 2 Minggu lagi, tapi gaun Indah jadinya masih 1 bulan yang akan datang. Tolong kamu beritahu ke Indah ya sayang, soalnya tadi bunda mau telepon Indah hpnya nggak aktif" Sahut Dian, Ibundanya Adit dalam panggilan teleponnya.
"Iya Bun, nanti Adit beritahu Indah. Ya sudah Bun, Adit mau istirahat dulu, assalamualaikum" Ucap Adit dan mengakhiri panggilan teleponnya tersebut.
(Foto hanya sebagai pemanis ya 😁)
"Bunda bilang, besok Sabtu mau pulang, tapi aku nggak diberi tahu oleh Indah. Sebegitu bencinya kah kamu denganku Ndah?" Ucap Adit dalam hatinya.
Tiba-tiba ponsel Adit berdering, Adit melihat ada panggilan telepon dari Nanda "Aku angkat nggak ya?" Ucap Adit dalam hatinya.
__ADS_1
Adit tidak mengangkat panggilan teleponnya dari Nanda, hingga beberapa panggilan masuk dan 1 pesan masuk dari Nanda.
"Adit, kenapa kamu tidak menjawab panggilan teleponku? Apa kamu sudah tidak sayang lagi denganku?" Pesan masuk dari Nanda yang Adit baca dengan wajahnya yang dilema tersebut.
"Maafkan aku nda, sebaiknya hubungan kita sampai disini saja. Aku benar-benar tidak tega harus menyakiti perasaan Indah dan kedua orang tuanya. Aku juga ingin kamu hidup bahagia, meskipun tidak denganku" Ucap Adit dalam hatinya sembari dia bingung harus membalas pesan kepada Nanda.
Adit mencoba mengetik pesan kepada Nanda, namun dia berulang kali memikirkan kata-kata apa yang pantas untuk mengakhiri hubungannya dengan Nanda agar tidak menyakiti perasaannya.
Hingga Adit memutuskan untuk tidak mengungkapkan perasaannya tersebut di dalam pesan, tapi Adit ingin bertemu dengan Nanda secara langsung.
"Nda, Nanti sore pukul 16.30 kamu temui aku di Cafe tempat kita bertemu waktu itu ya!" Pesan terkirim kepada Nanda.
Beberapa detik setelah pesan terkirim, Nanda membalas pesan dari Adit tersebut "Ok, kita bertemu disana" Adit membaca pesan masuk dari Nanda dan dia beranjak ke tempat tidurnya saat ini.
Cukup lama mata Adit terpejam, namun dia tidak bisa tertidur dengan pulas, lantaran dia terus memikirkan calon istrinya tersebut.
"Indah, kenapa nomor kamu masih tidak aktif sih?" Gumam Adit sembari dia mencoba menghubungi Indah, dengan posisinya yang terbaring di atas ranjangnya.
Bersambung....
__ADS_1
Kamsahabnida sudah baca novel saya, Jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE dan tinggalkan masukan atau kritik yang membangun di kolom komentar ya 😊