
Indah dan Dimas pergi meninggalkan Adit dan Nanda, Indah berjalan menuju parkiran motornya, langkah Indah terhenti saat tangan Dimas meraihnya.
"Indah, ayo mampir ke ruangan kerjaku dulu?" Ucap Dimas kepada Indah.
"Maaf dim, aku pulang saja. Oh ya maaf ya atas perlakuan Adit kepada kamu, aku pamit pulang dulu" Sahut Indah dan langsung meninggalkan Dimas.
(Foto hanya sebagai pemanis ya 😁)
"Iya hati-hati" Ucap Dimas kepada Indah "Pasti Indah saat ini benar-benar marah dengan Adit, maaf ya Ndah aku nggak bisa ikut campur urusan kalian" Ucap Dimas dalam hatinya.
Indah berjalan menuju parkiran motornya dengan pikirannya yang kacau karena terus memikirkan hubungannya dengan Adit.
"Indah...!" Adit berteriak, dia berlari mengejar Indah yang sudah sampai di parkiran motornya.
Indah mendengar Adit memanggilnya dari belakang, sontak Indah mempercepat langkahnya karena dia tidak ingin melihat Adit lagi.
"Indah!" Ucap Adit sembari memegang tangan Indah, kini Adit sudah berada di depan Indah.
(Foto hanya sebagai pemanis ya 😁)
Adit memeluk Indah "Maafkan aku Ndah, aku benaran nggak ada maksud buat nyakiti hati kamu. Hanya saja aku belum siap untuk menceritakan semua masa laluku dengan Nanda ke kamu, aku benar-benar minta maaf Ndah" Ucap Adit yang masih memeluk Indah.
Indah terdiam tanpa kata dipelukan Adit, entah kenapa tubuh Adit yang hangat mampu membuat Indah sedikit lebih tenang, tidak terasa air mata Indah jatuh di pipinya yang putih mulus tanpa ada noda sedikitpun.
__ADS_1
Nanda yang mengejar Adit dari belakang, sontak menjadi geram dan marah saat melihat Adit yang tengah memeluk Indah dengan erat di depan matanya itu dan nampak Indah tidak mencoba untuk melepaskan pelukannya Adit.
(Foto hanya sebagai pemanis ya 😁)
Hati Nanda ikut hancur dan tidak terasa dia meneteskan air mata, dia menangis lantaran Adit sudah tega terhadap perasaannya yang benar-benar mencintainya dengan tulus.
Tanpa berkata sedikitpun, Nanda yang sudah muak dengan adegan yang saat ini dia saksikan, lantas dia pergi meninggalkan Indah dan Adit yang masih berpelukan di lokasi tersebut.
"Lepaskan!!" Ucap Indah kepada Adit mencoba untuk melepaskan dirinya dari pelukannya Adit dan tangannya langsung menghapus air mata yang jatuh di pipinya tersebut.
Indah memalingkan wajahnya, Adit terus menatap Indah dengan perasaan bersalah lalu tangan Adit memegang tangan Indah "Maafkan aku Ndah, aku mohon!" Ucap Adit memohon kepada Indah.
Indah melepaskan genggaman tangannya Adit "Apa kamu nggak malu dengan sikap kamu sekarang yang menjadi bahan tontonan banyak orang?" Sahut Indah dan masih memalingkan wajahnya.
"Ndah...Indah... Dengarkan aku dulu, aku nggak marah sama kamu dan aku sayang sama kamu" Ucap Adit yang melihat Indah tengah memakai helm dan segera meninggalkan Adit di posisi tersebut.
Adit melihat Indah sudah pergi, lagi-lagi hati Adit merasa bersalah kerena membuat Indah marah dan sakit hati seperti ini.
"Maafkan aku Ndah yang terbawa emosi. Aku benar-benar mencintai kamu, maafkan aku" Ucap Adit dalam hatinya sembari dia berjalan menuju parkiran mobilnya dengan wajah bersalahnya.
Sementara itu Nanda sudah sampai di depan ruangan Dimas, setelah dia berusaha keras meminta ingin bertemu Dimas kepada staf rumah sakit ini dan mengaku bahwa dia adalah tunangnya Dimas.
Nanda mengetuk pintunya "Iya, silahkan masuk" Sahut Dimas dengan keras yang berada di dalam ruangannya tersebut.
Nandapun masuk, dan melihat Dimas memakai pakaian jas dokternya yang bewarna putih dan terlihat sangat tampan, sementara itu Dimas yang melihat Nanda sekarang sontak terkejut.
__ADS_1
"Kamu!" Ucap Dimas terkejut melihat Nanda "Kamu kenapa ada disini?" Timpa Dimas dengan wajah penasarannya.
Nandapun duduk di kursi depan meja kerjanya Dimas "Maaf kalau aku mengejutkanmu" Ucap Nanda kepada Dimas.
"Ada perlu apa kamu kesini?" Sahut Dimas dengan tatapan yang serius melihat Nanda duduk depannya.
"Apa kamu mencintai Indah? Sejak kapan kamu mencintainya? Tenang... Aku akan jaga rahasia ini" Ucap Nanda.
"Kenapa kamu tanya soal hal itu?" Tanya Dimas yang penarasan akan pertanyaan Nanda.
"Kamu jawab saja, aku nggak ada maksud dan tujuan apapun dengan pertanyaanku ini!" Timpa Nanda sembari dia menatap mata Dimas dengan tatapan khasnya itu.
"Indah adalah sahabatku dan seperti itulah hubungan kami saat ini" Jawab Dimas dengan singkat dan membuat Nanda meliriknya dengan tatapan sinisnya itu.
"Ohh... Sahabat? Semoga tebakanku salah, ya sudah maaf sudah mengganggu kerjamu! Aku permisi dulu" Ucap Nanda tegas sembari dia berdiri.
"Kamu siapa namanya? Kayaknya kita pernah bertemu sebelumnya" Timpa Adit sembari dia berdiri melihat Nanda.
Nanda menoleh "Aku Nanda. Kapan? Aku nggak pernah bertemu denganmu!" Sahut Nanda sembari dia memikirkan kapan dia bertemu dengan Dimas.
"Kalau tidak salah kita pernah tidak sengaja bertemu saat sarden kaleng yang kamu ambil jatuh saat kamu belanja di supermarket" Timpa Dimas.
Nanda berbalik badan tidak menjawab pertanyaan Dimas tersebut "Oh, jadi dia..." Ucap Nanda dalam hatinya yang teringat kejadian waktu itu, sembari dia keluar meninggalkan Dimas.
"Dasar wanita angkuh, dari matanya saja sudah kelihatan. Benar dia Nanda, perempuan di supermarket waktu itu" Gumam Dimas sembari dia duduk.
Bersambung.....
__ADS_1
Kamsahabnida sudah baca novel saya, Jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE dan tinggalkan masukan atau kritik yang membangun di kolom komentar ya 😊