
"Indah, ayo berangkat! Ini udah jam 7 loh." Ucap Ririn kepada Indah yang saat ini tengah berdiri di depan pintu kamar kostnya Indah tersebut.
"Iya mbak, sebentar ..." Teriak Indah dari dalam kamarnya, yang saat ini tengah memakai topi kerjanya, setelah itu dia mengalungkan Id Card kerja di lehernya dan langsung keluar dari kamarnya dengan tangan kirinya yang membawa tas kecil.
"Lama banget sih? Tumben juga kamu tadi kesiangan?" Ucap Iim kepada Indah yang saat ini tengah mengunci kamar kostnya tersebut.
"Hehe ... Iya mbak" Sahut Indah yang sudah selesai mengunci kamarnya dan tengah memakai sepatu kerjanya itu.
"Pantesan capek, nggak ada penyemangat lagi ya Ndah? Sabar Ndah, demi masa depan, kamu harus kuat LDR-an sama Adit!" Timpa Ririn yang menyemangati Indah dan kini mereka bertiga berjalan keluar dari gerbang kostnya.
Indah tersenyum seraya menjawab apa yang Ririn katakan kepadanya dan berjalan menuju mobilnya yang terparkir di depan gerbang kostnya tersebut.
"Wah ... Kita setiap hari bakalan naik mobil terus Rin? Naik jabatan kita" Ucap Iim sembari tertawa dan melihat ke arah Ririn.
"Iya im, Alhamdulillah berkat Pak Adit, hehe ..." Sahut Ririn dan mereka berdua masuk ke dalam mobil.
Indah hanya tertawa mendengar apa yang temannya katakan kepadanya saat ini, setelah itu mereka bertiga berangkat menuju tempat kerjanya dengan mengendari mobil yang Adit berikan untuk Indah.
**********
__ADS_1
Indah berjalan menuju area checklock, dengan langkah kakinya yang santai dan wajahnya yang datar memikirkan sesuatu yang membuatnya tidak seceria pada umumnya.
"Baru juga di tinggal LDR udah pasang wajah lesu kayak gitu, malu dong sama mobilnya yang sekarang terparkir di depan itu" Ucap seorang perempuan dari belakangnya dan sontak Indah menoleh ke arah belakang dengan wajahnya yang datar dan seolah tidak merespon apa yang Bunga katakan kepadanya.
Indah terus melanjutkan langkahnya yang kini sudah sampai di area checklock, "Sabar Ndah, jangan hiraukan dia. Buat malu mereka yang sedang membencimu saat ini!! Tapi bagaimana? Aku tidak bisa menutupi perasaanku saat ini ..." Ucap Indah dalam hatinya, sembari dia menggosokkan Id Card nya di mesin Checklock tersebut.
Indah terus berjalan menuju rest area, tampak dari kejauhan rekan-rekan Indah, melihat wajah Indah dengan tatapan yang kebingungan, lantaran wajah Indah terlihat sedih dan tidak seceria seperti biasanya.
Indah mencoba menutupi kesedihannya dan tersenyum kepada rekan-rekannya, yang sekarang duduk di kursi rest area bersamanya.
"Annyeong gaes ..." Sapa Indah kepada rekan-rekan kerjanya, sembari dia duduk di kursi rest area tersebut.
"Kamu kok tumben pucat sih Ndah? Sakit ya?" Tanya Pingkan yang penasaran dengan wajah Indah yang tidak seperti biasanya.
"Kadang kamu juga nggak pakai lipstik kok, tapi beneran kan kamu nggak kenapa-kenapa?" Timpa Silvy yang masih penarasan.
"Iya ... Aku nggak kenapa-kenapa gaes" Sahut Indah dan tersenyum lebar.
"Ndah ...?" Ucap Lilik melihat Indah, sontak rekan-rekan kerja Indah melihat ke arahnya saat ini.
__ADS_1
Indah mencubit paha Lilik, agar Lilik tidak melanjutkan ucapannya, "Ada apa Lik? Udah waktunya breefing loh, masih aja mau ngomong!" Sahut Indah dan melotot melihat Lilik.
"Nggak jadi, ayo gaes berangkat breefing" Timpa Lilik, sembari berdiri dan langsung berjalan ke area breefing saat ini.
Indah dan rekan-rekan leader lainnya sudah berada di area breefing, tampak para leader yang lain tengah memperhatikan Indah, banyak di antara mereka yang mengobrol dan melirik ke arah Indah dengan tatapan yang tidak mengenakan.
Lilik yang mengetahui hal itu, langsung memegang tangan Indah dan berbicara pelan ke Indah, "Nggak usah di tanggapi mereka Ndah, mereka hanya iri kepada mu saat ini. Ingat, pak Adit bukan pergi karena putus denganmu, tapi karena tanggung jawabnya sebagai anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya" Ucap Lilik yang mencoba menenangkan Indah.
Indah yang mendengar apa yang dikatakan oleh Lilik langsung tersenyum, "Iya Lik, makasih. Ehh itu Pak Manager baru udah datang" Timpa Indah kepada Lilik.
Mereka pun akhirnya breefing bersama Manager baru dari Departemen Produksi, Indah mendengarkan apa yang Managernya katakan dalam breefing itu.
Tiba-tiba dia memikirkan Adit yang dahulu sering menyampaikan breefing di depannya seperti saat ini, dengan perasaan senangnya dahulu Indah mendengarkan apa yang Adit sampaikan dalam breefing tersebut.
"Aku yang terlalu sayang dengannya apa aku yang tidak bisa ditinggalkan olehnya?" Ucap Indah dalam hatinya yang memikirkan Adit, sembari dia memperhatikan apa yang Managernya sampaikan dalam breefing tersebut.
Dan Indah mencoba melawan perasaan sedihnya saat ini yang masih memikirkan masa lalu dimana dia dan Adit bisa bekerja 1 perusahaan dengannya.
Indah menghela nafas panjang, seraya menenangkan perasaanya dan mencoba fokus memperhatikan dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh Manager barunya saat ini.
__ADS_1
Bersambung ...
Kamsahabnida sudah baca novel saya, Jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE dan tinggalkan masukan atau kritik yang membangun di kolom komentar ya 😊