Cinta dari Korea

Cinta dari Korea
Episode 80 "Senyumanmu Mengalihkan Duniaku"


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 07.15 bel pun sudah berbunyi, saatnya Indah pulang dari pabriknya setelah bekerja selama 10 jam lantaran hari ini dia harus lembur selama 2 jam.


"Mbak Indah, aku duluan ya?" Sapa Tika kepada Leadernya itu yang sedang sibuk di meja Leadernya.


"Iya ..." Sahut Indah sembari dia menghitung jumlah produk yang dihasilkan selama lembur 2 jam tadi bersama Ria Leader Quality.


"Tadi yang cacat produk ada 2 ya Ndah?" Ucap Ria kepada Indah. "Iya mbak" Timpa Indah kepada Ria.


"Alhamdulillah udah selesai, ayo pulang mbak Ria!!" Ucap Indah sembari dia melihat ponselnya karena ada pesan masuk dari Bunga Soba untuknya.


Indah berjalan keluar menuju area checklock sembari dia tersenyum memainkan ponselnya itu "Balas nggak ya? Ya udah deh di balas sekali-kali" Ucap Indah dalam hatinya sembari dia membalas pesan untuk Bunga Soba.


Indah sudah berada di parkiran motornya yang kini sudah ramai oleh lawan shift yang berdatangan, Indah menyiapkan SIM nya sebelum keluar dari area parkir, lantaran setiap kendaraan yang keluar dan masuk pabrik harus menunjukan SIM dan STNK.


Kini Indah sudah sampai di kostnya "Enaknya yang OT, aku juga pengen OT" Ucap Ririn kepada Indah yang kini dia sedang menjemur pakaiannya yang berada di depan kostnya tersebut.


Indah tersenyum dan berjalan menuju kamarnya "Enak apanya mbak? Yang ada juga capek" Sahut Indah.


"Enaklah Ndah, gaji tambah banyak. Apalagi kamu Leader, gajinya bisa lebih dari 10jt entar" Timpa Iim yang baru saja keluar dari kamarnya saat mendengar percakapan Indah dan Ririn tersebut.


"Alhamdulillah, di syukuri saja berapapun gajinya. Yang penting hasil kerja sendiri, hehe" Ucap Indah menjawabnya dengan tertawa kecil, setelah itu dia masuk ke dalam kamarnya.


* Adit *


Adit sedang duduk di ruang tamunya bersama Nanda, lantaran pagi ini Nanda mengunjungi rumahnya dan tak lupa Adit menyuguhkan segelas teh ginseng dari Korea.


Adit terdiam, sesekali dia melihat wajah Nanda yang terlihat sedih saat ini "Adit, apa kamu tega melihat aku? Aku benar-benar mencintai kamu dit, aku tahu perasaan kamu itu masih sama dengan 7 tahun yang lalu" Ucap Nanda sembari dia terisak kecil.


Foto hanya sebagai pemanis ya 😁



Adit hanya terdiam, dia tidak menjawab apa yang baru saja Nanda lontarkan kepadanya "Adit, apa kamu benar-benar mencintai Indah? Sadar dit, Indah tidak mencintai kamu, dia hanya mencintai Dimas dan aku tahu itu dit" Timpa Nanda.


"Cukup Nda! Aku percaya dengan Indah, aku tahu Indah seperti apa? Tolong kamu jangan membuat semua ini menjadi keruh lagi!!" Sahut Adit memotong pembicaraan Nanda tersebut.


Nanda terlihat sangat kesal saat ini, usahanya yang ingin membuat Adit marah dengan Indah saat ini sia-sia dan Nandapun pergi meninggalkan Adit tanpa sepatah katapun karena dia benar-benar marah dengan Adit saat ini.

__ADS_1


Aditpun melihat Nanda yang keluar tersebut "Aku benar-benar minta maaf Nda!!" Ucap Adit dalam hatinya sembari dia berdiri dan melihat Nanda yang kini sudah pergi mengendarai mobilnya itu.


Foto hanya sebagai pemanis ya 😁



Aditpun menutup pintu rumahnya dan mengambil gelas yang berada di meja tersebut dan membawanya ke dapur, saat dia berjalan melewati kamarnya, dia mendengar ponselnya berdering.


Aditpun mengambil ponselnya yang berada di meja kamarnya tersebut, dan mendapati ibundanya yang menelepon dia saat ini.


Aditpun mengangkat teleponnya "Apa?? Terus bagaimana kondisi ayah saat ini bun?" Ucap Adit kepada ibundanya di dalam panggilan teleponnya tersebut.


"Ayah kamu masih di operasi dit, doakan supaya operasinya ayah lancar ya sayang. Tolong sampaikan ke Indah ya, kalau Jumat besok nanti bunda dan ayah tidak jadi ke rumah kamu, Indah pasti kecewa" Ucap Dian sembari menangis karena suaminya sedang menjalani operasi tersebut.


"Iyah bun, bunda berdoa yang banyak supaya ayah lancar operasinya" Sahut Adit dengan perasaan sedih saat mendengar ayahnya kecelakaan dan harus di operasi tersebut.


"Iya sayang, ya sudah kamu istirahat. Makan yang teratur ya sayang, doakan supaya ayah tidak kenapa-kenapa" Sahut Dian dalam panggilan teleponnya tersebut dan setelah itu mereka mengakhiri panggilan teleponnya.


"Ayah ... Semoga ayah tidak kenapa-kenapa ya Allah, lancarkan operasinya ayah, sembuhkan lah ayah dan berikan panjang umur kepada ayah dan bunda ya Allah, amin ya rabbal allamin" Doa Adit dalam hatinya dengan matanya yang berkaca-kaca saat ini.


Adit terus menghubungi Ibundanya menanyakan perihal kabar ayahnya, kasih sayang ayahnya terhadap dirinya membuat Adit terus memikirkannya.


Adit melihat ponselnya "Nggak usah deh, kasihan Indah ... Dia pasti capek habis lembur 2 jam, aku nggak mau mengganggu tidurnya saat ini" Gumam Adit.


Sementara itu hari sudah sore, jam sudah menunjukkan pukul 16.00, Indah yang saat ini sedang sujud dengan Allah sang pencipta langit dan bumi seraya berdoa untuknya, keluarganya, teman-temannya dan tentunya calon suaminya beserta calon mertuanya tersebut.


Di setiap sujudnya Indah selalu berdoa untuk mereka, tak lupa selalu mengucap syukur atas nikmat yang Allah berikan kepadanya.


Tiba-tiba bunyi pintu kamarnya terketuk "Siapa?" Ucap Indah yang selesai sholat dan menaruh mukenanya di atas meja kecil yang terletak di samping ranjang tidurnya tersebut.


Indahpun membuka pintunya "Adit!!!" Ucap Indah yang saat ini melihat Adit yang berada di depannya itu dengan membawa 1 buah tas ditangannya.


Adit tersenyum kepada Indah "Bolehkah aku masuk?" Ucap Adit kepada Indah, sembari dia masuk ke dalam kamarnya tersebut.


"Jangan!!" Sahut Indah dan langsung menutup pintu kamarnya itu "Tetap disitu, aku akan segera keluar" Timpa Indah yang segera merapihkan kamarnya yang berantakan lantaran belum dia rapikan sehabis dia bangun tidur tadi.


"Hhh ... Dasar, berani-beraninya dia main masuk aja. Dia kira ini kamar dia apa?" Gumam Indah sembari dia mengaplikasikan lipstik di bibirnya tersebut.

__ADS_1


Foto hanya sebagai pemanis ya 😁



Setelah beberapa menit, Indah sudah keluar dari kamarnya, penampilannya sekarang sudah rapi dari pada tadi yang hanya memakai piyama tidur saja dan tak lupa wajahnya sudah segar dengan dipoles sedikit dengan sentuhan lipstik di bibirnya itu.


Indah melihat Adit duduk yang berada di depan kamarnya bersama Ririn dan Iim yang juga ikut ngobrol bersama Adit tersebut.


Indah tersenyum dan mendekati mereka bertiga yang tengah asik berbincang "Ndah ... Indah ... Lama banget sih keluarnya, sama calon suami aja pakai acara malu segala" Ucap Ririn meledek Indah.


"Hehe, nggak gitu mbak. Dia nih sering banget muncul tiba-tiba, datang tak di undang pulangpun tak di antar" Sahut Indah sembari tertawa.


"Jadi kamu nyamain aku seperti jelangkung ya?" Ucap Adit tak terima sembari dia mendekatkan wajahnya kepada Indah.


"Woy ... Kalau mau ciuman jangan disini dong! Aduuuhh ... Nggak lihat apa ada anak di bawah umur?" Sahut Iim sembari dia tertawa melihat Adit dan Indah saat ini.


Sontak Indah mencubit perut Adit "Aduh, sakit sayang" Ucap Adit sembari dia tertawa yang mendapatkan cubitan mesra dari calon istrinya tersebut.


"Habisnya kamu sih, nggak tahu apa kalau mereka itu jauh lebih tua dari pada aku. Nggak usah sok polos deh mbak ... " Ucap Indah yang menyindir Iim dan Ririn sembari dia tertawa.


"Udah ... Udah ... Ayo kita makan saja, ini aku udah bawakan makanan buat kalian semua" Sahut Adit sembari dia membuka isi tasnya yang berisi ayam goreng dari merk terkenal di Indonesia itu.


Mereka berempat pun makan bersama-sama, hati Adit yang sedang gelisah lantaran ayahnya sudah selesai di operasi namun kondisinya masih belum sadar dan melihat senyum dari Indah membuat hatinya menjadi senang.


Setiap tawa dan senyum Indah membuatnya bahagia, meskipun Indah tidak mengetahui keadaan hati Adit saat ini.


"Maafkan aku Ndah, kemarin aku benar-benar menyakiti hati kamu. Mungkin kamu menganggap aku seorang laki-laki yang tidak mempunyai perasaan terhadap wanita, tapi ketahuilah bahwa aku benar-benar tidak ingin membuat wanita yang aku sayangi menangis karenaku, begitupun dengan Nanda. Mungkin kamu tidak tahu bagaimana perasaan seseorang yang mencintai dengan tulus lalu ditinggal pergi begitu saja dan suatu hari cinta yang pergi itupun kembali, bagaimana perasaan kamu Ndah? Itulah yang aku alami saat aku bertemu dengan Nanda, cinta pertamaku yang hadir kembali disaat aku sudah benar-benar mencintai kamu" Ucap Adit dalam hatinya sembari dia terus melihat Indah yang sedang makan dan tertawa saat ini.


Foto hanya sebagai pemanis ya 😁



"Senyummu mampu mengalihakan duniaku, jadilah wanita yang Indah dan hebat untukku Ndah. Aku sangat kagum kepadamu" Timpa Adit dalam hatinya sembari dia makan ayam goreng yang dia bawa tadi.


Bersambung ....


Kamsahabnida sudah baca novel saya, Jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE dan tinggalkan masukan atau kritik yang membangun di kolom komentar ya 😊

__ADS_1


__ADS_2