
Hari sudah semakin siang, namun mata Indah masih belum bisa terpejam, perasaanya yang gundah terus memikirkan Adit dan Adit.
"Please, tidur dong mata! Apa kamu nggak capek semalam kerja dan sekarang kamu masih on kayak gini" Gumam Indah kesal lantaran dia dari tadi tidak bisa tidur.
Lantaran Indah tidak bisa tidur, akhirnya dia ingin melihat Adit yang sekarang tidur di sofa depan televisi, Indah berjalan keluar kamar menuju ruang tengah yang tepat berada di depan kamar Adit tersebut.
Indah melihat Adit sudah tertidur, matanya terpejam dan tidak bergerak, Indah mendekati Adit yang sekarang berbaring tidur di sofa miliknya, dengan selimut hitam yang menutupi tubuhnya saat ini.
Indah duduk di lantai tepat di depan sofa yang Adit tiduri saat ini, Indah melihat wajah Adit yang tidur begitu pulasnya, Indah tersenyum menatap wajah Adit.
Indah mengingat semua kenangannya bersama dengan Adit, dari awal mereka bertemu tidak sengaja di Korea berkali-kali, lalu bertemu lagi di tempat kerja dan akhirnya dia tahu bahwa Adit yang dijodohkan untuknya.
Waktu Indah bertemu Adit di Korea berkali-kali dia tidak menyangka pertemuan itu akan membawanya bertemu dengan Adit untuk yang kedua kalinya di tempat Indah bekerja.
Saat dia mengetahui Adit adalah Managernya, dia begitu shock sekaligus tidak menyangka kalau Adit seorang yang pernah dia temui berkali-kali di Korea dan seorang yang pernah memberikan Buket Bunga Soba untuknya.
Dan terlebih lagi, Indah benar-benar tidak menyangka Adit juga seseorang yang dijodohkan untuknya, memang waktu itu Indah terlalu dini menyimpan rasa ke Adit, hingga perlakuan Adit yang manis terhadapnya membuat hati Indah luluh.
__ADS_1
Selama ini Indah juga menerjang badai asmara, dimana masa lalu Adit datang tiba-tiba saat dirinya sudah benar-benar jatuh cinta ke Adit, sedangkan Adit masih mencintai masa lalunya itu, namun berkat cinta yang kuat diantara mereka berdua, Indah dan Adit bersatu kembali.
Dan setelah melewati badai asmara itu, Indah dan Adit kembali diuji untuk yang kesekian kalinya, jarak dan waktu memisahkan hubungan mereka dan besok sore Adit sudah harus berangkat ke Kota J, meninggalkan Indah di Kota C ini.
Mengingat kejadian waktu itu membuat hati Indah kembali sedih, tidak disangka air matanya jatuh membasahi pipinya, air mata itu tidak bisa dia bendung dan tidak bisa dia ungkapan dengan kata-kata, Indah terus melihat wajah Adit dengan tatapan sendu dan air matanya yang berlinang itu terus jatuh, hingga membuatnya tidak kuat harus menahan tangisannya.
Indah takut kalau Adit mendengar tangisannya, lantas dia berdiri dan beranjak masuk ke kamarnya lagi dengan air matanya yang masih terus mengalir dengan deras tersebut.
Indah sudah di dalam kamar dan masih berdiri membelakangi pintu kamarnya, namun tiba-tiba Adit memeluknya dari belakang, sontak membuat Indah terkejut.
Indah tidak bisa berkata apa-apa saat ini, dia hanya diam dengan air matanya yang masih berlinang dan dalam pelukannya Adit.
Lalu Adit mengusap air mata Indah yang jatuh di pipinya dengan tangannya, lalu Adit memeluk kembali tubuh Indah, Indah tenggelam di pelukannya Adit saat ini.
Dengan suara masih terisak itu, Adit mencoba menengakan perasaan Indah dengan cara mengelus rambutnya dan memeluknya dengan erat.
"Maafkan aku sayang, apa kamu keberatan jika aku balik besok? Apa aku tunda keberangkatannya?" Ucap Adit tidak tega kepada Indah yang masih memeluk tubuh mungil Indah dengan erat tersebut.
__ADS_1
Indah menarik nafas panjang, "Nggak kok, aku nggak keberatan. Kamu fokus aja kedepan, jangan mikirin aku, perasaanku saat ini hanya sensitif aja" Sahut Indah kepada Adit dalam pelukannya Adit tersebut.
"Tapi aku nggak tega lihat kamu seperti ini, atau kamu mau ikut aku ke Kota J saja? Kamu tidak usah kerja, aku akan segera urus pengunduran diri kamu di PT. X ini" Timpa Adit sembari dia memegang kedua tangan Indah.
Indah menggelengkan kepalanya, "Nggak usah sayang, aku gpp kok" Ucap Indah sembari tersenyum manis kepada Adit.
Adit tersenyum kepada Indah, "Apa? Kamu bilang aku apa? Sayang? Wah ... Ini patut direkam, baru kali ini kamu panggil aku dengan sebutan sayang" Sahut Adit kegirangan mendengar apa yang Indah katakan kepadanya.
Indah tertawa dan tersenyum manis kepada Adit, melihat Adit tampak senang sekali dia panggil dengan sebutan "Sayang" itu, lalu Indah kembali memeluk erat tubuh calon suaminya itu.
Belum lama Indah memeluk tubuh Adit, Adit langsung melepaskan pelukan Indah, Adit memegang leher jenjang Indah dan Adit tiba-tiba dengan cepat mencium bibir Indah.
Deg ... Jantung Indah serasa berhenti berdetak, begitu terkejut dia mendapatkan ciuman di bibirnya ini, dengan lembut Adit terus ******* bibir Indah.
Jantung Indah terus berdegup kencang, nafasnya tidak bisa dikondisikan lagi, sementara Adit terus ******* dan menghisap bibir mungil Indah dengan pelan.
Indah hanya bisa pasrah menerima perlakuan Adit saat ini dengan matanya yang terpejam merasakan lumatan demi lumatan di bibirnya itu.
__ADS_1
Bersambung ...
Kamsahabnida sudah baca novel saya, Jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE dan tinggalkan masukan atau kritik yang membangun di kolom komentar ya 😊