Cinta dari Korea

Cinta dari Korea
Episode 85 "Sepiring Berdua"


__ADS_3

Keesokan paginya, Indah bangun pagi-pagi yakni pukul 04.00, Indah berencana ingin membuatkan sarapan untuk kedua calon mertuanya yang berada di rumah sakit.


Indah sedang berkutat dengan pekerjaannya di dapur untuk membuat bubur ayam untuk Hermawan calon mertuanya tersebut, tak lupa Indah juga membuat sarapan untuk dirinya, Adit dan juga Dian calon mertuanya tersebut.


Sementara itu Adit yang sudah bangun dan sudah selesai menunaikan sholat shubuhnya, ia haus dan beranjak ingin ke dapur untuk mengambil segelas air.


Namun saat dia sudah hampir sampai di dapur, dia mencium bau masakan dan dia juga melihat Indah yang tengah masak di dapurnya tersebut.


Adit tersenyum melihat Indah yang kini sedang mencicipi masakannya "Ternyata dia rajin juga dalam hal seperti ini, aku kira cuma urusan pekerjaan saja yang dia bisa" Gumam Adit sembari dia mendekati Indah.


Saat Indah mengaduk tumisan Capcainya, dia terkejut merasakan ada seorang yang memeluknya dari belakang, "Astaga ... Adit!!" Ucap Indah saat tangan Adit memegang perutnya tersebut.


"Apa sayang?" Sahut Adit yang masih memeluk Indah dari belakang sembari dia memejamkan matanya dan menaruh kepalanya pas di pundak Indah tersebut.


"Nganggetin ... Kamu kenapa sih sukanya ngaggetin orang?" Ucap Indah kepada Adit yang kini perasaannya berubah menjadi senang lantaran pelukannya Adit mampu membuat perasaannya menjadi lebih tenang tersebut.


Adit hanya tersenyum dan masih memeluk Indah dari belakang, Adit mencium rambut panjang Indah yang wangi tersebut sembari mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi di wajah Indah.


Jantung Indah berdegup sangat kencang, dia tersipu malu atas kejadian saat ini dan tiba-tiba bibir Adit sudah mendarat di pipi Indah yang putih mulus tanpa adanya noda sedikitpun itu.


Cukup lama Adit mencium pipi sebelah kanan milik Indah tersebut, Indah terdiam lantaran terkejut merasakan ciuman tersebut.

__ADS_1


Saking terkejutnya Indah tidak bergerak sedikitpun merasakan ciuman yang terasa hangat di pipinya itu, dia hanya bisa pasrah menerima perlakuan Adit yang begitu romantis saat ini.


"Lagi sayang?" Ucap Adit tersenyum, sembari dia melihat Indah yang masih terdiam lantaran terkejut itu, mendengar perkataan Adit sontak Indah terbangun dari shok nya tersebut.


"Nggak!" Sahut Indah singkat, karena dia tersipu malu sembari dia melanjutkan memasak capcai tersebut, Adit yang melihat Indah dengan sikapnya saat ini sontak tersenyum.


"Lepas dit, perut aku sakit." Ucap Indah kepada Adit yang masih memeluknya dari belakang dan masih terus melihatnya dari samping tersebut.


Aditpun melepaskan pelukannya "Sakit? Apanya yang sakit?" Sahut Adit khawatir kepada Indah saat dirinya mendengar kata sakit tersebut.


Indah tertawa melihat Adit yang khawatir dengan kondisinya saat ini, "Kamu kenapa malah ketawa?" Ucap Adit melihat Indah ketawa, "Kamu bercanda ya?" Timpa Adit.


"Beneran sakit loh. Tapi bohong ..." Sahut Indah sembari dia tertawa meledek Adit tersebut dan Aditpun ikut tertawa sembari dia mengelus rambut Indah tersebut.


Pukul 06.30 mereka sudah sampai di rumah sakit, tangan Indah saat ini di genggam oleh Adit sembari Adit membawa tas yang berisikan makanan untuk ke dua orang tuanya tersebut.


Mereka berjalan menuju ruangan tempat Hermawan di rawat, senyum kedua orang yang tengah di mabuk asmara itu terus mengembang menyusuri jalan rumah sakit.


Foto hanya sebagai pemanis ya


__ADS_1


"Selamat pagi ..." Ucap Indah dan Adit secara bersamaan dan tersenyum kepada 2 orang yang saat ini sedang di dalam ruangan tersebut.


"Eh, sayang ... Kok pagi-pagi sudah kesini sih?" Sahut Dian antusias melihat anaknya dan calon menantunya menjenguknya sekarang.


Indah tersenyum sembari dia bersalaman dengan kedua calon mertuanya tersebut, "Ini bun, ayo kita sarapan bareng-bareng. Adit kangen sarapan bareng ayah dan bunda" Ucap Adit sembari dia memberikan tas yang berisikan makanan kepada ibundanya tersebut.


"Loh, ini apa?" Sahut Dian sembari dia membuka isi tas tersebut dan melihat isi tas tersebut adalah makanan. "Indah, kamu yang masak ini sayang?" Timpa Dian dengan wajahnya yang senang bercampur haru.


Hermawan tersenyum "Alhamdulillah, ayah punya menantu yang pintar masak seperti Indah. Ayo bun sarapan, ayah sudah tidak sabar ingin mencicipi masakannya Indah" Sahut Hermawan yang saat ini sedang duduk di ranjang rumah sakit sembari tangannya masih terpasang selang infus tersebut.


Dianpun membuka kotak makanan, ada bubur ayam yang Indah masak khusus untuk Hermawan dan juga ada nasi, ayam goreng, capcai, tempe dan tahu goreng untuk dirinya, Adit dan juga Dian calon mertuanya tersebut.


"Wah ... Banyak sekali sayang kamu masaknya? Makasih ya sayang ..." Ucap Dian kepada Indah dengan matanya yang berkaca-kaca.


Dan merekapun sarapan bersama-sama, Hermawan makan bubur ayam buatan Indah dengan dibantu oleh Dian, lantaran tangan kanannya terpasang selang infus sehingga agak sudah untuk makan sendiri.


Adit dan Indah makan 1 piring berdua lantaran dia ingin membuat kedua orang tuanya senang melihat 2 insan yang sedang di mabuk asmara itu.


Awalnya Indah menolak permintaan Adit untuk makan sepiring berdua, namun karena dia malu harus menolak keinginannya Adit di hadapan calon mertuanya tersebut, sehingga Indah menuruti permintaan Adit untuk makan 1 piring berdua.


Bersambung ...

__ADS_1


Kamsahabnida sudah baca novel saya, Jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE dan tinggalkan masukan atau kritik yang membangun di kolom komentar ya 😊


__ADS_2