
"Ayo dit berangkat!!" Ucap Indah yang saat ini sedang melihat Adit yang sedang berdiri di samping mobilnya sembari dia menunggu Indah tersebut.
Adit melihat penampilan Indah begitu cantik, dengan memakai kaos lengan panjang bewarna oranye serta rok tutu dibawah dengkul tampak begitu feminim dia saat ini.
Adit tersenyum kepada Indah dan langsung membukakan pintu mobilnya untuk calon istrinya tersebut, Indah membalas senyuman dari Adit dan langsung masuk ke dalam mobilnya Adit saat ini "Gomawoyo" Ucap Indah kepada Adit.
Lalu Adit masuk ke dalam mobilnya itu, tak lupa ia memakai sabuk pengamannya, ia melihat Indah lupa tidak memakai sabuk pengamannya.
Sehingga Adit memakaikan sabuk pengamannya tersebut "Kamu mau apa?" Ucap Indah yang terkejut saat Adit tiba-tiba mendekatkan dirinya kepadanya itu.
Adit hanya tersenyum dan langsung memakaikan sabuk pengaman untuk Indah tersebut, setelah itu dia melajukan mobilnya dengan wajahnya yang menahan tawa, melihat kejadian ini Indah tersipu malu akan ucapannya yang dia sangka Adit akan melakukan sesuatu terhadap dirinya.
"Bodoh kamu Ndah, malu-maluin aja ..." Ucap Indah dalam hatinya sembari dia memalingkan wajahnya dan melihat ke arah jendelanya itu.
Adit melajukan mobilnya menuju suatu
tempat yang belum dia beritahukan ke Indah, dia terus tersenyum dan melirik Indah yang masih malu akan ucapannya tersebut.
Adit meraih tangan Indah dan menggenggamnya, sontak Indah terkejut dan menoleh ke arah Adit dengan tatapan khasnya itu, dia mencoba untuk melepaskan tangannya dari genggamannya Adit, namun sayang Adit malah menggenggam dengan erat tangan Indah itu.
Kejadian ini membuat Indah menjadi sangat malu dan pipinya pun memerah, Adit terus melirik Indah sembari dia fokus mengendari mobilnya.
Tangan Adit begitu hangat, membuat perasaan Indah menjadi tenang dalam genggamannya, Indah tersenyum malu dan melirik Adit yang duduk di sampingnya tersebut.
Melihat Indah yang tersenyum malu dan mencoba melihat dirinya, Adit malah melayangkan ciuman bibirnya kepada tangan Indah yang putih dan mulus itu.
"Adit!!!" Ucap Indah yang terkejut saat melihat Adit mencium tangannya, bukannya dijawab Adit malah terus menciumi tangan Indah dan tersenyum kepadanya.
"Apaan sih?" Gumam Indah menahan tawa dan tersipu malu, melihat calon suaminya yang terus menciumi tangannya tersebut.
Sepanjang perjalan, Adit masih terus menggenggam tangan calon istrinya itu, Indah hanya bisa pasrah atas apa yang Adit lakukan terhadapnya saat ini.
Kini mereka sudah sampai di tempat tujuan mereka "Kok kita ke bandara sih? Kita mau kemana?" Ucap Indah penasaran saat ini yang melihat sudah tiba di parkiran bandara tersebut.
__ADS_1
Adit hanya tersenyum, lalu ia keluar dan langsung membukakan pintu mobilnya untuk Indah "Adit, kita mau kemana?" Ucap Indah yang saat ini sudah turun dari mobilnya Adit.
Adit tidak membalas pertanyaan Indah, dia membuka bagasi mobilnya dan mengeluarkan tasnya dan juga tas Indah yang tadi dia sudah persiapkan sebelumnya.
"Adit, jawab dong! Kamu jangan buat aku penasaran kayak gini! Kita mau kemana? Kenapa kamu malah membawaku ke bandara? Dan ini apa? Ini tas ku kan? Kita mau kemana sih?" Indah terus bertanya kepada Adit.
Adit tersenyum kepada Indah "Kita mau ke rumah ku, ayah dan bunda kangen kita berdua Ndah!" Ucap Adit menjawab pertanyaan Indah tersebut.
"Haa? Ke rumah kamu? Yang bener? Terus kenapa ini tas ku ada di kamu?" Sahut Indah yang masih penasaran dengan tasnya yang saat ini dibawa oleh Adit.
"Tas ini isinya pakaian kamu, kita kan harus menginap Ndah. Ayo ...!!" Timpa Adit sembari dia menggandeng tangan Indah dan berjalan masuk ke Bandara.
"Menginap? Kamu lupa ya, hari Senin kita masuk pagi dit!" Ucap Indah dengan tangannya yang masih digandeng oleh Adit, sembari dia berjalan bersamaan dengan langkah Adit tersebut.
Adit berhenti berjalan lalu dia tersenyum dan melihat Indah "Kamu lupa ya, kamu juga punya calon suami seorang Manager di perusahaan kamu. Jadi kamu jangan kuatir masalah perusahaan, semuanya sudah aku tangani sebelumnya. Ayo, pesawat kita sebentar lagi berangkat!" Ucap Adit sembari dia mengelus rambut Indah dan langsung melanjutkan langkahnya.
Foto hanya sebagai pemanis ya 😁
Pukul 19.45, pesawat mereka mengudara menuju ibu kota tempat tinggal Adit dan keluarganya berada, Indah di sebelah jendela dan duduk tepat di samping Adit.
Adit masih menggandeng tangan Indah sedari tadi, Indah hanya bisa pasrah dengan perlakuan Adit saat ini. "Kenapa kamu nggak tidur? Perjalanan kita kurang lebih 2 jam, lumayan kan buat istirahat? Ayo tidur sayang!" Ucap Adit kepada Indah.
"Sayang?" Sahut Indah kepada Adit, mendengar kata Sayang yang dilayangkan oleh Adit untuknya tersebut. "Iya sayang, ada apa?" Timpa Adit dan tersenyum meledek Indah.
"Iiihh ... Siapa juga yang manggil kamu sayang?" Ucap Indah yang sebenarnya masih kesal dengan Adit. "Barusan kamu panggil aku dengan kata sayang, ya aku jawab dong!" Sahut Adit melihat Indah, sembari dia memegang hidung mancung Indah tersebut.
"Ahh, boyaa (apaan sih)?" Ucap Indah sembari dia memalingkan wajahnya ke jendela pesawat yang berada di sampingnya tersebut. Sontak Adit tertawa kecil melihat Indah saat ini, ia melihat Indah sedang memejamkan matanya dan kepala Indah bersandar menempel di jendela pesawat tersebut.
Adit meraih kepala Indah dengan pelan dan ia sandarkan di bahunya yang besar tersebut dan Indahpun terkejut. "Kan ada bahu aku, kenapa kamu bersandar di jendela?" Ucap Adit kepada Indah dengan tersenyum.
Akhirnya Indahpun menyandarkan kepalanya di bahu Adit tersebut, dia tersenyum senang dengan apa yang Adit lakukan kepadanya saat ini "Nyamannya ..." Gumam Indah dengan pelan.
__ADS_1
Adit tersenyum saat mendengar perkataan Indah barusan, tangannya terus menggenggam tangan Indah dan Indahpun memejamkan matanya, mencoba untuk tidur di bahunya Adit tersebut.
2 jam telah berlalu, dan Indah kini masih tertidur di bahunya Adit "Sayang ... Bangun!!" Ucap Adit kepada Indah sembari dia mengelus pipi Indah dengan lembut tersebut.
Indah menggeliat dan terbangun namun matanya masih terpejam, Adit yang melihat tingkah lucu Indah saat ini sontak tertawa, "Belum puas tidurnya?" Ucap Adit sembari dia mengelus dengan pelan kepalanya Indah tersebut.
Indah tersenyum dan melihat Adit "Kita sudah sampai ya?" Ucap Indah sembari matanya setengah tertutup tersebut, Aditpun tersenyum melihat Indah.
Dan merekapun sudah sampai di tempat tujuan mereka, Adit terus menggandeng tangan Indah, Adit terus tersenyum sepanjang perjalanan mereka dan Indahpun juga tersipu malu akan sikap Adit yang menurutnya berlebihan.
Mereka menaiki Taxi menuju rumah sakit, dimana ayah Adit sedang menjalani perawatan medis tersebut, hingga saat ini Indah masih belum tahu alasan pasti Adit membawanya, Indah hanya tahu Adit membawanya ke rumahnya bukan di rumah sakit.
Saat Taxi sudah masuk di gerbang rumah sakit, Indah terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini "Loh, kok ke rumah sakit? Siapa yang sakit?" Ucap Indah kepada Adit.
Aditpun hanya tersenyum tidak menjawab pertanyaan Indah, mereka sudah turun dan Adit terus menggandeng tangan Indah tersebut.
"Adit, kenapa kita ke rumah sakit? Siapa yang sakit?" Ucap Indah dengan penasaran tersebut. Adit melihat Indah "Nanti kamu tahu sendirikan sayang!" Sahut Adit sembari dia lagi-lagi mengelus rambut calon istrinya tersebut.
Dan Aditpun terus melanjutkan langkahnya menuju ruangan dimana ayah Adit di rawat saat ini, Indah masih terus bertanya kepada Adit perihal siapa yang sakit, namun dengan sikap santai Adit dia hanya tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan Indah.
"Akhir-akhir ini kamu aneh ya dit, selalu tidak mau menjawab apa yang aku tanyakan kepadamu" Ucap Indah kesal dan langsung melepaskan tangannya dari genggamannya Adit.
"Kita sudah sampai" Sahut Adit kepada Indah sembari dia melihat kamar ayahnya yang sedang dirawat saat ini.
"Sudah sampai? Kita jenguk siapa sih?" Ucap Indah yang masih penarasan itu, Aditpun menggenggam kembali tangan Indah dan berjalan masuk ke ruangan tersebut.
Merekapun sudah masuk ke dalam ruangan inap VIP, tempat ayah Adit dirawat saat ini, Indah melihat seorang yang ia kenal tengah tertidur di ranjang rumah sakit, dengan selang infus di tangannya tersebut.
Indah terkejut melihatnya "Ya Allah, om Hermawan kenapa?" Ucap Indah kaget sembari dia mendekati calon mertuanya yang tengah tidur dan terbaring di tempat tidur rumah sakit tersebut.
Bersambung ....
Kamsahabnida sudah baca novel saya, Jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE dan tinggalkan masukan atau kritik yang membangun di kolom komentar ya 😊
__ADS_1