Cinta dari Korea

Cinta dari Korea
Episode 103 "Melepas Rindu"


__ADS_3

"Mas Adit, itu kayaknya mbak Indah udah pulang deh!" Ucap Ajeng adiknya Indah yang mengintip Indah dari dalam jendela rumahnya.


Adit yang duduk di meja makan bersama kedua orang tuanya itu sontak menoleh dan menghampiri Ajeng yang masih mengintip di jendela dapur rumahnya Indah saat ini.


"Iya, itu Indah. Ya sudah aku masuk dulu ke kamar Indah, jangan bilang ya kalau kesini!" Ucap Adit kepada semua orang yang berada di ruang makan itu, lalu dia berjalan dengan cepat masuk ke dalam kamar Indah, yang ruangannya sedikit agak jauh dari ruang makan.


Kedua orang tua Indah dan Ajeng adiknya Indah tertawa bersama-sama dengan kedua calon mertuanya Indah itu, saat melihat kelakuan Adit yang lucu lantaran ingin memberikan kejutan kepada Indah.


***********


Setelah Indah tahu kalau kedua calon mertuanya kesini dan tengah duduk di meja makan bersama keluarganya, Indah pamit ke kamarnya untuk berganti pakaiannya.


Indahpun berjalan ke kamarnya dengan perasaannya yang kecewa, lantaran dia sangat berharap akan kedatangannya calon suaminya itu.


Indah membuka pintu kamarnya yang masih tertutup, tampak gelap lantaran lampu kamarnya belum dia nyalakan dan Indah langsung menutup pintu kamarnya, Indah tidak mengetahui bahwa ada Adit yang sudah berada di dalam kamarnya.


Indah menekan tombol lampu yang berada tepat di samping pintu kamarnya itu, betapa terkejutnya Indah saat melihat seorang laki-laki yang sudah berdiri tepat di depannya saat ini.


"Adit ...?" Ucap Indah dengan senang saat melihat Adit saat ini, matanya berkaca-kaca seolah tidak kuasa menahan perasaan senangnya saat ini.


Adit tersenyum manis melihat calon istrinya yang yang berada tepat di depannya saat ini, yang masih memakai seragam kerjanya dengan wajahnya yang begitu bahagia melihat dirinya.

__ADS_1


Lalu Indah segera memeluk tubuh Adit, Indah tengelam di pelukan calon suaminya itu, perasaan rindu akan kehadiran sang kekasih hatinya itu akhirnya terbayar sudah dengan hadirnya Adit saat ini.


Hingga Indah tidak kuasa menahan air matanya yang jatuh di pipinya saat ini, dengan kondisinya yang masih memeluk erat tubuh tinggi Adit tersebut.


"Maafkan aku sayang, aku sudah membuat kamu sampai seperti ini" Ucap Adit yang memeluk Indah dengan erat, sembari tangannya mengelus kepalanya Indah.


Indah tidak berkata apapun, dia masih terisak dalam pelukan Adit dan cukup lama Indah memeluk tubuh Adit dengan erat saat ini, hingga Indah menyudahi pelukan kerinduannya itu.


Adit menggandeng tangan Indah dan berjalan menuju tempat tidurnya Indah, lalu Indah dan Adit duduk berdampingan di tempat tidurnya, tangan Adit mengusap setiap air mata Indah yang jatuh di pipi calon istrinya tersebut.


"Aku rindu sekali dengan kekasihku yang cantik ini, maafkan aku ya sayang!" Ucap Adit kepada Indah, lalu dia mencium kening wanita yang akan menjadi calon istrinya itu.


"Kamu tega ya, seharian nggak balas pesanku, bahkan nomor kamu juga nggak aktif. Apa kamu nggak tahu betapa khawatirnya perasaanku kepadamu?" Ucap Indah yang langsung memeluk lagi tubuh Adit itu.


Adit tersenyum mendengar apa yang Indah katakan kepadanya saat ini, "Iya sayang, aku minta maaf" Sahut Adit kepada Indah, sembari dia menepuk pundak Indah dengan pelan.


Saat mereka tengah berpelukan dengan kondisi mereka yang masih duduk, tiba-tiba kamar Indah ada yang mengetuk pintunya, sontak Indah dan Adit terkejut dan langsung melepaskan pelukannya tersebut.


"Mbak Indah ... Ayo cepet keluar, udah ditunggu sama tante dan om tuh, aku juga udah lapar nih! Aku buka ya pintunya ya?" Ucap Ajeng dengan keras dari luar pintu kamarnya Indah saat ini.


Mendengar apa yang dikatakan Ajeng barusan, membuat Indah langsung berdiri dan berlari menuju pintu kamarnya itu, Adit tertawa melihat tingkah Indah saat ini.

__ADS_1


Indah membuka pintunya, "Iya bawel, aku mau ganti baju dulu, suruh tunggu 5 menit! Sana pergi!" Ucap Indah dengan ketus kepada adiknya yang berdiri di depan pintu kamarnya itu.


Wajah Ajeng tampak kesal dengan kakaknya, "Iya, tapi ... Kenapa mas Adit masih di dalam? Kenapa nggak disuruh keluar juga? Jangan, Jangan ..." Sahut Ajeng dengan wajahnya yang curiga terhadap kakaknya yang saat ini tengah berdiri di depannya saat ini.


Indah terkejut dengan apa yang dikatakan oleh gadis 17 tahun yang duduk di bangku SMA itu, dan saat Indah akan memarahi adiknya, tiba-tiba Adit muncul dari belakangnya dan melihat kepada dua orang yang tengah berdiri di depan pintu itu.


"Jangan-jangan apaan dek? Duh kamu ... Masih kecil nggak boleh ada pikiran buruk ya! Mas Adit ini juga mau keluar" Sahut Adit tersenyum lebar dan melihat Ajeng.


Sontak Indah dan Ajeng tertawa secara bersamaan, membuat Adit menjadi kebingungan dengan 2 orang wanita yang ada di hadapannya saat ini.


"Udah ... Udah, aku ganti baju dulu. Tunggu di meja makan ya" Ucap Indah dan melirik ke arah Adit, dengan senyumannya yang menggoda.


Indahpun segera masuk ke kamarnya dan langsung mengganti pakaiannya, tak lupa dia juga mencuci wajahnya dan memakai parfum, maklum saja Indah tidak sempat untuk mandi.


Indah juga memakai sentuhan lipstik di bibirnya agar tidak terlihat pucat, setelah itu Indah keluar dari kamarnya dengan mengenakan pakaian yang pernah Adit belikan untuknya waktu itu.


Dan Indahpun berjalan menuju ruang makan, Indah berjalan dengan santai dan terlihat Adit dari kejauhan yang memperhatikannya saat ini, dengan senyumannya yang mengembang di bibirnya.


Bersambung ...


Kamsahabnida sudah baca novel saya, Jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE dan tinggalkan masukan atau kritik yang membangun di kolom komentar ya 😊

__ADS_1


__ADS_2