Cinta dari Korea

Cinta dari Korea
Episode 50 "Bunga di pagi Hari, Bunga apakah itu?"


__ADS_3

😅


Pukul 05.05 Indah keluar dari area produksi menuju area checklock, setelah checklock Indah pun menuju area parkir motor.


Indah berjalan sembari memainkan ponselnya, wajah Indah tidak pernah berhenti tertawa lantaran membaca pesan dari Bunga Soba.


Setelah sampai di parkiran, Indah memakai helm sebagai pelindung kepalanya sembari tanganya masih memainkan ponselnya.


"Pinter ya dukun kamu, manjur banget peletnya. Bahkan sekarang udah tunangan sama pak Adit, hati-hati loh ndah cinta kamu dan pak Adit nggak bakalan awet" Ucap Bunga yang tengah berjalan di depan Indah menuju sepeda motornya.


Indah melirik dengan memasang wajah kesal, lalu dia memasukan ponselnya kedalam tasnya dan turun diatas motornya mendekati Bunga.


"Bisa nggak kamu urusin hidup kamu sendiri? Biar hidup aku, aku yang urus sendiri. Tanpa dukunpun Adit sudah jatuh cinta kepada aku, buat apa ngeluarin uang banyak untuk hal yang nggak penting? Mending uangnya buat beli skincare, supaya wajahku semakin cantik" Ucap Indah serius dan menatap mata Bunga.


"....." Bunga terdiam, sembari memasang wajah kesal.


"Orang bilang nama adalah cerminan diri dari seseorang, tapi kenapa nama kamu nggak seharum Bunga pada umumnya ya?" Indah ketawa meledek Bunga "Mungkin kamu cerminan dari Bunga Bangkai kali ya, selalu menebar kebencian!" Timpa Indah kepada Bunga.


Bunga melotot melihat Indah "Kamu ya....!!' Ucap Bunga yang belum sempat dia lanjutkan. "Udah, aku mau pulang...aku capek. Aku nggak mau berdebat lagi sama kamu" Sahut Indah dan langsung meninggalkan Bunga yang masih terdiam diposisinya.


**********


Setelah pulang kerja, Indah menuju swalayan yang dekat dengan kostnya, Indah membeli beberapa kebutuhan dapur untuknya.


Setelah selesai berbelanja, Indah menuju rumah dinas Adit, rencana hari ini Indah ingin memasak sarapan untuk calon suaminya tersebut.


Indah sudah sampai di rumah Adit, disambut senyuman hangat oleh calon suaminya membuat Indah membalas senyumannya.


Adit melihat Indah "Selamat pagi Indah?" Ucap Adit sembari dia membawa barang belanjaan Indah serta menggandeng tangan Indah dengan erat.

__ADS_1


"Selamat pagi oppa, hehe.." Sahut Indah meledek.


Mereka sudah masuk ke dalam rumah, Indah mempersiapkan bahan-bahan untuk memasak sarapan.


Adit mengambil celemek, lalu memakaikan celemeknya di badan Indah, sontak Indah terkejut dan menoleh ke Adit.


Pipi Indah memerah, Indah tersipu malu "Aku bisa pakai sendiri kok" Ucap Indah


(Foto hanya sebagai pemanis ya 😁)



Adit mendekat ke wajah Indah, sementara Indah mundur kebelakang. Jantung Indah berdegup kencang, entah kenapa tiba-tiba udara menjadi panas.


"Tapi kenapa dari tadi kamu belum pakai celemeknya? Pasti nungguin aku yang makein ya?" Sahut Adit meledek Indah.


Indah ketawa dan mendorong tubuh Adit, lalu melanjutkan memasak dengan wajah yang memerah karena perlakuan Adit barusan.


Hingga akhirnya menyantap sarapan pagi mereka berdua, terlihat Adit sangat menikmati makanannya.


"Beruntung sekali aku punya kamu ndah" Ucap Adit tiba-tiba dan melihat Indah.


"Kenapa emang?" Sahut Indah sembari dia menguyah makananya tersebut.


"Semua makanan yang kamu masak, enak semua...." Sahut Adit.


Indah hanya tertawa dan tersenyum manis mendengar apa yang baru saja Adit katakan kepadanya.


Jam sudah menunjukkan pukul 07.30, matahari sudah menampakkan dirinya dengan sinarnya yang terang.

__ADS_1


Adit melihat Indah yang tengah mencuci piring dengan posisi membelakanginya, lalu Adit mendekati Indah.


Tiba-tiba tangan Adit sudah berada di perut Indah, Adit memeluk tubuh Indah dari belakang, kepala Adit bersandar di pundak Indah.


Jantung Indah serasa berhenti berdetak dan Indah merasakan tubuh hangat Adit di punggungnya, tampak wajah Indah tersipu malu.


"Oppa..." Ucap Indah sembari tersenyum.


Mata Adit terpejam di pelukan Indah "Izinkan aku seperti ini 5 menit saja" Sahut Adit pelan dan masih menutup matanya.


"Tapi aku udah selesai" Ucap Indah yang sudah selesai mencuci piring.


Adit tertawa dan melepaskan pelukannya, Adit menatap mata Indah "Janji nggak boleh nakal ya?" Ucap Adit melihat Indah dan mengacungkan kelingkingnya.


Indah ketawa "Haha.. Nakal? Kapan aku nakal oppa?" Sahut Indah.


"Aku nggak suka kamu bertemu dengan cowok waktu itu, kelihatan sekali kalau dia mata keranjang" Ucap Adit menjelaskan dan memasang wajah kesal.


"Oh, pak dokter Dimas? Oppa... Dia cuma temen kok" Sahut Indah sembari dia tertawa.


"Dokter? Kok kamu bisa punya temen dokter? Padahalkan kamu karyawan pabrik, ayo coba ceritakan sama aku!" Timpa Adit tidak percaya dengan perkataan Indah.


Indah menjelaskan awal mula bertemu dengan Dimas, Adit percaya dengan cerita Indah, namun dia masih tidak suka dengan Dimas.


Tampak wajah Adit masih kesal dengan Dimas, "Udah ya oppa, aku pulang dulu. Sampai bertemu di pabrik nanti malam, annyeong" Ucap Indah


Adit tersenyum "Annyeong" Sahut Adit.


Bersambung....

__ADS_1


Terimakasih sudah baca novel saya, jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE, COMENT dan SHARE. Kamsahabnida 😊


__ADS_2