
Malam hari pukul 19.20, Adit sudah sampai di depan kostnya Indah untuk menjemput Indah agar berangkat kerja bersamanya.
Ririn dan Iim yang akan berangkat kerja sekarang mendapati Adit berdiri di samping mobilnya, yang tengah menunggu Indah di depan kostnya sembari Adit memegang ponselnya.
"Loh.. pak Adit? Nyariin Indah ya?" Ucap Iim kepada Adit.
Adit menoleh "Iyah im, Indah kemana ya? Aku telepon nggak diangkat" Sahut Adit.
"Wah... Indah ini keterlaluan, masak calon suaminya nggak dikasih tahu kalau dia udah berangkat duluan" Sahut Ririn kepada Adit.
"Oh.. dia udah berangkat berarti? Ya udah terima kasih ya" Ucap Adit sembari dia menundukkan kepalanya seraya berterima kasih kepada Iim dan Ririn.
Aditpun pergi dan melajukan mobilnya menuju pabriknya yang tak jauh dari tempat kost Indah berada saat ini.
Sementara itu Indah sudah berjalan ke mesin checklock untuk absensi kehadiran, dengan menggunakan Id card yang terpasang di kalung id cardnya tersebut Indah menggesekkan id card tersebut ke dalam mesin checklock.
Indah memainkan ponselnya dan mendapati ada 1 pesan masuk dari Bunga Soba, Indah membaca pesan tersebut sembari dia berjalan ke rest area dan memakai Topi Kuning di kepalanya, topi kuning hanya digunakan oleh para Leader saja, sedangkan ketua leader menggunakan topi bewarna hijau muda.
__ADS_1
Malam ini Indah berangkat kerja lebih awal dari pada biasanya, Indah ingin menghindari bertemu dengan Adit.
"Hei Ndah... Tumben berangkat pagi-pagi buta!" Ucap Shiela kepada Indah "Iya nih, tumben banget ada apakah gerangan?" Timpa Lilik sembari mereka duduk di samping Indah saat ini.
Indah tertawa mendengar ucapan temannya tersebut "Pagi-pagi buta? Haha... Ini malam mbk Shil, kalian ini ada-ada saja" Ucap Indah tertawa.
Semakin lama semakin banyak karyawan pabrik yang datang, begitupun dengan rekan leader Indah yang lain, mereka ikut mengobrol dan berebincang bersama Indah.
(Foto hanya sebagai pemanis ya 😁)
Rekan-rekan Leader Indah berdiri dan meninggalkan rest area untuk breefing bersama para atasanya, namun hanya Indah leader produksi yang masih duduk.
"Ayo gaes, nggak breefing apa? Malah duduk manis begitu?" Ucap Lilik kepada Indah sembari dia menarik tangan Indah untuk berdiri.
"Males ketemu dia Lik... Pengen pulang aku heemm" Sahut Indah dan berdiri.
__ADS_1
"Ingat Ndah... kamu tidak boleh terlihat lemah dihadapan Adit, terutama dihadapan Nanda. Tunjukan bahwa kamu kuat melawan batu kerikil tajam nan licin itu!!" Ucap Lilik menyemangati Indah sembari mereka terus berjalan ke area breefing para Leader.
"Iya sih Lik, aku nggak boleh kalah melawan si batu kerikil itu. Tapi hatiku masih sakit Lik" Timpa Indah memelas kepada Lilik.
" Yes, I see (Iya, aku tahu) Udah nanti lagi curhatnya" Ucap Lilik berbisik di telinga Indah, lantaran mereka sudah sampai di tempat breefing.
Indah dan para leader lainnya sudah berkumpul di area breefing, waktu sudah menunjukkan pukul 19.45 waktu breefing telah dimulai.
Terlihat wajah Indah sangat kesal saat ini, lantaran Adit terus melihatnya "Please, nggak usah lihatin aku seperti itu!" Ucap Indah dalam hatinya, sembari dia mendengarkan apa yang di bicarakan oleh Senior Manager yang berbicara dalam breefing saat ini.
"Maafkan aku Ndah!" Ucap Adit dalam hatinya yang terus melihat Indah disaat breefing saat ini.
Breefing telah usai dan semua leader dan ketua leader pergi meninggalkan lokasi area breefing saat ini, begitupun dengan Indah.
"Indah maafkan aku, aku mohon tolong balas pesanku!" Pesan masuk dari Bunga Soba yang Indah baca sembari dia mengawasi bawahannya tersebut.
"Maaf? Tunjukan dulu ke aku bahwa kamu sudah tidak mencintai si batu kerikil itu!" Gumam Indah yang tak membalas pesan masuk dari Adit.
__ADS_1
Bersambung....
Kamsahabnida sudah baca novel saya, Jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE dan tinggalkan masukan atau kritik yang membangun di kolom komentar ya 😊