Cinta dari Korea

Cinta dari Korea
Pengumuman


__ADS_3

Adit melihat pemandangan yang belum pernah dia liat sebelumnya, lantas Indah segera mengambil BH dan celana dalamnya tersebut.


"Maaf....!!" Ucap Indah menundukkan kepalanya dan pipinya seketika menjadi merah.


"Gpp ndah" Adit ketawa melihat tingkah Indah saat ini, lalu dia masuk ke kamar mandi Indah.


Adit sudah masuk di dalam kamar mandi Indah, sedangkan Indah yang masih membawa pakaian dalam ditangannya, lantas dia menuju keranjang pakaian kotornya.


Setelah itu Indah berjalan menuju ranjangnya yang tak jauh dari tempatnya semula. "Aduuhh.... Bodo banget aku, sumpah maluuuu....." Gumam Indah sembari dia menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang.


"Bodoh...bodoh...bodoh.. Kamu ndah, sumpah malu banget ya Allah" Indah berguling-guling di atas ranjangnya.


Adit sudah selesai dari kamar mandi, lalu dia keluar dan melihat Indah yang sedang berguling-guling. Adit ketawa melihat pemandangan saat ini sembari dia memegang ponselnya, hingga Indah melihat Adit yang tiba-tiba sudah berada di luar kamar mandinya.


"Eeehhh Adit" Indah berdiri dan menggigit bibir mungilnya karena malu.


"Kenapa ndah, kok guling-gulingan gitu sih?" Ucap Adit kepada calon istrinya itu.


"Hehehe... Gpp kok. Udah selesai ya?" Sahut Indah.


Adit ketawa "Iya udah kok ndah" Sahut Adit yang masih ketawa.


Lalu mereka keluar dari kamar Indah, tiba-tiba tangan Indah di pegang oleh Adit, lantas Indah berhenti dan menoleh ke belakang.


Saat tubuh Indah menoleh kebelakang, Adit sudah berada di depannya dan dia melihat wajah Indah.


"Maaf Ndah, jilbab kamu berantakan" ucap Adit sembari dia merapikan jilbab Indah saat ini.

__ADS_1


"....." Indah terdiam dan melihat wajah Adit, tubuh Indah yang sedada Adit membuat Indah mendongak ke atas.


Jantung Indah berdegup sangat kencang, entah apa yang Indah rasakan saat ini.


"Gantengnya..." Ucap Indah dalam hatinya dia melihat Adit saat ini.


"Udah selesai, makanya nggak usah guling-gulingan" Ucap Adit menyudahi kegiatannya yang merapikan jilbab Indah yang berantakan karena Indah berguling-guling tadi.


Indah tersenyum lebar "Hehe, terima kasih" Ucap Indah.


Kini mereka berdua kembali ke ruang keluarga dengan Indah yang berada di depannya Adit.


"Lama banget sih dit ngapain saja? Kalian masih belum sah ya, jadi nggak boleh nakal. Ok?" Ucap Dian


"Bunda nih, Adit nggak ngapa-ngapain kok Bun" sahut Adit sembari dia duduk.


Indah mengangguk dan merasa malu dengan ucapannya calon mertuanya barusan sontak pipi Indah menjadi merah.


"Adit juga tidak selancang itu, Adit akan menjaga Indah dengan baik hingga saat itu tiba" Sahut Adit menjelaskan dihadapan kedua orang tuanya dan kedua calon mertuanya.


Indah melihat Adit dengan tatapan penuh arti, dia kagum dengan apa yang baru saja Adit bicarakan.


Tanggal lamaran sudah ditentukan, hingga makan malam bersama sudah dilakukan. Kini jam sudah menunjukkan pukul 22.00 keluarga Adit dan kedua orang tuanya meninggalkan rumah Indah dengan menggunakan mobil hitam milik ayah Adit.


Didalam mobil yang mewah iyu, Adit duduk di kursi belakang sembari dia melihat ponselnya.


Dia tersenyum dan ketawa cekikikan karena melihat video Indah yang berguling-guling di atas tempat tidurnya. Adit sengaja merekam aksi Indah tadi sebelum Indah menyadarinya yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi Indah.

__ADS_1


Dian melihat anaknya dibelakang "Kamu kenapa sayang, kok ketawa sendiri" Ucap Dian.


Adit kaget dan menoleh ke kedepan "Gpp kok Bun" Ucap Adit.


"Kamu ini ada-ada saja dit. Ohh ya, gimana Indah menurut kamu sayang?" Ucap Dian sembari dia menoleh kebelakang.


"Indah ya Bun??? Cantik dan lucu" Jawab Adit dan tersenyum kepada ibundanya.


Sementara itu...


Setelah Indah membantu ibunya membereskan semuanya, Indah pergi ke kamarnya untuk beristirahat.


Sebelum tidur Indah menggunakan rangkaian skincare Korea untuk malam hari. Setelah itu dia beranjak ke tempat tidurnya dan membaringkan tubuhnya ke ranjangnya.


Indah mengingat kejadian tadi "Ya Allah nggak nyangka ternyata pak Adit manager ku dan seorang pria yang aku temui beberapa kali di Korea dan yang lebih nggak nyangka dia yang di jodohkan untukku"


"Kenapa dari awal aku tidak tau kalau dia anaknya Tante Dian ya??" Gumam Indah.


Indah mengingat kejadian saat mereka di kamar Indah "Sumpah malu banget ya Allah, kenapa itu dalemanku aku taruh di situ sih.., tapi kan aku juga nggak salah, itu kamar mandiku jadi terserah aku dong mau taruh dimana? Tapikan... Aduuh maluuu ..." Indah berdebat pada dirinya sendiri mengingat kejadian tadi.


"Kenapa hatiku jadi berdebar begini sih? Apa aku sudah mulai jatuh hati ke Adit?" Ucap Indah yang masih dalam posisinya terbaring di atas ranjangnya.


Lalu Indah tersenyum dan tertawa sendiri mengingat semua kejadian yang dia lalui bersama Adit. Mulai dari tidak sengaja bertemu di Korea, Adit menabrak Indah lalu bertemu lagi di Jumunjin Beach dan Adit memberikan buket bunga soba kepadanya hingga Indah menemukan foto Adit di salah 1 fotonya saat di Seoul Namsan Tower dan bertemu lagi di depan minimarket saat salju pertama turun.


"Nggak nyangka bisa seindah itu pertemuanku dengan Adit, hingga dia orang yang dijodohkan untukku dan ternyata dia Manager di perusahaanku" Gumam Indah yang masih mengingat semua kejadian saat bersama Adit.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2