Cinta dari Korea

Cinta dari Korea
Episode 90 "Pagi Hari Yang Menyenangkan"


__ADS_3

Keesokan paginya Indah sudah bangun dari shubuh dan sudah memasak untuknya, Adit dan kedua calon mertuanya tersebut.


"Tumben nih anak belum bangun? Masak cuma shoping kemarin aja capek?" Gumam Indah yang saat ini sudah selesai masak dan melepaskan celemeknya, lalu dia berjalan menuju kamarnya Adit tersebut.


"Di ketuk nggak ya? Nggak usah deh" Ucap Indah dalam hatinya yang saat ini dirinya sudah berada tepat di depan pintu kamarnya Adit tersebut.


Indah membuka kamarnya Adit, tampak gelap dan hanya diterangi lampu tidur dikedua sisi ranjangnya tersebut, kamar Adit lebih luas dari pada kamar tamu yang menjadi kamar Indah menginap dirumahnya tersebut.


Indah melihat Adit masih tidur dengan lelap dengan selimut tebal yang menutupi tubuhnya Adit tersebut, Indah berjalan mendekati dengan senyumannya yang mengembang di bibir manisnya tersebut.


Indah melihat wajah Adit yang begitu tampan saat dia tertidur saat ini, hidungnya yang mancung, matanya yang bulat dan sedikit sipit serta bibirnya yang sexi membuat Indah tersenyum sendiri saat ini.


Indah duduk di ranjangnya Adit dan masih melihat wajah calon suaminya tersebut, "Pantes banyak banget cewek yang mendekatimu" Gumam Indah yang melihat Adit dengan tatapan terpesona akan ketampanannya Adit tersebut.


Indah menyibakkan poninya Adit, dia melihat wajahnya yang begitu manis dan lucu menurutnya, "Kiyowoyo (Lucunya)" Ucap Indah pelan sembari dia mengelus pipi Adit dengan tangannya secara pelan tersebut.


Indah juga mengelus hidung mancungnya Adit dengan jari telunjuknya, "Hidungmu ..." Ucap Indah pelan sembari tertawa kecil melihat hidung Adit yang begitu mancung tersebut.


Dan Indah benar-benar tersipu malu saat dirinya mencoba memegang bibirnya Adit, dia tersenyum sendiri saat memegang bibir Adit dengan pelan itu, lantaran dia mengingat kejadian dimana bibir Adit ini sudah merenggut bibirnya di taman pabrik waktu itu.

__ADS_1


Ciuman pertama di bibir yang begitu berkesan buat Indah, hingga membuatnya masih terngiang dengan kejadian waktu itu, sampai sekarangpun Indah masih ingat rasanya saat bibir Adit mencium bibirnya tersebut.


Indah masih asik memandang wajah tampan dan memegang bibir Adit dengan pelan tersebut dan tiba-tiba Indah terkejut saat Adit terbangun dan langsung memeluknya.


"Aahhh ..." Suara Indah terkejut saat Adit memeluknya dengan erat, hingga posisi Adit dibawah dan Indah yang berada tepat di atas tubuh Adit yang masih memakai selimut tersebut.


"Adit?? Lepas!!" Ucap Indah yang berusaha melepaskan dirinya dari pelukannya Adit tersebut, bukannya dilepaskan Adit malah memeluk Indah semakin erat, hingga wajah Indah tenggelam di dada bidangnya Adit tersebut.


"10 menit saja, izinkan aku memeluk kamu seperti ini sayang!" Ucap Adit kepada Indah yang saat ini masih memeluk Indah.


Dan Indah berusaha untuk melepaskan pelukannya Adit, namun sayang pelukannya semakin erat saat dirinya berusaha melepaskan pelukan tersebut.


Tampak wajah Indah tersipu malu dengan keadaan saat ini, jantungnya berdegup kencang tidak bisa dikondisikan, hanya bisa pasrah menerima pelukan yang hangat di bagi hari ini.


Adit mencium rambut Indah yang wangi tersebut, dengan tangannya yang masih memeluk tubuh mungil Indah dengan erat, wajah Adit tampak begitu bahagia dengan kondisi seperti ini.


Tiba-tiba pintu kamar Adit ada yang mengetuk, "Tuan ..." Ucap perempuan parubaya yang bekerja di rumah Adit sebagai asisten rumah tangganya tersebut.


Sontak Indah dan Adit terkejut dan langsung bangun dari posisi mereka, Indah merapikan rambutnya yang berantakan karena dipeluk dengan erat oleh Adit tersebut.

__ADS_1


Tangan Adit meraih tangan Indah yang saat ini Indah akan membukakan pintunya tersebut, "Jangan!" Ucap Adit pelan kepada Indah, sembari dia menggelengkan kepalanya seraya tidak memperbolehkan Indah membukakan pintu kamarnya tersebut.


"Kamu disini dulu, biar aku yang bukain" Timpa Adit berbisik di telinganya Indah dan langsung beranjak untuk membukakan pintu kamarnya tersebut.


"Ada apa mbak?" Ucap Adit kepada Mbak Tia asisten rumah tangganya yang sudah mengabdi di keluarganya selama 10 tahun tersebut.


"Itu tuan, nona Indah kemana ya? Kok masakannya ditinggal begitu saja? Saya cari di kamarnya tapi nggak ada" Sahut Tia wanita yang berusia 40 tahun kepada Adit tersebut.


"Oh, Indah? Mungkin dia sedang di kamar mandi, tolong mbak bereskan dulu ya!" Ucap Adit berbohong kepada Tia tersebut.


Setelah mendengar penjelasan dari Adit, lantas Tia beranjak pergi dan membereskan masakan Indah yang sudah matang namun belum di masukkan ke dalam kotak makanan tersebut.


Kini Indah dan Adit yang berada di dalam kamar tertawa cikikan, aksi mereka yang berpelukan di dalam kamar hampir saja ketahuan oleh asisten rumah tangganya tersebut.


Setelah mereka mandi dan bersiap-siap, kini mereka sudah siap berangkat menuju Rumah Sakit untuk sarapan bersama Dian dan Hermawan tersebut.


Tak lupa Indah dan Adit juga sudah bersiap dengan barang mereka yang akan mereka bawa untuk kembali ke Kota C, karena jam 2 siang pesawat mereka sudah harus terbang menuju Kota C tersebut.


Bersambung ...

__ADS_1


Kamsahabnida sudah baca novel saya, Jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE dan tinggalkan masukan atau kritik yang membangun di kolom komentar ya 😊


__ADS_2