Cinta dari Korea

Cinta dari Korea
Episode 59 "Terungkap Sudah"


__ADS_3

😭😭😭


Indah sudah sampai di rumahnya Lilik, Indah turun dari taxi sembari tangannya mengusap air matanya.


Tampak Lilik sedang menunggu Indah di depan pintu rumahnya, Indah berjalan menuju Lilik dan tersenyum manis seolah tidak ada apa-apa yang terjadi padanya.


"Ada apa Ndah? Kok tumben kamu nginep di rumahku? Ayo masuk Ndah!" Ucap Lilik sembari dia membukakan pintu untuk Indah.


Indah tersenyum "Gpp lik, aku cuma bosen di kost. Masak aku nggak boleh aku menginap disini?" Sahut Indah.


"Gpp lah Ndah, cuma aneh aja. Kamu duduk dulu, sebentar ya" Ucap Lilik mempersilahkan Indah duduk dan meninggalkan Indah sebentar untuk mengambilkan minuman.


Indah sudah masuk di rumahnya Lilik, Indah disambut dengan hangat oleh keluarganya Lilik.


"Ayo Ndah kita tidur di kamar ku" Ucap Lilik sembari dia menggandeng tangannya Indah seraya mengajak masuk ke kamarnya.


" Welcome to my palace (Selamat datang di istanaku)" Sambutan Lilik kepada Indah.


"Palace? hahaha..." Timpa Indah ketawa mendengar ucapannya Lilik barusan.


"Iyalah, kalau rumahku istanaku itu bohong. Karena rumahku milik kedua orang tuaku, kalau kamarku baru istanaku hehe..." Sahut Lilik sembari ketawa dan mempersilahkan Indah masuk ke kamarnya.


Indah sudah di kamar Lilik, Lilik menyuruh Indah untuk mengganti pakaiannya.


Hari sudah semakin larut malam, Indah sudah berada di dalam kamar Lilik dan berganti pakaian tidurnya Lilik.

__ADS_1


"Ndah? Kok nomor kamu nggak aktif sih? Aku kira kamu nggak jadi kesini" Ucap Lilik


Indah tersenyum "Batraiku habis, makanya hpku mati. Maaf ya?" Sahut Indah.


Indah lupa membawa ponsel Adit, tiba-tiba ponsel Adit berbunyi sontak Indah terkejut dan membuka tasnya.


"Ya ampun, hpnya Adit... Kok aku bawa sih?" Gumam Indah.


Indah melihat ada nomor baru yang menghubungi Adit saat ini "Apa aku harus angkat ya?" Ucap Indah dalam hatinya.


Indah mengangkat panggilan teleponnya "Adit, kamu masih berada di cafe sekarang?" Ucap seorang wanita yang berada di panggilan telepon tersebut.


Deg... Jantung Indah serasa berhenti berdetak, mendengarkan apa yang baru saja dia dengar saat ini.


"Adit...? Adit...? Halo....? Kenapa kamu diam? Jawab dit!!! Apa kamu sudah menghapus semua kenangan kita 7 tahun lalu? Apa rasa cinta itu sudah hilang? Jawab dit!! Lalu apa yang kamu maksud dari ucapamu tadi dit?" Ucap wanita tersebut.


Hati Indah benar-benar hancur saat ini, tidak terasa air matanya jatuh membasahi pipinya.


Lilik melihat Indah yang menangis seusai dia mengangkat telepon "Indah, kenapa kamu nangis? Ada apa? Apa yang terjadi?" Ucap Lilik penasaran.


Indah diam tidak menjawab pertanyaan Lilik dan menangis terisak, Lilik mendekap tubuh Indah dan memeluknya.


"Kenapa Ndah kamu nangis? Kamu cerita sama aku" Ucap Lilik dan masih mendekap tubuh Indah.


Indah menangis semakin jadi, air matanya terus keluar hingga dia terisak dalam tangisannya.

__ADS_1


Lilik masih mendekap Indah yang tengah nangis "Kenapa ndah? Apa ini karena pak Adit? Coba kamu cerita sama aku!" Ucap Lilik


Setelah beberapa saat Indah masih menangis, lalu Indah menceritakan apa yang dia rasakan saat ini tentang hubungannya dengan Adit.


Semuanya sudah diceritakan sama Lilik, Lilik pun memberi saran dan masukan kepada Indah yang tengah terdiam dengan matanya yang sembab.


Cukup lama mereka bercerita, hingga waktu sudah menunjukkan tengah malam "Ya udah sekarang ayo kita tidur, ingat besok pagi kita ada acara leadership" Ucap Lilik sembari dia menepuk bahu Indah.


"Kamu tidur dulu aja Lik, aku masih belum ngantuk" Sahut Indah.


"Ok, tapi inget jangan tidur terlalu malam dan nggak boleh nangis lagi! Ya udah aku tidur duluan ya Ndah?" Ucap Lilik kepada Indah sembari dia mematikan lampu tidur yang berada di sampingnya.


Lilik pun tidur meninggalkan Indah yang masih terdiam, sembari dia memainkan ponselnya Adit.


Indah mencoba untuk membuka ponsel Adit dengan kata sandi yang masih Indah belum ketahui, Indah beberapa kali memasukan kata sandi namun berulang kali gagal.


Hingga Indah teringat saat tanggal pertama kali mereka tunangan dan akhirnya bisa dibuka juga ponselnya Adit.


Indah melihat semua galeri foto dan video yang berada di dalam ponselnya Adit, tak lupa di juga mengecek pesan masuk dan panggilan teleponnya.


Saat Indah melihat galeri foto Adit, Indah melihat banyak sekali foto 7 tahun yang lalu saat Adit dan Nanda menjalin kasih. Tampak bahagia dan penuh cinta itulah yang tersirat dari foto mereka berdua.


Hati Indah benar-benar hancur, saat melihat postingannya Adit di media sosialnya saat mencium pipi Nanda di atas Seoul Namsan Tower dengan caption di fotonya yaitu Wanita yang pertama dan terakhir.


Indah melihat semua postingannya Adit sembari air matanya terus membasahi pipinya yang putih mulus tanpa ada noda di wajahnya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2