
🤣🤣🤣
Indah dan Adit berada di dalam mobil saat ini, Indah melihat Adit yang duduk disampingnya, tampak wajah Adit kesal.
Adit mengendari mobilnya dengan wajah kesal dia tidak melihat Indah sama sekali, bahkan untuk meliriknya pun tidak.
"Duh.. bagaimana ini? Adit kelihatannya kesal lihat aku sama Dimas tadi, apa dia cemburu ya? Hahaha... Dia cemburu" Ucap Indah dalam hatinya dan tersenyum sendiri.
Mereka sudah sampai di rumah Adit, Adit jalan duluan masuk ke dalam rumahnya, wajahnya masih tampak kesal.
Indah mengikutinya dari belakang dan tertawa melihat sikap Adit saat ini, hingga mereka sudah sampai di ruang TV.
Adit berhenti dan menoleh ke belakang "Kamu tidur disini, aku tidur di kamarku hari ini. Ohh iya, di meja makan sudah ada nasi goreng" Ucap Adit sembari dia melanjutkan langkahnya.
"Kok aku tidur di ruang TV? Kamu nggak ikut sarapan dit?" Sahut Indah kepada Adit.
Adit tidak menjawab pertanyaan Indah, dia langsung pergi menuju kamarnya.
* Di dalam kamar *
"Apaan sih, udah tau mau lamaran, udah punya calon juga, berani-beraninya dia duduk berdua sama laki-laki lain" Gumam Adit sembari dia melepaskan bajunya karena dia akan mandi.
__ADS_1
"Adit...?" Indah membuka kamarnya dan melihat pemandangan Adit yang tengah telanjang dada, terlihat dada bidangnya, kulitnya yang putih mulus membuat siapapun pasti terpikat melihatnya saat ini.
Adit menoleh ke Indah, Indah berteriak sembari dia menutupi matanya dengan tangannya "Aahhhh..." Teriak Indah.
"Gila Adit, main buka-bukaan baju aja" Gumam Indah dan pipinya memerah, entah kenapa udara tiba-tiba menjadi panas.
Adit ketawa melihat Indah yang kaget karena melihatnya dengan kondisi seperti ini "Haha... Main masuk aja ke kamar orang, mungkin dia anggap kamar ini udah menjadi kamarnya" Gumam Adit.
"Adit, ayo sarapan. Nasi goreng buatanmu enak banget loh, Jeongmal Masita ( Beneran enak)" Indah mengirim pesan kepada Adit.
Setelah cukup lama Indah menunggu Adit tidak keluar juga dari kamarnya, lantas Indah memakan nasi goreng buatan calon suaminya itu seorang diri.
Setelah sarapan dan bersih-bersih rumah, Indah sudah mandi saat ini, tak lupa sebelum tidur dia memakai rangkaian skincarenya.
"Tok..tok.. tok..." Bunyi suara pintu terketuk, Indah mendekatkan telinganya di depan pintu tidak ada jawaban dari Adit, sehingga Indah langsung masuk ke dalam.
Indah mengambil kotak riasnya, dia duduk di kursi sembari tangan kirinya memegang kaca riasnya dan tangan kanannya mengoles cream ke dalam wajahnya.
"Xixixi... Berani-beraninya dia masuk kamarku dan berbuat seenaknya" Ucap Adit dalam hatinya yang pura-pura tertidur dan mengintip Indah saat ini.
Setelah Indah memakai skincarenya dia mengambil baju tidurnya yang berada di dalam lemari Adit, setelah itu Indah keluar.
__ADS_1
* 30 menit kemudian *
Adit masih belum bisa tertidur, lantaran dia masih memikirkan kejadian tadi pagi, melihat Indah duduk berdua dengan laki-laki lain.
Bibir Adit manyun dan memasang muka kesal "Siapa dia? Kelihatan sekali Indah dan dia kenal sangat dekat" Gumam Adit mengingat kejadian tadi.
Adit berjalan keluar kamarnya, Adit melihat Indah yang tengah tertidur di sofa dengan televisi yang masih menyala.
Indah tidur dengan posisi miring, tidak memakai selimut sehingga terlihat tubuh sexy Indah.
Saat ini Indah hanya memakai baju tidur diatas sedengkul, terlihat sedikit pahanua dan kaki Indah putih mulus tanpa ada bekas noda sedikitpun.
Wajahnya yang cantik tanpa polesan rias, bibirnya yang kecil bewarna merah alami dan matanya yang terpejam dengan indahnya membuat Adit kagum akan kecantikan alami Indah.
Adit menggelengkan kepalanya melihat Indah "Dengan santainya dia tertidur dengan posisi seperti itu, dasar..." Ucap Adit sembari dia menutupi tubuh Indah dengan selimutnya.
Adit melihat Indah yang sedang tidur "Jangan nakal ya, aku sungguh tidak bisa mengekspresikan bagaimana perasaanku saat ini terhadapmu" Ucap Adit pelan sembari tangannya mengelus poni Indah.
Setelah itu Adit mematikan televisi dan lampu yang masih menyala dan beranjak pergi menuju kamar tidurnya.
"OMO...(astaga) Adit bilang apa barusan? Dia tidak bisa mengekspresikan perasaannya kepada ku? Maksudnya apa? Dia masih ragu dengan aku? Apa dia tidak mencintai aku? Atau dia mencintai aku? Ahh...Apa maksud dia tadi...?" Gumam Indah yang terbangun setelah Adit masuk ke kamarnya.
__ADS_1
Indah memegang kepalanya "Aku nggak mimpi kan? Dia tadi menyentuh rambutku?" Indah tertawa cekikikan merasakan sentuhan yang Adit berikan tadi.
Bersambung...