
"Ndah, mulai hari ini kita harus over time 2 jam selama 1 bulan" Ucap Fitriana Ketua Leader dari departemen Indah sembari dia menepuk bahu Indah.
Indah yang berdiri di depan meja Leadernya sontak terkejut dan menoleh ke arah sumber suara tersebut "Over Time mbak? Kok tumben mendadak?" Sahut Indah.
"Iya... aku juga nggak tahu Ndah, soalnya tadi dapat loadingnya juga mendadak. Coba deh kamu tanya sama pak Adit, kan pak Adit calon suami kamu, jelas beliau tahu kenapa kita over time" Ucap Fitriana kepada Indah sembari dia menyerahkan dokumen Loading yang merupakan daftar produk yang harus dikerjakan.
"Oh, hehe iya mbak"
Indah mengambil dokumen tersebut "Ok, nanti saya kasih tahukan ke anak-anak yang lain" Timpa Indah sembari dia membaca dokumen tersebut.
"Tumben sih OT (Over Time) segala" Gumam Indah yang sembari dia masih membaca dokumen loading lembur tersebut.
Setelah Indah membaca dokumen loading tersebut, Indah lantas memberitahukan kepada para bawahannya bahwa mulai hari ini akan ada Lembur 2 jam setiap hari selama 1 bulan.
"Yee... OT, udah lama mbak in aku pengen OT. Pengen ngerasain dapat gaji sampai 10jt hehe" Ucap Tika kepada Indah yang tengah berjalan dibelakang Tika tersebut.
"Kamu ini Tik, OT kok seneng? Capek tau..." Sahut Indah sembari dia meneruskan langkahnya.
"Mbak Ria, aku pamit ke toilet ya" Ucap Indah kepada Ria Leader Quality di Departemen Indah tersebut.
"Ok, cepet loh Ndah! Entar anak-anakmu keteter, aku nggak bisa bantuin soalnya" Timpa Ria dengan keras.
Indah yang sudah berjalan di jalur hijau tua mengangguk seraya menjawab pertanyaannya Ria tersebut, jalur hijau tua merupakan jalur khusus untuk area berjalan dan sedangkan untuk area produksi bewarna hijau muda.
Indah pergi ke toilet yang tak jauh dari departemennya, yaitu terletak di dekat kantor utama dari pabrik tersebut.
Dari kejauhan Indah melihat Adit yang juga berjalan ke arahnya "Itu Adit!!" Gumam Indah saat melihat Adit dan pura-pura tidak melihatnya.
"Aduh... Gimana ini" Ucap Indah dalam hatinya karena kebingungan harus bagaimana menghadapi Adit saat ini.
Adit yang tersenyum melihat Indah terlihat dia sangat senang "Selamat pagi bu Indah" Sapa Adit Managernya tersebut kepada Indah.
"Ah... Sial, kenapa dia harus sapa aku segala di hadapan orang banyak sih?" Ucap Indah dalam hatinya.
Indah melihat Adit sembari bibirnya tersenyum kepadanya "Pagi pak Adit" Ucap Indah dengan singkat, karena dia menahan malu lantaran dia masih mengingat kejadian waktu istirahat tadi saat Adit mencium bibirnya.
Wajah Adit terlihat sangat senang melihat wajah Indah tersipu malu yang sekarang berpapasan dengannya "Maaf ya Indah" Ucap Adit dalam hatinya, saat mengingat dia dengan beraninya mencium bibir mungilnya Indah.
__ADS_1
Indah berjalan cepat menuju toilet, sembari jantungnya masih berdegup kencang mengingat ciuman pertamanya tadi yang berhasil di renggut oleh calon suaminya tersebut.
"Aduh, baru pertama kali jantungku serasa copot saat ketemu dia" Ucap Indah yang saat ini sudah di dalam toilet.
Sementara itu Adit yang berjalan di pinggir area produksi melihat ke arah Line 5C yang merupakan departemen Indah "Selamat pagi pak Adit, lagi mencari Indah apa?" Sapa Fitriana kepada Adit sembari dia menundukkan kepalanya tersebut.
Adit tersenyum "Iya pagi bu Fitriana, nanti pada pukul 5 tolong ibu sampaikan kepada bu Indah untuk menemui saya di ruangan kerja saya ya" Ucap Adit kepada Fitriana tersebut.
"Baik pak, akan segera saya sampaikan kepada Indah" Timpa Fitriana kepada Adit sembari tersenyum.
Adit menundukkan kepalanya seraya pamit pergi dari lokasi tersebut, tidak berselang lama Indah sudah datang dengan wajahnya yang senang bercampur kesal itu.
"Indah...Indah, sini!!!" Ucap Fitriana yang memanggil Indah saat melihatnya sedang membenarkan topi kuningnya sembari berjalan menuju arahnya tersebut.
"Sini!! Barusan calon suami kamu kesini, beliau bilang nanti jam 5 pagi kamu disuruh menghadap beliau di ruangan kerjanya" Ucap Fitriana kepada Indah.
"Pak Adit mbak?? Yang bener? Kenapa aku harus ke ruangannya? Ahh... Nggak mau mbak!" Sahut Indah menolak dengan wajahnya yang terkejut itu.
"Loh, kok kamu nggak mau sih Ndah? Emangnya kenapa kamu nggak mau? Ini perintah Manager kita, bukan calon suami kamu! Ini di pabrik Ndah, jadi kamu harus profesional. Kalau di luar pabrik mah terserah kamu, emang kenapa sih? Kamu lagi marahan sama pak Adit?" Timpa Fitriana menjelaskan kepada Indah yang berada di meja Leadernya tersebut.
Indah tersenyum tipis "Bukan gitu mbak, nggak ada masalah kok. Ya udah deh nanti Indah temui pak Adit" Sahut Indah kepada Fitriana sembari lagi-lagi dia mengingat ciuman pertamanya itu.
"Eottokkae? Aku harus bagaimana nanti kalau ketemu Adit? Aku nggak siap ya Allah..." Ucap Indah dalam hatinya.
Mesin Conveyorpun berbunyi, pertanda ada masalah yang terjadi, sontak Indah menoleh ke atas untuk melihat di papan conveyor apa yang sebenarnya terjadi.
Benar saja ada kondisi abnormal yang terjadi saat ini, yakni ada kesalahan produk di area bawahannya itu, Indah dengan cepat berjalan ke meja Inspeksi untuk mengetahui kesalahan produk apa yang terjadi.
Jam sudah menunjukkan pukul 04.50, Indah yang sedari tadi berkutat dengan pekerjaannya memperbaiki produk yang salah atau cacat produk karena kesalahan salah 1 bawahannya yang masih baru masuk kerja malam ini.
"Ayo gaes semangat!! Pagi ini kita Over Time, jadikan slip gajimu sebagai motivasi kalian untuk bekerja dengan cepat sekaligus dengan teliti!!" Ucap Indah dengan keras untuk menyemangati bawahannya sembari dia berjalan tersebut.
"Rina? Semangat ya!! Meskipun kamu anak baru, tapi kamu harus lebih semangat lagi dalam bekerja! Jangan takut untuk menjadi lebih baik lagi meskipun tadi kamu membuat cacat produk, lebih teliti lagi ya. Fighting!!!" Ucap Indah menyemangati anak baru yang tadi membuat kesalahan produk.
Belpun berbunyi, yang menandakan pukul 05.00, sebagian karyawan yang tidak ikut lembur dari departemen lain telah pulang meninggalkan area produksi tersebut.
Indah teringat bahwa dia harus segera menemui Adit Managernya tersebut "Sudah waktunya Ndah!" Gumam Indah yang malas sekali untuk menemui Managernya itu.
__ADS_1
Indah berpamitan kepada Ria Leader Quality yang merupakan rekan kerjanya di Departemennya tersebut, Indah berjalan menuju kantor dengan perasaannya yang penuh dengan rasa keingintahuan alasan kenapa Adit ingin menemuinya di kantornya itu.
Indah sudah di depan loby kantor perusahaannya, suasana tampak sepi tidak ada karyawan pabrik, hanya ada beberapa staf kantor yang berkutat di dalam ruangan yang tertutupi dengan kaca pembatas antara ruangan 1 dengan ruangan lainnya.
Indah sudah sampai di depan ruangan Managernya, pintunya bewarna biru muda yang kontras dengan warna dinding kantor yang bewarna biru tua itu masih tertutup.
Indah mengetuk pintunya, jantung Indah berdegup kencang lantaran dia masih mengingat dengan jelas ciuman pertamanya tadi saat jam istirahat makan di taman pabrik tersebut.
"Iya, silahkan masuk" Ucap Adit dari dalam, Indahpun berjalan masuk "Maaf pak, ada hal penting apa bapak menyuruh saya menemui anda?" Ucap Indah kepada Adit yang sekarang dia sudah berada di depannya.
Adit tersenyum melihat Indah yang memalingkan wajahnya saat ini, Indah menatap mata Adit lalu memalingkan pandangannya lagi, Adit maju kedepan dan Indahpun mundur ke belakang.
Adit terus berjalan ke depan hingga membuat tubuh Indah membentur meja kerjanya tersebut, Indah menoleh ke belakang sudah tidak ada jalan lagi baginya untuk mundur ke belakang, sedangkan Adit masih terus maju mendekatinya.
Adit tersenyum licik kepada Indah, seolah akan ada sesuatu yang akan terjadi, jantung Indah berdegup kencang dan perasaannya sudah tidak karuan saat ini.
"Adit mau apa sih? Ucap Indah dalam hatinya yang melihat wajah Adit sudah dekat dengan wajahnya saat ini, Indah memundurkan sedikit kepalanya lantaran Adit masih terus mendekatkan wajahnya, hingga wajahnya dan Adit benar-benar sudah dekat.
Adit tersenyum dan menatap dalam mata Indah, sontak membuat Indah juga menatap mata Adit yang berada sangat dekat dengannya saat ini.
Dan tiba-tiba Adit memeluk tubuhnya dengan erat, Indah terkejut dengan apa yang dia rasakan saat ini "Maafkan aku Ndah, maafkan aku atas semua yang terjadi saat ini. Aku benar-benar mencintai kamu lebih dari apapun" Ucap Adit kepada Indah dengan tangannya yang menggenggam erat punggung Indah tersebut.
Indah merasakan tubuh hangat Adit yang memeluknya saat ini membuat perasaannya menjadi lebih tenang, Indah tersenyum dan merangkul tubuh Adit yang tinggi itu.
Mereka masih berpelukan di depan meja kerja Adit, hingga ponsel Indah yang ia taruh di saku bajunya pun bergetar, membuat mereka terkejut dan Indah melepaskan pelukan dari Adit tersebut.
Indah membuka ponselnya ada panggilan tak terjawab serta pesan masuk dari Fitriana ketua leadernya, Indah membaca pesan tersebut bahwa anak-anaknya banyak yang keteter sehingga ia harus segera kembali ke area produksi.
"Ada apa Ndah?" Ucap Adit kepada Indah yang saat ini sedang membaca pesan masuk dari ponsel pintarnya tersebut.
"Maaf pak Adit, saya harus kembali ke area produksi. Anak-anak saya saat ini sedang keteter, permisi..." Ucap Indah kepada Adit dan dia beranjak ingin meninggalkan Adit.
Adit meraih tangan Indah sontak Indah menoleh "Ada apa?" Ucap Indah, Adit mengelus kepalanya "Semangat ya lemburnya sayang, maaf kalau ini berita mendadak!!" Ucap Adit kepada Indah sembari dia tersenyum manis.
"Iya, ya sudah saya permisi dulu" Sahut Indah dan langsung meninggalkan Adit.
Indah berjalan ke area produksi sembari dia mengingat apa yang baru saja terjadi padanya "Ini pertama kalinya dia memanggil dengan sebutan sayang ke aku. Apa yang dia bilang tadi benar ya? Terus gimana hubungannya dengan Nanda? Kenapa aku tadi baper sih? Kenapa aku tadi nggak marah saat dia peluk? Kenapa aku malah menikmati apa yang dia lakukan terhadapku? Indah... Kamu bodoh, seharusnya kamu marah dengan dia, kenapa kamu malah baper sih??" Ucap Indah dalam hatinya sembari dia tersenyum sendiri.
__ADS_1
Bersambung ....
Kamsahabnida sudah baca novel saya, Jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE dan tinggalkan masukan atau kritik yang membangun di kolom komentar ya 😊