
Indah menangis melihat calon mertuanya terbaring di ranjang rumah sakit, dengan selang infus di tangan kirinya serta alat pembantu nafas yang melekat di hidungnya tersebut.
"Tante Dian, om kenapa?" Ucap Indah bertanya kepada Dian dengan wajahnya yang sedih. "Om gpp sayang" Sahut Dian sembari dia memeluk badan Indah yang berdiri di samping Adit tersebut.
"Om sakit apa tante? Sejak kapan om Hermawan dirawat?" Ucap Indah penasaran dan melihat mata calon mertuanya yang terlihat jelas raut wajahnya yang sedih tersebut.
"Apa Adit belum cerita sama kamu?" Ucap Dian sembari dia memegang tangan Indah, "Adit nggak pernah cerita apapun soal om Hermawan tante" Sahut Indah sembari air matanya terus berjatuhan di pipinya saat ini.
Dianpun menceritakan semua yang terjadi kenapa suaminya terbaring di rumah sakit saat ini, kondisi suaminya sempat kritis saat setelah operasi dan kembali dari masa kritis saat malam harinya.
Dian begitu terpukul lantaran suaminya harus menjalani masa pemulihan pasca operasi selama kurang lebih 3 bulan, karena cidera kakinya yang diakibatkan oleh kecelakaan mengakibatkan Hermawan harus istirahat total.
Kini bisnis property yang selama ini Hermawan pimpin tidak ada yang menggantikannya, sehingga terpaksa Aditlah yang harus meneruskan bisnis keluarannya tersebut.
Hermawan terbangun dari tidurnya, lantaran dia mendengar suara anaknya itu langsung menangis menahan rindu, semenjak kepulangan Adit dari Korea jarang ada waktu bersama dengan anaknya tersebut.
Hermawan memberikan semua bisnis propertinya kepada Adit anak tunggalnya tersebut, Aditpun mau tidak mau harus menerima keputusan ini.
__ADS_1
Adit terpaksa harus berhenti bekerja di Y GROUP JAPAN Perusahaan Rangkaian Automotif terbesar di dunia yang berpusat di Jepang tersebut.
Perasaan Indah saat ini campur aduk, antara senang karena calon mertuanya sudah melewati masa kritisnya dan perasaan sedih harus terpisah dengan Adit.
"Indah, mulai sekarang kamu panggil kita ayah dan bunda saja ya. Bunda harap kamu bisa mengerti keadaan keluarga kita, Adit anak kami satu-satunya sekaligus pewaris bisnis keluarga kita, terpaksa dia harus meneruskannya sayang" Ucap Dian kepada Indah sembari dia memegang tangan calon menantunya tersebut.
Indah tersenyum "Iya gpp yah, bun ... Indah mengerti kok, yang penting sekarang kondisi ayah baik-baik saja" Sahut Indah dengan matanya yang berbinar tersebut.
Mendengar ucapan dari calon menantunya itu, sontak Dian dan Hermawan matanya berkaca-kaca, dia sangat bangga dengan calon menantunya yang mandiri dan mengerti keadaan keluarganya tersebut.
Merekapun berbincang melepas rindu bersama dengan calon menantunya, hingga tidak mereka sadari waktu sudah menunjukkan tengah malam.
"Iya sayang, ini sudah tengah malam. Biar bunda saja yang menunggu ayah kamu disini, kita tau kalian capek karena tadi pagi kalian baru pulang kerjakan?" Ucap Dian yang juga menyuruh Adit untuk membawa Indah pulang ke rumahnya.
Setelah berpamitan dengan kedua calon mertuanya, Indah pergi bersama Adit menuju rumahnya yang terletak cukup dekat dengan rumah sakit ini, sembari tangan Adit masih terus menggandeng tangannya Indah tersebut mereka berjalan menuju mobilnya yang terparkir di parkiran rumah sakit ini.
Kurang lebih 15 menitan Adit mengendarai mobilnya menuju rumahnya dan kini mereka sudah sampai di rumah yang besar dengan asitektur modern serta terdapat air mancur di depan halaman rumahnya itu.
__ADS_1
Indah yang sudah turun dari mobilnya Adit, kini melihat di sekeliling rumah tersebut "Ini rumah kamu dit?" Ucap Indah kepada Adit, karena Indah terkejut dengan rumah Adit yang ternyata sangat besar dan luas.
Indah baru pertama kali melihat rumah sebesar ini, Indah tidak menyangka bahwa Adit ternyata anaknya orang kaya, dia selama ini hanya mendengar bahwa Adit adalah seorang Manager di perusahaannya.
"Yang bener ini rumahnya orang tua Adit? Masak sih? Emangnya Adit sekaya ini ya? Aku kok baru tahu sih?" Ucap Indah dalam hatinya sembari dia berjalan masuk ke dalam rumah Adit tersebut.
Tangan Indah masih berada di genggamannya Adit, Indah terheran dengan kondisi di dalam rumahnya Adit yang begitu mewah "Ternyata dia sekaya ini ya? Malu aku sama dia, aku kira keluarganya berasal dari keluarga sederhana, tapi ternyata dia berasal dari keluarga yang benar-benar tidak aku duga sebelumnya. Tapi kenapa dia begitu sederhana?" Ucap Indah dalam hatinya sembari dia melihat wajah Adit.
Melihat Indah yang melihatnya dan tersenyum sendiri, sontak Adit menghentikan langkahnya dan menatap Indah saat ini "Kenapa kamu melihatku dengan tatapan seperti ini?" Ucap Adit kepada Indah.
"Anniya ... (Tidak) aku nggak melihat kamu" Sahut Indah yang mengelak, lalu dia mengalihkan pembicaraannya "Dimana kamar aku?" Timpa Indah sembari dia melepaskan tangannya dari genggamannya Adit tersebut.
Adit tertawa melihat Indah lalu dia berjalan mendekatkan dirinya kepada Indah, Indah yang melihat gelagat Adit yang aneh ini membuatnya mundur ke belakang "Kamu mau apa? Jangan mentang-mentang ini dirumah kamu, kamu jadi bebas perlakuan aku seenaknya ya!!" Ucap Indah sembari dia berjalan mundur tersebut.
Adit tersenyum melihat Indah yang menaruh curiga terhadapnya "Ini kamar kamu" Ucap Adit sembari dia membukakan pintu kamar tersebut.
Bersambung ...
__ADS_1
Kamsahabnida sudah baca novel saya, Jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE dan tinggalkan masukan atau kritik yang membangun di kolom komentar ya 😊