
Foto hanya sebagai pemanis ya 😁
Nanda dan Dimas tengah menikmati Waflle coklat dengan toping Ice Cream diatasnya, setelah Dimas banyak bertanya kepada Nanda perihal hubungannya dengan Adit, kini Nanda ingin tahu tentang kehidupannya laki-laki yang berada di depannya tersebut.
"Kamu sudah lama menjadi dokter di rumah sakit kemarin?" Ucap Nanda kepada Dimas yang duduk di depannya tersebut.
Dimas tersenyum dan menatap mata Nanda "Baru 1 bulan yang lalu aku dipindah tugaskan di rumah sakit di kota ini, kenapa?" Sahut Dimas penasaran akan pertanyaan Nanda tersebut.
"Gpp..." Ucap Nanda dengan tersenyum sinis kepada Dimas "Kamu sudah lama kenal dengan Indah? Dan kok bisa kenal dengan Indah? Sedangkan latar belakang pekerjaan kalian berbeda" Timpa Nanda yang masih penasaran dengan kehidupannya Dimas.
"Aku dan Indah bertemu secara tidak sengaja sekitar 3 bulan yang lalu, saat kami 1 pesawat" Ucap Dimas menjawab pertanyaan Nanda.
"Ohh..." Sahut Nanda singkat, sembari dia terus menikmati Ice Creamnya yang tinggal sedikit lagi sudah habis.
Foto hanya sebagai pemanis ya 😁
Merekapun berbicara dan bertanya perihal kehidupannya masing-masing, Nanda yang terlihat sinis dan angkuh kini pelan-pelan terbuka sifat aslinya.
Nanda sudah menghabiskan ice cream dan minumannya "Makasih sudah baik hati mentraktir aku ice cream, aku pamit dulu" Ucap Nanda kepada Dimas sembari dia berdiri.
Dimas tersenyum manis "Iya sama-sama, lain kali dari pada kamu makan sendirian, kamu bisa menghubungi aku untuk menemani kamu makan" Sahut Dimas.
Nanda tidak menjawab dan hanya tersenyum tipis, lalu dia beranjak pergi meninggalkan Dimas yang masih duduk di posisinya tersebut.
Nanda keluar dari cafe dan berjalan menuju mobilnya bewarna merah yang terparkir di depan cafe tersebut.
__ADS_1
Dimaspun melihat Nanda yang sudah masuk ke dalam mobilnya dan sudah melajukan mobilnya tersebut
Foto hanya sebagai pemanis ya 😁
"Kasihan juga Nanda, dia begitu mencintai Adit" Ucap Dimas dalam hatinya sembari dia berdiri dan berjalan ke meja kasir untuk membayar makananya tersebut.
* Adit *
Adit sudah sampai di depan kostnya Indah, kali ini dia memberanikan masuk ke dalam kostnya Indah, namun sayang usahanya kali ini yang ingin bertemu dengan Indah gagal.
Lantaran kamar Indah terkunci dan teman Indah memberi tahu bahwa Indah pergi dari sore tadi, dengan wajah kecewanya Adit menunggu Indah di dalam mobilnya yang terparkir di depan kostnya tersebut.
"Kok ada mobil warna merah terparkir di depan kost sih? Kok kayak mobil Adit?" Ucap Indah dalam hatinya, saat Indah melihat ada sebuah mobil terparkir di depan kostnya yang Indah lihat dari kejauhan itu.
"Aduh aku harus kemana ini? Masak iya ke rumah Lilik? Rumah Lilik jauh lagi.. Masak iya aku harus temui dia, tapi aku males bertemu dengannya" Indah terus meracau sepanjang perjalanannya yang tak tahu arah dan tujuannya kemana.
"Ah iya ... Di kostnya Silvy aja" Ucap Indah dan langsung menuju kostnya Silvy yang tak jauh dari lokasinya saat ini.
Foto hanya sebagai pemanis ya 😁
Sementara itu Adit menunggu Indah di dalam mobilnya "Indah kemana sih? Aku telepon nggak di angkat, aku wa pun nggak dibaca. Semarah itukah kamu denganku ndah?" Gumam Adit yang masih memantau gerbang kostnya Indah yang bewarna hitam tersebut.
Hati Adit diselimuti dengan kabut hitam tebal nan pekat, lantaran dia merasa bersalah karena sikapnya terhadap 2 orang perempuan yang dia sayangi tersebut.
Adit mencintai dan menyanyi Nanda, namun Adit jauh lebih mencintai dan menyayangi Indah, perasaan bersalah kepada Indah membuat Adit mengambil keputusan besar untuk mengakhiri hubungannya dengan Nanda, meskipun dia masih mencintai Nanda sama seperti perasaannya 7 tahun yang lalu.
__ADS_1
Jam tangannya sudah menunjukkan pukul 18.20, Adit masih terjaga di dalam mobilnya seraya menunggu Indah yang sampai saat ini belum juga datang.
Dengan wajahnya yang cemas, Adit mencoba untuk terus menghubungi Indah lewat pesan singkat "Indah, tolong balas pesanku! Aku dari tadi menunggu kamu, kamu dimana?" Pesan terkirim dari Adit.
Indah yang sudah berada di kostnya Silvy dan tengah duduk berdua dengan sahabat sekaligus rekan kerjanya sembari ia makan cemilan yang Silvy suguhkan untuk Indah.
Indah berbincang dengan Silvy sembari dia melihat ponselnya, ia melihat ada pesan masuk dari Bunga Soba dan tidak sengaja jarinya menekan tombol buka pada pesan tersebut.
"Ya ampun...ini tangan nggak bisa dikondisikan apa? Kok bisa sih kebuka!!" Gumam Indah dengan kesal.
Silvy yang melihat Indah saat ini sontak menjadi tertawa "Ada apa sih ndah? Kok kamu sampai kayak gitu?" Sahut Silvy kepada Indah dengan penasaran.
Indah masih kesal dengan jarinya sembari dia tertawa "Hehehe.. Gpp sil" Ucap Indah. "Aduh... Eottokkae? Balas nggak ya? Kalau nggak dibalas, aku bakalan nggak bisa pulang-pulang ini dan nggak bisa kerja juga" Ucap Indah dalam hatinya itu.
Akhirnya Indah membalas pesan dari Adit "Maaf, aku ada acara. Mending kamu pulang saja! Aku kan udah bilang, jangan temui aku untuk beberapa hari ini!" Pesan terkirim kepada Bunga Soba.
Adit terkejut saat melihat pesannya dibaca oleh Indah, wajahnya yang kesal berubah menjadi senang "Indah... Indah baca wa ku" Ucap Adit kesenangan.
"Balas dong Ndah, Jeball!! (Kumohon)" Ucap Adit sembari dia terus melihat ponselnya itu.
Hampir 1 menit Adit melihat ponselnya dan Indah masih belum membalas pesannya itu, hingga Adit melihat ada tulisan "mengetik", sontak Adit terkejut dan senang bukan main.
Adit terus tersenyum dengan wajahnya yang tampan itu, dan pesan masuk dari Indahpun datang dan langsung ia baca.
"Yah...." Ucap Adit kecewa membaca pesan masuk dari Indah "Iya Ndah, ya sudah aku pulang. Kamu hati-hati ya saat pulang nanti, cepat pulang... Ini sudah hampir jam setengah 7, sebentar lagi kita bekerja" Pesan terkirim dari Adit.
Bersambung ....
Kamsahabnida sudah baca novel saya, Jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE dan tinggalkan masukan atau kritik yang membangun di kolom komentar ya 😊
__ADS_1