
Indah dan Adit masih berada di rumah sakit untuk menjenguk calon mertuanya, Indah bercengkrama bersama kedua orang tua Adit, tawa dan canda menghiasi perbincangan mereka.
Tampak begitu bahagia dan harmonis, itulah yang terpancar dari mereka berempat yang kini masih asik berbincang di dalam ruangan VIP kamar inap tempat ayah Adit menjalani perawatan medis saat ini.
Saat mereka tengah asik berbincang, tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar pintu, "Iya ... Siapa?" Sahut Dian dengan suara keras tersebut, sontak Indah, Adit dan juga Hermawan menoleh ke arah pintu.
"Biar saya saja bun" Ucap Indah kepada Dian yang saat ini berdiri dan akan membukakan pintu tersebut, "Iya sayang ..." Sahut Dian dan membiarkan Indah untuk membuka pintu tersebut.
Indah berjalan menuju pintu, lalu ia membukakan pintu tersebut, dengan senyuman yang mengembang di bibirnya Indah membuka pintu tersebut.
"Selamat pagi Hermawan?" Sapa seorang laki-laki parubaya yang berusia sekitar 45 tahun yang datang dengan 2 orang perempuan yang mendampinginya, 1 orang berusia sekitar 40 tahunan dan 1 orang berusia sekitar 22 tahunan.
Mereka bertiga langsung masuk ke dalam dan tidak menyapa Indah yang saat ini masih berada di belakang pintu tersebut, "Annyeong oppa?" Sapa perempuan berpostur tubuh tinggi sekitar 170 cm tersebut.
"Oppa?" Gumam Indah saat mendengar perempuan tersebut menyapa Adit, sembari Indah melihat mereka yang tengah berbincang dengan calon mertuanya tersebut, namun Indah dibuat terkejut saat perempuan tersebut tiba-tiba memeluk tubuh Adit dihadapannya.
"Aku kangen sama oppa" Ucap perempuan yang berambut pendek sembari dia memeluk Adit tersebut, sontak Adit dan kedua orang tuanya dibuat kaget dengan perlakuan perempuan tersebut.
Indah yang masih berdiri di belakang pintu itu menatap tajam dan kesal dengan apa yang dia lihat saat ini, Adit yang juga terkejut berusaha untuk melepaskan pelukan dari perempuan tersebut.
Dian dan Hermawan melihat Adit dipeluk oleh perempuan tersebut merasa kesal dan menatap Indah yang masih melihat Adit di peluk dengan perempuan tersebut dengan wajahnya yang seolah menahan amarah tersebut.
"Maaf, Hanny!!" Ucap Adit sembari dia melepaskan pelukannya dari perempuan tersebut. "Hanny?" Ucap Indah dalam hatinya seolah tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.
__ADS_1
"Hanny ... Kita semua tahu, kalau kamu suka dengan Adit, tapi jangan berpelukan di depan umum juga sayang" Ucap perempuan berpakaian rapi dengan tas berbranded yang dia pakai sekarang kepada anaknya itu.
Indah benar-benar dibuat kesal dengan pemandangan yang terjadi sekarang, Dian yang melihat Indah saat ini dengan wajahnya Indah yang kesal karena melihat Hanny memeluk Adit dan Dian menghampirinya.
"Ayo sayang, kamu jangan hiraukan mereka ya!" Ucap Dian berbisik kepada Indah sembari menggandeng tangannya dan berjalan menuju Adit tersebut.
"Hanny, perkenalkan ini calon menantu tante" Ucap Dian memperkenalkan Indah kepada Hanny anak dari rekan bisnis suaminya yang sekarang mengunjunginya tersebut.
Hanny tampak shock mendengar apa yang baru saja Dian katakan kepadanya, "Calon menantu tante?" Sahut Hanny dengan wajahnya yang seolah tidak percaya dengan apa yang dia dengar saat ini.
Indah menatap tajam mata perempuan tersebut dan tersenyum tipis kepadanya, "Iya, Indah adalah calon menantu tante, alias calon istrinya Adit" Timpa Dian menjelaskan dengan ditail kepada Hanny yang sekarang berada di hadapannya itu.
Kini wajah Hanny berubah menjadi kesal dan menahan malu atas apa yang terjadi saat ini kepadanya, "Oh, itu calon menantu kamu ya jeng? Hehe ... Baru tahu aku" Sahut Maria ibunya Hanny dengan wajahnya yang tidak mengenakan tersebut.
"Sini Hanny sayang, kamu kan juga punya oppa kesayanganmu yang lain. Adit itu sudah punya calon sayang, ayo sini!" Ucap Maria sembari dia menarik tangan anaknya tersebut.
Tampak wajah Hanny begitu kesal, matanya yang melirik Indah dengan tatapan yang tidak mengenakan tersebut, sembari tangannya disilangkan satu sama lain.
Adit melirik Indah yang saat ini sedang menahan emosinya sembari dia melihat Hanny dengan wajah kesalnya itu, tangan Adit memegang tangan Indah mencoba untuk menenangakan perasaannya.
"Ayo silahkan duduk!" Ucap Hermawan kepada Arman rekan bisnisnya tersebut, akhirnya mereka duduk dan mengobrol bersama-sama.
Indah yang duduk berdekatan dengan Adit saat ini masih terlihat kesal dengan kejadian tadi yang seolah tidak bisa dia lupakan begitu saja.
__ADS_1
Tampak di depannya Hanny terus melihat Adit dengan tatapan penuh harap, sesekali Hanny melirik Indah dengan wajahnya yang kesal tersebut.
Indah berusaha untuk membuat Hanny menjadi kesal kepadanya, dengan cara dia berbisik di telinga Adit "Ayo ikut aku keluar, hawanya disini terlalu panas" Ucap Indah kepada Adit sembari dia memasang wajah senang tersebut.
Melihat perlakuan Indah yang berbisik di telinga Adit saat ini, membuat Hanny menjadi tampak kesal, bahkan matanya yang terus melihat Indah dengan melotot tersebut.
"Permisi, kami ingin pergi dahulu" Ucap Adit dihadapan semua orang, sembari dia menggandeng tangan Indah dan berjalan keluar dari ruangan tersebut.
Indah dan Aditpun keluar meninggalkan ruangan inap VIP tempat ayahnya di rawat saat ini, tangan Indah yang dari tadi di gandeng oleh Adit, kini dia berusaha untuk melepaskan tangannya dari genggamannya Adit.
"Lepasin!" Ucap Indah dengan wajah kesalnya dan tidak melihat wajah Adit tersebut, Aditpun tersenyum dan menggenggam tangan Indah dengan erat dari pada tadi.
"Nggak mau" Sahut Adit kepada Indah dengan wajahnya yang masih tersenyum manis tersebut. Indah menatap mata Adit "Lepasin!" Timpa Indah dengan wajahnya yang kesal tersebut.
Adit memegang pipi Indah dan menatap matanya "Kamu cemburu ya?" Ucap Adit dengan wajahnya yang meledek Indah saat Ini.
Tangan Adit yang sudah melepaskan genggaman tangannya Indah kini dimanfaatkan Indah, Indah langsung pergi meninggalkan Adit dengan perasaannya yang kesal atas apa yang Hanny lakukan kepada Adit tadi.
Adit tersenyum melihat Indah "Dia kalau cemburu tambah cantik ya? Jadi pengen cium dia deh" Ucap Adit dalam hatinya sembari dia berjalan mengikuti Indah dari belakang tersebut.
Bersambung ...
Kamsahabnida sudah baca novel saya, Jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE dan tinggalkan masukan atau kritik yang membangun di kolom komentar ya 😊
__ADS_1