Cinta dari Korea

Cinta dari Korea
Episode 82 "BUCIN"


__ADS_3

"Ayo Ndah berangkat!!" Ucap Ririn yang mengetuk pintu kamar Indah, sembari dia membenarkan jilbab kerjanya yang bewarna putih tersebut.


"Iya mbak, bentar ..." Sahut Indah dari dalam kamarnya sembari dia mengambil topi leadernya dan setelah itu dia keluar dari kamarnya.


Indah, Ririn dan Iim berangkat bersama dengan menggunakan sepeda motor mereka masing-masing, 2 orang tersebut merupakan teman seperjuangan Indah saat mereka pertama kali bekerja di naungan Y GROUP JAPAN ini.


Kini Indah sudah sampai di dalam pabriknya, Indah berjalan menuju area checklock dan setelah itu dia menunggu waktu breefing leader di rest area.


"Ndah, tumben kamu sekarang nggak pernah dianterin sama pak Adit, kenapa Ndah? Oh ya, kamu sama pak Adit udah baikan kan?" Ucap Lilik kepada Indah yang saat ini sedang duduk di sampingnya tersebut.


"Kepo kamu Lik, aku sama dia ya gitu deh. Ayo kita berangkat breefing!" Sahut Indah tertawa sembari dia berdiri dan mengajak Lilik untuk breefing tersebut.


Indah dan para leader lainnya sudah berkumpul untuk breefing, tampak dari kejauhan Adit terus melihatnya, wajahnya yang tampan dan tubuhnya yang tinggi diantara para atasannya membuat dia menjadi sorotan banyak leader wanita di pabrik ini.


Indah menoleh ke kanan dan ke kiri, tampak leader wanita lainnya menatap wajah Adit seperti terpesona "Kenapa sih mereka lihat Adit kayak gitu? Bikin bete aja!" Ucap Indah dalam hatinya dan memasang wajah kesalnya tersebut.


Breefingpun dimulai, kali ini yang memimpin breefing adalah Senior Manager yang merupakan atasannya Adit, Senior Manager tersebut sedang membicarakan perihal quality produk yang dihasilkan oleh PT. X ini.


Indah mendengarkan breefing tersebut dengan fokus, namun tiba-tiba namanya disebut oleh Senior Managernya, membuat Indah terkejut dan tidak menyangka atas apa yang dia dengar saat ini.


"Saya sudah melihat hasil kerja dari semua leader yang berada disini, saya kagum terhadap salah 1 leader dalam perusahaan ini, karena dalam departemennya jarang sekali terdapat deffect produk (Cacat Produk) ataupun Customer Claim dari Y GROUP JAPAN, kita beri applaus kepada bu Indah Pratama Sari dari Departemen Line 5C" Ucap Senior Managernya tersebut.


Plok ... Plok ... Plok ... Suara tepuk tangan yang meriah, sontak wajah Indah tersipu malu dan matanya berbinar seraya tangannya menutup mulutnya, lantaran dia tidak bisa berkata-kata dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar saat ini.


"Wiiihh ... Bangga aku sama kamu Ndah! Lagi-lagi kamu" Ucap Lilik terkagum dan menepuk bahu Indah, sontak semua leader dan atasannya melihatnya saat ini.


Aditpun melihat Indah dengan tatapannya yang senang dan bangga atas apa yang Indah peroleh, sembari dia bertepuk tangan tersebut.


Wajah Indah benar-benar bahagia saat ini, dia berjalan bersama teman-temannya dengan perasaan suka citanya, lalu Indah berjalan menuju departemennya yang sudah ditunggu oleh bawahannya lantaran waktu breefing bersama dengan bawahannya sudah tiba.


Sementara Adit saat ini tengah meeting bersama para manager lainnya dan senior managernya, meeting berlangsung selama 1 jam di ruangan meeting di lantai 2 kantor perusahaannya tersebut.


Setelah meeting, Adit kembali di ruangan kerjanya, dia mengecek ponselnya lantaran dari tadi bergetar ada panggilan tak terjawab dari ibundanya yang tidak sempat dia angkat sewaktu meeting tadi.


Aditpun mendapat 1 pesan masuk dari Ibundanya "Adit, tolong Minggu ini kamu pulang ya sayang. Ayah kamu kangen denganmu, beliau dari sore saat bangun tadi terus menanyakan kabar kamu. Bila perlu, Indah kamu ajak kesini" Pesan masuk dari Dian ibundanya Adit tersebut.


Adit tersenyum senang mendengar berita bahwa ayahnya sudah sadar "Baik bun, Insyaallah Adit besok sore pulang, dikarenakan hari ini Adit masuk malam" Pesan terkirim dari Adit kepada Ibunya tercinta tersebut.


"Berati besok sore aku pulang, apa Indah mau ya aku ajak? Aku harus minta izin dahulu ke orang tuanya Indah" Ucap Adit dalam hatinya tersebut, sembari dia duduk di kursi kerjanya itu.


Adit sudah menelepon kedua orang tua Indah dan sudah mendapat izin untuk membawa Indah ke rumahnya yang berada di ibu kota tersebut, kini dia sedang membeli tiket secara online untuk keberangkatannya besok, hanya saja tiket untuk penerbangan sore hari sudah habis, tinggal malam hari saja.

__ADS_1


"Ya udah deh gpp, kasihan Indah kalau berangkatnya sore hari, dia pasti capek, apa lagi dia lembur hari ini" Gumam Adit sembari dia menatap layar laptopnya tersebut.


Saat ini Indah sedang mengawasi bawahannya di meja leadernya tersebut, tiba-tiba ponselnya yang dia taruh di sakunya bergetar sontak Indah mengambil ponselnya tersebut.


"Selamat malam bu Indah, selamat ya atas pencapaian yang luar biasa.Terima kasih juga atas kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlasnya di PT. X ini. Terus semangat meskipun harus lembur, Fighting sayang 😘" Indah membaca pesan masuk dari Bunga Soba untuknya.


Indah tersenyum dan tersipu malu membaca pesan dari Adit tersebut "Jelas, Indah gitu loh hehe ..." Gumam Indah yang hanya membaca pesan dari Adit dan tidak membalasnya tersebut.


Indah terus melanjutkan pekerjaannya, hingga tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 07.00, kurang 15 menit lagi Indah selesai kerjanya selama 8 jam dan ditambah lembur 2 jam tersebut.


"Capeknya ya Allah ... Kurang 15 menit lagi gaes, ayo semangat!" Ucap Indah yang sedang menulis berapa produk yang dia hasilkan selama kerja 10 jam tadi.


"Ayo gaes semangat, nanti malam libur, hari Senin masuk kerja lagi. Ayo ... Ayo ... Yang cepet kerjanya, kurang 10 menit lagi!" Timpa Indah yang menyemangati bawahannya tersebut dengan suara yang keras.


10 menit berlalu, belpun sudah berbunyi menandakan sudah waktunya Indah dan bawahannya pulang "Alhamdulillah Ndah ... Capek banget aku hari ini, anak-anak ku keteter. Untung anak-anakmu hari ini nggak membuat cacat produk" Ucap Ria yang berdiri di samping Indah, yang saat ini sedang menginput data di meja Leadernya tersebut.


"Alhamdulillah, aku juga udah selesai. Ayo pulang mbak! Weekend ... Weekend!!" Sahut Indah dengan suasana hatinya yang senang tersebut.


* Sore Hari *


Sore hari pukul 16.15, Indah terbangun lantaran ada yang mengetuk pintunya "Siapa sih? Ganggu orang tidur aja, nggak tahu apa kalau kalau habis lembur" Gumam Indah yang masih terbaring diatas ranjang kostnya.


Pintupun kembali di ketuk "Iihh ... Siapa? Ini hari libur, tolong jangan ganggu aku!" Ucap Indah sembari berteriak dan masih terbaring dengan telinganya ditutup oleh bantal.


"Ndah ...?" Ucap Adit yang terus memanggil namanya. Indahpun membuka pintu kamarnya tersebut "Adit!! Ada apa kamu kesini? Ini kan weekend" Timpa Indah dengan wajahnya yang penasaran tersebut.


Adit langsung masuk ke dalam kamarnya "Eh ... Kenapa kamu langsung masuk?" Ucap Indah yang tidak memperbolehkan Adit untuk masuk ke dalam kamarnya tersebut.


"Kenapa nggak boleh masuk? Inikan kamarnya istri aku!" Sahut Adit yang sekarang sudah duduk diatas ranjang tempat tidurnya Indah yang masih berantakan tersebut.


"Istri ... Istri! Ayo keluar!" Ucap Indah sembari dia menarik tangan Adit untuk keluar dari kamarnya tersebut.


Indah berusaha dengan kuat menarik tangan Adit untuk membuatnya keluar dari kamarnya "Ayo keluar, tunggu aku diluar saja!" Ucap Indah yang masih menarik tangan Adit, namun usahanya gagal lantaran kekuatan Indah tidak sebanding dengan kekuatan Adit, Adit kembali menarik tangan Indah, sehingga Indah tertarik dan duduk diatas pangkuannya itu.


Adit tersenyum licik saat Indah terjatuh di pangkuannya, Adit menatap mata Indah dan melihat wajahnya yang cantik alami tanpa polesan rias sedikitpun.


"Adit!!" Ucap Indah yang berusaha berdiri dari pangkuannya Adit. "Apa sayang?" Sahut Adit sembari tangannya sudah melingkar di pinggangnya Indah, sehingga Indah tidak bisa berdiri dan hanya bisa pasrah duduk di pangkuannya Adit.


"Lepaskan aku!" Ucap Indah yang berusaha melepaskan tangan Adit yang semakin erat memegang pinggangnya tersebut, Adit hanya tersenyum senang "Nggak mau, sebelum kamu cium pipi aku dulu!" Sahut Adit yang semakin menjadi saat ini.


Indah terkejut dengan apa yang baru saja Adit katakan kepadanya, pipinya sontak memerah dan tersipu malu "Lepaskan dit! Atau aku akan ..." Ucap Indah yang belum sempat dia lanjutkan, namun sudah dipotong pembicaraannya oleh Adit.

__ADS_1


"Akan apa? Akan menciumku? Haa ...?" Timpa Adit dengan wajahnya yang meledek Indah tersebut. Dan tiba-tiba tangan Indah mencubit perut sispex nya Adit dengan sangat keras, sontak Adit terkejut dan langsung melepaskan Indah.


"Aduh, sakit sayang ... Kamu ternyata jahat ya? Aku kira kamu perempuan yang lemah lembut!!" Ucap Adit yang kesakitan karena di cubit oleh Indah.


"Siapa bilang aku lemah lembut? Nggak ada ceritanya Indah seorang yang lemah, apalagi kalau dia ditindas oleh pelakor!" Sahut Indah yang sekarang berdiri itu.


Adit tertawa mendengar apa yang baru saja Indah katakan barusan, melihat Adit yang ketawa tersebut membuat Indah terkejut dan melihat Adit dengan wajahnya yang kesal tersebut.


Adit yang masih tertawa berjalan mendekati Indah "Cieye, ada yang jealous nih ..." Ucap Adit meledek Indah, sembari tangannya memegang dagu Indah tersebut.


Mendengar kata cemburu, Indah langsung memalingkan wajahnya "Siapa juga yang cemburu? Perempuan seperti dia bukan tandingan aku" Sahut Indah menjauh dari Adit, lalu mengambil handuk dan pakaiannya dan dia berjalan menuju kamar mandinya tersebut.


Adit tertawa melihat sikap Indah yang cemburu saat ini "Hahaha ... Kelihatan sekali Ndah kalau kamu itu cemburu. Ya sudah sayang, kamu mandinya jangan lama-lama ya!" Ucap Adit dengan keras.


"Kok bisa ya dia tidur sampai kayak gini?" Timpa Adit yang melihat kamar Indah berantakan seperti kapal pecah tersebut.


Dia langsung merapihkan kamar Indah yang berantakan, dia menata bantal dan guling Indah, setelah itu boneka beruang bewarna merah muda yang ukuran besar dengan tulisan huruf hangeul, yang artinya "Saranghaeyo" itu dia lihat dengan tatapan yang sinis.


"Saranghaeyo? Emang ada boneka beruang di Indonesia yang bertulisan kayak gini? Apa boneka ini pemberian dari mantannya yah? Siapa mantan dia? Aku bahkan belum pernah membelikannya boneka" Gumam Adit dengan wajahnya yang kesal lantaran melihat boneka tersebut, sembari dia masih terus merapihkan kamar calon istrinya tersebut.


Kamar Indah yang berantakanpun kini sudah rapi "Kita lihat dimana dia meletakkan tasnya" Ucap Adit yang berjalan menuju lemari pakaiannya Indah dan sedang mencari sebuah tas itu.


"Ketemu!!" Timpa Adit yang sudah mendapatkan apa yang dia cari, yakni tasnya Indah yang berukuran sedang untuk memuat pakaian Indah.


Aditpun memilih pakaian yang akan digunakan oleh Indah nanti, tak lupa dia juga mengambil pakaian dalam Indah, yaitu BH dan celana dalamnya dan dia masukan ke dalam tas tersebut.


Adit berjalan menuju meja rias Indah, dia melihat ada banyak kosmetik Indah yang tertata rapi di meja tersebut "Loh, ini semua kan brand kosmetik dari Korea!!" Ucap Adit yang mengambil serumnya Indah tersebut.


"Sulwhasoo Snowise Brightening Serum, ini harganya mahal loh... Indah juga pakai produk Innisfree Jeju Cherry Blossom Tone Up Cream dan ini juga dari Lancome" Gumam Adit sembari dia memegang semua produk yang baru saja dia katakan.


"Dasar perempuan, kalau suka dengan Korea, semua dia pakai. Bahkan kosmetik ini semua yang terkenal di Korea pun ada disini, tapi ada banyak juga kosmetik Korea disini. Aku kira dia cuma pakai dari 1 brand saja" Gumam Adit yang masih melihat kosmetik Indah tersebut.


"Adit?" Ucap Indah tiba-tiba yang membuatnya terkejut dan langsung menoleh kebelakang "Kamu ngapain? Kamu mau dandan ya?" Timpa Indah sembari dia tertawa meledek Adit tersebut.


Aditpun ikut ketawa mendengar apa yang baru saja Indah katakan kepadanya "Ya sudah, kamu cepat ganti pakaian kamu ya! Aku tunggu kamu di luar" Ucap Adit.


"Emangnya kita mau kemana?" Sahut Indah penasaran. "Nanti kamu juga tahu, jangan lupa kamu bawa kosmetik yang kamu butuhkan ok? Ya udah aku tunggu kamu di luar" Timpa Adit dengan membawa tas Indah yang berisikan pakaiannya tadi dan langsung meninggalkan Indah tersebut.


"Mau kemana sih?" Gumam Indah sembari dia duduk di meja riasnya tersebut, dia menoleh ke tempat tidurnya yang sudah rapi "Hahaha ... Jadi dia yang merapihkan semua ini?" Ucap Indah tertawa yang melihat kamarnya sudah rapi karena sudah dirapikan oleh Adit.


Bersambung ...

__ADS_1


Kamsahabnida sudah baca novel saya, Jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE dan tinggalkan masukan atau kritik yang membangun di kolom komentar ya 😊


__ADS_2