Cinta dari Korea

Cinta dari Korea
Episode 75 "Wanita Angkuh dengan Hati yang Rapuh"


__ADS_3

Wajah Nanda tampak kesal dan marah saat Indah pergi meninggalkannya, tanpa menjawab pertanyaan yang dia lontarkan kepada Indah.


"Dasar... Wanita nggak tahu diri, di tungguin sampai habis makan, malah aku tidak mendapatkan jawaban apapun darinya" Gumam Nanda marah dengan lirikan matanya yang sinis melihat Indah yang sudah pergi mengendarai motornya tersebut.


Nandapun masih terdiam diposisinya saat ini, dia meminum Capuccinonya sembari dia termenung memikirkan bagaimana caranya memisahkan Indah dan Adit.


Nanda terkejut, tiba-tiba ada seorang laki-laki mengetuk pintu mejanya, sontak Nanda terkejut dan tersadar dari lamunannya tersebut.


"Hey...!!" Ucap seorang laki-laki yang sukses membuat Nanda terkejut itu.


"Kamu!!" Ucap Nanda kepada laki-laki yang mengejutkannya tersebut.


Laki-laki itu tersenyum kepadanya "Kamu lupa ya namaku? Kenapa hanya menyebut aku dengan kata kamu??" Ucap laki-laki tersebut dan menatap mata Nanda yang kesal melihatnya.


Nanda memalingkan wajahnya "Ya, aku tahu.. kamu Dimas kan?" Sahut Nanda kesal kepada Dimas, laki-laki yang duduk di depannya tersebut.


Dimaspun tertawa kecil melihat wajah kesal Nanda yang kesal namun begitu lucu menurut Dimas "Haha... Aku kira kamu lupa sama aku. Kok kamu sendirian? Ini bekas makanan siapa?" Ucap Dimas yang melihat piring bekas makanan Indah tersebut.


"Bukan urusan kamu. Kenapa kamu malah duduk disini?" Timpa Nanda yang masih kesal kepada Dimas.


"Meja ini kosong berati? Apa salahnya aku duduk di meja yang kosong? Dari pada kamu sendirian dengan wajahmu yang lucu itu!!" Ucap Dimas memberikan pujian kepada Nanda.

__ADS_1


Sontak pipi Nanda menjadi merah karena pujian yang dilayangkan kepadanya, sembari dia tersenyum tipis namun tetap dengan wajah kesalnya itu.


"Nah gitu dong, tersenyum... Kan cantik" Timpa Dimas memuji Nanda seraya mencairkan suasana yang membeku seperti kutub selatan ini.


Dimas memesan 2 piring Waflle dengan toping Ice Cream di atasnya, serta tak lupa dia memesan 2 gelas minuman hangat untuk dirinya dan juga Nanda.


Hidangan sudah tersaji dihadapan mereka berdua, Nanda yang melihat ada Ice cream yang merupakan minuman favoritnya tersebut sontak wajahnya menjadi gembira.


"Kok kamu tahu aku suka ice cream?" Ucap Nanda kepada Dimas sembari dia tersenyum tipis.


(Foto hanya sebagai pemanis ya 😁)



"Kenapa aku jadi kegirangan begini sih lihat Ice Cream? Padahal dia saja tidak tahu kalau aku suka sama ice cream, duh... Nanda, kamu mempermalukan dirimu sendiri" Ucap Nanda dalam hatinya dan membuat pipinya menjadi merah merona lantaran menahan rasa malunya saat ini.


"Udah nggak usah malu, silahkan dinikmati! Keburu meleleh loh ..." Ucap Dimas tertawa cikikan dan menyuruh Nanda untuk segera menikmati ice creamnya tersebut.


(Foto hanya sebagai pemanis ya 😁)


__ADS_1


"Dasar... **** kamu Nanda!! Bener-bener buat malu harga dirimu sendiri" Ucap Nanda dalam hatinya sembari dia menikmati Ice Creamnya itu.


Dimas dan Nandapun memakan ice cream tersebut, suasana sedikit hening lantaran mereka diam membisu tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir mereka.


"Kamu sudah pacaran sama Adit sejak kapan Nda?" Ucap Dimas yang memecah keheningan tersebut.


Nanda melihat Dimas "Kenapa kamu kepo dengan kehidupan aku?" Sahut Nanda dengan wajahnya yang sinis itu.


Dimas tertawa "Bukannya kamu kemarin juga kepo tentang hubunganku dengan Indah ya?" Timpa Dimas.


"Sorry..." Ucap Nanda yang tersenyum kecil setelah mendengar apa yang Dimas katakan kepadanya "Aku dan Adit tidak pernah ada kata putus, meskipun aku meninggalkannya ke Amerika karena ikut kedua orang tuaku, Adit terus menghubungi aku dan menunggu kepulanganku dan rasa cinta Adit masih ada sampai sekarang" Ucap Nanda jujur kepada Dimas dengan matanya yang berbinar, nampak sebuah kesedihan yang terpancar di matanya.


Dimas mendengarkan dengan serius "Dari mana kamu tahu kalau Adit menunggumu? Dan memangnya kalian sudah menjalin hubungan sejak kapan?" Sahut Dimas kepada Nanda.


"Aku tahu Adit masih terus menghubungi aku, lantaran ponselku yang disita oleh papaku dan papaku sering cerita bahwa Adit terus menghubungi aku. Sayangnya kedua orang tua kami menentang hubungan aku dan Adit yang sudah terjalin selama 10 tahun sampai sekarang" Ucap Nanda bercerita dengan jujur perihal hubungannya dengan Adit.


Dimaspun terus bertanya mengenai hubungan Nanda dan Adit, entah kenapa Nanda mau terbuka dengan Dimas, laki-laki yang baru saja dia kenal.


Wajah Nanda berubah sedih saat Dimas menanyakan hubungan Nanda dengan Adit sekarang, Nanda tidak menjawab pertanyaan Dimas tersebut, hanya termenung dengan wajah sedihnya itu.


"Ternyata, wanita angkuh sepertimu juga mempunyai hati yang rapuh" Ucap Dimas dalam hatinya yang saat ini melihat Nanda termenung dengan matanya yang berkaca-kaca.

__ADS_1


Bersambung...


Kamsahabnida sudah baca novel saya, Jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE dan tinggalkan masukan atau kritik yang membangun di kolom komentar ya 😊


__ADS_2