
* 4 Hari Kemudian *
Indah sudah berdandan cantik mengenakan baju bewarna biru muda, serta wajahnya yang cantik itu dia rias sendiri dengan make up dari brand Korea yang telah dibelikan oleh Adit.
"Mbak Indah? Mas Adit udah sampai tuh, kata ibu disuruh cepet dandannya!" Ucap Ajeng adiknya Indah yang saat ini tengah berada di dalam kamar Indah saat ini.
"Iya ... Iya bentar. Dek, sini dek ... Bantuin kakak benerin ini!" Sahut Indah dan menyuruh adiknya untuk membantunya membenarkan resleting bajunya tersebut.
Ajeng pun datang dan mendekati Indah untuk membantu kakaknya itu, "Udah selesai kak. Ini bukannya pakaian dari disaigner terkenal di negeri ini?" Ucap Ajeng yang saat ini melihat merk baju Indah.
"Iya, ya udah ayo keluar!" Sahut Indah dan langsung keluar dari kamarnya untuk menemui calon suaminya yang berkunjung di rumahnya saat ini.
Indah berjalan menuju ruang tamu rumahnya, kini Indah sudah hampir sampai di ruang tamunya, Adit melihat Indah yang begitu cantik saat ini.
Indah mengenakan pakaian yang telah dibelikan oleh Adit waktu itu, rambutnya panjang sedada dibiarkan terurai, senyuman manis terus mengembang di bibirnya sebagai pertanda menyambut calon suaminya tersebut.
"Ayo sini nak!" Ucap Ratna ibunya Indah sembari dia mempersilahkan anak perempuannya itu untuk duduk tepat di depan Adit .
Adit tersenyum lebar penuh dengan rasa bahagia dan terpesona melihat kecantikan Indah saat ini, Indah dan Adit menatap satu sama lain, terlihat jelas bahwa jiwa mereka diliputi dengan rasa cinta yang membara.
__ADS_1
Setelah perbincangan hangat di ruang tamu, kini mereka sudah berada di meja makan, berbagai hidangan lezat terlah tersaji untuk Adit calon suami Indah tersebut.
"Ayo Indah, ambilkan nasi dan ikannya untuk suami kamu!" Ucap Andi ayah Indah itu.
Mendengar kata suami, sontak Indah terkejut dan menoleh ke arah ayahnya dengan tatapan matanya yang kesal, "Ayah ...!" Sahut Indah saat mendengar apa yang ayahnya katakan kepadanya.
"Kenapa sih sayang? Emang benar kan suami, tapi nanti kalau udah sah" Timpa Adit bercanda, sembari tertawa melihat expresi Indah yang begitu lucu saat ini.
Sontak kedua orang tua Indah, Ajeng dan juga Adit tertawa secara bersamaan, "Malah ketawa lagi!" Ucap Indah tersipu malu, sembari dia mengambilkan nasi untuk calon suaminya saat ini.
Adit melihat wajah Indah dari samping yang begitu sempurna, "Jeongmal Yeppeuda" (Benar-benar cantik) Ucap Adit pelan, namun terdengar oleh Indah.
Adit begitu menikmati makan malam ini, Adit sudah menganggap keluarga ini layaknya keluarganya sendiri, begitupun dengan orang tua Indah yang sudah menganggap Adit seperti anaknya sendiri.
Maka tak hayal mereka begitu hangat dan tanpa malu-malu bercanda satu sama lain, sebenarnya maksud dan tujuan Adit makan malam bersama adalah ingin memberitahukan sesuatu kepada Indah dan keluarganya.
"Indah?" Ucap Adit dan menoleh ke Indah, Indah yang saat ini tengah mengupas jeruk lantas menoleh ke Adit dengan senyuman yang mengembang di bibirnya tersebut.
"Ayah, ibu, dan adik Ajeng. Sebenarnya ada yang ingin saya sampaikan kepada kalian semua" Timpa Adit dengan wajahnya yang serius dan melihat ke arah mereka bertiga yang duduk tepat di depannya itu.
__ADS_1
"Ada apa dit?" Sahut ayahnya Indah yang juga serius melihat Adit saat ini.
"Minggu depan saya sudah tidak bekerja di PT. X lagi dengan Indah, karena saya harus ke Kota C untuk meneruskan bisnis ayah" Ucap Adit yang mengejutkan, wajah Indah yang tadinya senang, kini langsung berubah menjadi serius menatap Adit yang duduk di sampingnya itu.
"Apa? Minggu depan? Bukanya pengajuan resign nya harus menunggu 1 bulan? Kok udah di acc?" Sahut Indah kepada Adit.
Adit menoleh ke Indah, dia memegang tangan Indah seraya menenangkan perasannya. "Iya kamu benar pengajuannya harus minimal 1 bulan, karena kondisi darurat, jadi Presiden Direktur PT. X Mr. Ando sudah menandatangani surat pengunduran diriku sayang" Timpa Adit yang menjelaskan secara detail ke Indah, tampak wajah Indah berubah menjadi sedih saat ini.
Orang tua Indah pun mengerti dengan keadaan Adit saat ini, terlebih lagi Ratna dan Andi sudah tau keadaan besannya yang masih dalam perawatan medis tersebut.
"Ayah dan Ibu sama sekali tidak keberatan kamu pindah ke Kota C untuk meneruskan bisnis ayah kamu, kamu adalah anak satu-satunya dari keluarga kamu, jadi sudah sepantasnya kamu yang menggantikan bisnisnya" Ucap Andi kepada Adit yang kini masih menggenggam tangan Indah tersebut.
Mendengar semua yang mereka katakan, terlebih apa yang dikatakan oleh Adit, membuat perasaan Indah menjadi gundah dan sedih, tampak wajahnya begitu sendu saat ini.
Dia tidak mengira bakal lebih cepat berpisah dengan Adit calon suaminya itu, padahal perasaan Indah ke Adit sudah terlanjur dalam, Indah tidak ingin hubungan mereka dipisah oleh jarak.
Bersambung ...
Kamsahabnida sudah baca novel saya, Jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE dan tinggalkan masukan atau kritik yang membangun di kolom komentar ya 😊
__ADS_1