
Adit memeluk Nanda dengan sangat erat "Maaf Nda, maafkan aku" Ucap Adit dengan tulus.
"......" Nanda terdiam dalam pelukannya Adit, sembari dia terisak.
Adit melepas pelukannya Nanda "aku benar-benar minta maaf, aku yang salah. Seharusnya aku tetap menunggumu, maafkan aku" Ucap Adit sembari dia memegang tangan Nanda.
"Aku tahu kamu masih cinta sama aku dan Itu semua bukan salah kamu" Sahut Nanda.
"Maafkan aku yang sudah punya tunangan, seharusnya aku menolak pertunangan itu dari awal, saat ini aku benar-benar mencintai kalian berdua, aku minta maaf nda" Ucap Adit dengan jujur.
* Indah *
"Adit keluar kemana sih?" Gumam Indah sembari dia memegang ponselnya.
Indah mencoba untuk menghubungi Adit, namun ponsel Adit ketinggalan diatas meja, Indah melihat ponsel Adit berdering.
"Ya ampun, bahkan hpnya nggak dibawa lagi sama dia" Ucap Indah sembari dia memegang ponsel Adit.
"Dia kemana sih? Apa aku nyusul dia keluar?" Ucap Indah dalam hatinya.
Wajah Indah nampak gelisah, Indah sudah tidak nafsu makan lagi, ada perasaan tidak enak yang Indah rasakan saat ini.
Indah mengehela nafas panjang, sembari dia termenung memikirkan Adit saat ini.
"Kok Adit lama banget sih? Ini udah hampir 10 menit dia keluar belum kembali" Ucap Indah gelisah.
Indah berdiri, memutuskan untuk menyusul Adit keluar, tak lupa Indah membayar tagihan makanan tersebut.
__ADS_1
Indah tengah membayar di kasir sembari dia melihat suasana di luar cefe "dimana ya Adit?" Ucap Indah dalam hatinya.
"Ini mbak kembaliannya, terimakasih" Ucap pertugas kasir tersebut.
"Iya" Indah mengambil uang kembalian dan bergegas keluar, Indah melihat ke kanan dan ke kiri di area parkir, namun tidak menemukan Adit.
Indah mencoba mencarinya dan berjalan ke parkiran mobil, Indah melihat ada 2 orang dari kejauhan yang sedang berdiri berhadapan dan menatap satu sama lain, tak lupa tangan mereka bergandengan tangan.
Langkah Indah semakin cepat, berjalan menuju 2 orang tersebut, Indah sangat terkejut dengan apa yang dia lihat saat ini.
"Adit?" Ucap Indah sembari dia masih melihat Adit yang memegang tangan Nanda.
Rupanya Adit dan Nanda tidak mengetahui akan kedatanganya Indah, mereka masih bertatap muka sembari berbincang, entah apa yang mereka bicarakan.
Indah terdiam, mencoba mengingat sesuatu "Itu bukannya cewek yang tadi aku lihat di toilet?" Gumam Indah.
Hati Indah benar-benar hancur melihat pemandangan saat ini, calon suaminya menggandeng tangan seorang perempuan yang belum dia kenal sebelumnya.
Tidak terasa air mata Indah jatuh, Indah berbalik dan meninggalkan Adit tanpa sepatah katapun yang keluar dari bibir Indah untuk Adit.
Indah berjalan ke jalan raya sembari dia menangis, tangan Indah mengusap air matanya yang jatuh tak terbendung tersebut.
Indah sudah di dalam taxi, dengan wajah yang sedih dan air mata yang terus mengalir Indah mencoba untuk menguatkan dirinya.
"Tenang Ndah... Mungkin dia itu teman lamanya Adit, kamu nggak boleh berburuk sangka!" Ucap Indah dalam hatinya.
Indah mengirim pesan untuk Lilik sahabatnya "Lik, kamu di rumah kan? Aku boleh menginap di rumahmu?" Pesan terkirim kepada Lilik.
__ADS_1
Sementara itu Adit dan Nanda masih berdiri dan saling menatap satu sama lain sembari tangan Adit masih memegang tangan Nanda.
"Maafkan aku Nda, aku benar-benar minta maaf. Aku pesankan kamu Taxi ya, aku harus kembali ke Indah, dia masih di dalam cafe" Ucap Adit
Wajah Nanda yang sedih berubah menjadi kesal saat nama Indah disebut "Nggak perlu, aku bisa pulang sendiri" Sahut Nanda.
Nanda pun pergi meninggalkan Adit dan berjalan menuju mobilnya setelah itu dia masuk ke dalam mobilnya.
Adit melihat Nanda yang sudah meninggalkannya, lalu Adit berjalan masuk ke dalam cafe tersebut.
Adit tidak melihat Indah di meja, mejanya sudah bersih dan tidak ada bekas makanan apapun di meja tersebut.
"Indah kemana?" Ucap Adit dalam hatinya sembari dia menuju meja kasir.
"Permisi, mbak liat tunangan saya yang duduk di meja nomor 7?" Ucap Adit kepada petugas kasir.
"Oh iya pak, mbak tadi sudah membayar semua makananya, setelah itu mbaknya keluar" Ucap petugas kasir.
"Keluar?" Sahut Adit tidak percaya, setelah itu dia bergegas keluar.
Adit sudah mencari Indah di luar, namun tidak menemukannya, tampak wajah Adit bersalah "Kenapa tadi aku tega meninggalkannya?" Ucap Adit dalam hatinya.
"Ponselku pasti di bawa oleh Indah, bagaimana aku bisa menghubunginya?" Timpa Adit.
Bersambung....
Jangan lupa untuk LIKE, LOVE, VOTE dan tinggalkan masukan atau kritik yang membangun di kolom komentar ya, Kamsahabnida 😊
__ADS_1