Cinta Gila

Cinta Gila
CG# 36


__ADS_3

Damian segera menghubungi salah satu rekan yang berada di kota yang sama dengan anak pertamanya. Dia ingin memastikan kebenaran kabar yang didengar dari anak buahnya, juga dari pihak kepolisian. Pihak kedutaan juga mendatanginya untuk menyampaikan kabar kecelakaan sang anak.


Damian meragukan kabar itu karena sang anak baru sehari meninggalkan rumah, mungkin baru beberapa jam tiba di kota tujuan. Perjalanan yang memakan waktu belasan jam itu pasti membuat Mahesa lelah dan mungkin saat ini sedang istirahat. Tanpa keluarganya tahu, jika semangat pemuda itu untuk lulus mendapatkan nilai terbaik membuatnya langsung menuju perpustakaan setengah jam setelah masuk ke apartemennya.


Baru lima menit memasuki perpustakaan itu, terdengar ledakan dahsyat dan terjadilah kebakaran yang merenggut banyak nyawa. Niat hati ingin meminjam buku untuk kembali mengulang materi referensi tesis, ternyata menghantarkan Mahesa untuk menemui Sang Pencipta.


Setelah pasti sang anak meninggal dalam insiden kebakaran gedung perpustakaan, Damian dan Rosita segera menjemput jenazah Mahesa. Wajah pemuda itu masih bisa dikenali karena penyebab utamanya meninggal karena menghirup asap terlalu banyak. Kaki lelaki itu juga patah karena tertimpa balok yang runtuh saat terjadinya kebakaran.


Satu minggu sudah Mahesa dinyatakan meninggal baru bisa dikebumikan karena proses pemulangan jenazah yang begitu rumit. Selama satu minggu itu juga, Laras selalu menunggu di kediaman Weasley dengan harapan berita meninggalnya sang kekasih tidak benar adanya. Namun, begitu jenasah datang dan melihat sendiri, Laras pun pingsan.


"Esa, kenapa kamu tega tinggalin aku? Padahal kamu sudah berjanji akan selalu ada di sampingku, menemaniku sampai rambutku memutih semua. Kenapa kamu pergi ninggalin aku," jerit Laras ketika jenasah Mahesa akan dimasukkan ke peristirahatan terakhirnya.


Jenazah Mahesa hanya sebentar disemayamkan di rumah duka, setelah itu langsung dibawa ke tempat pemakaman umum mengingat sudah seminggu menjadi mayat. Banyak kerabat, tetangga serta orang-orang yang mengenal keluarga Weasley datang untuk mengucapkan bela sungkawa.


Berulang kali anak pasangan Sapto Hudoyo dan Ratnasari Hudoyo itu tidak sadarkan diri. Wajahnya terlihat sangat pucat karena kurang istirahat juga kurang asupan makanan. Laras terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah pemakaman selesai.

__ADS_1


Laras dinyatakan terkena dehidrasi. Selain itu, dokter pun mulai curiga dengan keadaan pasien. Detak jantung yang terasa berbeda serta wajah yang tampak lain, membuat dokter yang menangani meminta dilakukan tes urine. Belum yakin dengan hasil tes urine, dokter pun melakukan tes darah.


"Anak saya sakit apa, Dok?" tanya Ratnasari pada dokter yang menangani sang anak.


"Saya tidak tahu apakah berita yang saya sampaikan ini kabar baik atau buruk. Dugaan sementara, anak ibu sedang hamil. Untuk lebih jelasnya ibu periksakan ke dokter kandungan." Jawaban dokter itu bagai petir menyambar.


Kedatangan Mitha di rumah itu tetap tidak dianggap oleh Rosita. Meskipun begitu, istri Marcelo diterima dengan senang hati oleh Damian dan Zeera. Saat Mitha tiba di rumah mewah itu, keadaan sedang tidak kondusif.


Rosita setiap hari meraung, memanggil anak kesayangan yang telah meninggal. Kini, jenasah Mahesa sudah dimakamkan, tetapi sang ibu masih meratapi kepergiannya yang sangat mendadak.


Hari terus berlalu, undangan pernikahan Mahesa dan Laras yang sudah dipesan sudah tercetak semua sehari setelah Mahesa dimakamkan. Hal ini dikarenakan tidak ada yang ingat untuk membatalkannya. Semua sibuk meratapi kepergian anak pertama Weasley.


Setelah Laras dinyatakan tengah berbadan dua dan usia kehamilannya sudah berjalan empat minggu. Sapto setiap hari mendesak keluarga Weasley untuk bertanggung jawab. Dia tidak mau tahu, anaknya sudah ternoda oleh keturunan Weasley, sehingga dia ingin anaknya dinikahkan dengan keturunan Weasley juga.


Dua minggu lagi acara pernikahan Laras dan Mahesa sesuai kesepakatan kedua belah pihak keluarga. Hotel dan segala keperluan pernikahan sudah diserahkan pada pihak WO. Tidak ada satupun yang mengkonfirmasi ulang, semua berpikir pihak WO tahu dengan sendirinya acara batal karena meninggalnya salah satu mempelai.

__ADS_1


Keadaan itu dimanfaatkan Sapto untuk tetap melanjutkan pernikahan dengan pengantin pengganti. Dia meminta Marcelo untuk mempertanggungjawabkan perbuatan sang kakak dengan menikahi Laras.


"Pokoknya saya tidak mau tahu! Pernikahan anak-anak kita harus tetap terjadi. Saya tidak mau menanggung malu atas perbuatan anak kamu!"


"Mahesa sudah meninggal bagaimana mungkin dia bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya di dunia? Amalannya pasti dihisab di akhirat. Lagian, anak saya tidak akan melakukan itu jika Laras menolak.


Kejadian itu dilakukan atas dasar suka sama suka. Mana mungkin Marcelo yang tidak tahu apa-apa harus mempertanggungjawabkan sesuatu yang tidak pernah dilakukan. Orang yang makan nangka, dia yang kena getahnya. Sungguh tidak adil!" Damian menolak permintaan Sapto Hudoyo.


Dia menolak permintaan itu bukan tidak memiliki rasa belas kasih pada calon besan. Namun, dia tidak tega melihat anak keduanya kembali menjadi korban. Hidupnya sudah penuh dengan penderitaan, di saat mulai merasakan bahagia bertemu dan berkumpul dengan sang istri, tiba-tiba harus mempertanggungjawabkan bukan perbuatannya.


"Kalau sampai pernikahan itu batal, aku bersumpah akan menghancurkan nama baik kamu. Biar kita sama-sama malu dan hancur!" ancam Sapto sebelum meninggalkan kediaman Weasley.


*


*

__ADS_1


*



__ADS_2