Cinta Gila

Cinta Gila
CG# 43


__ADS_3

Ratnasari sudah dipindahkan ke ruang VIP. Kondisi tidak begitu berbahaya, dia hanya syok mendengar kata-kata sang nak yang memilih mati daripada menikah. Cinta Laras pada Mahesa begitu besar, sehingga sulit untuk tergantikan.


Laras sepanjang malam menjaga sang ibu bersama ayahnya. Anak perempuan Sapto itu memilih tidur dengan posisi duduk sambil menggenggam tangan ibunya. Sang ayah sendiri tidur di sofa panjang yang ada di ruangan itu.


Pagi harinya, Laras terbangun karena tangan sang ibu terlepas dari genggaman. Selain itu juga karena badannya pegal semua, sebagai akibat tidur di kursi.


"Ma? Mama mau apa? Minum dulu, Ma," cerocos Laras memberondong pertanyaan pada sang ibu, seraya mengambil botol air mineral lalu membukanya dan mendekatkan pada bibir ibunya.


Ratnasari membuka mulutnya dan mulai menyedot air minum itu. Setelah itu, wanita berusia empat puluh lima tahun itu mencari sang suami, dengan menjulurkan kepalannya memindai isi ruangan itu.


"Papa masih tidur, Ma. Kasihan, capek begadang menunggui Mama," ujar Laras menjawab pertanyaan sang ibu yang tidak terucap.


Ratna mengangguk tanda mengerti maksud sang anak. Tak lama kemudian, ibu satu anak itu meminta diantarkan ke kamar mandi. Dengan sabar dan telaten, Laras mengurus sang ibu.


Dua wanita itu sengaja tidak ingin membahas masalah itu. Bukan karena menganggap masalah itu selesai, melainkan meredam sebentar demi kesehatan sang ibu.

__ADS_1


Kita tinggalkan sejenak keluarga kecil Sapto Hudoyo, melihat drama keluarga Damian yang selalu penuh dengan konflik hati. Orang tua dan anak sama-sama merasa paling benar, sehingga konflik bukannya reda malah semakin memanas seiring berjalannya waktu.


Celo masih memeluk sang istri dengan erat, padahal suara adzan subuh sudah berkumandang. Berulang kali Mitha ingin melepaskan diri dari belitan tangan sang suami, tetapi usahanya selalu sia-sia karena Celo selau saja mengeratkan pelukannya.


"Kak, lepas! Sudah adzan. Kalau seperti ini terus, bisa-bisa dedek lahir belum waktunya," pinta Mitha memelas karena sudah merasa sesak.


Celo pun melepaskan belitan tangannya dari tubuh sang istri. Lalu meregangkan otot tubuhnya, lalu bangun menyusul sang istri yang mendahuluinya ke kamar mandi.


Selesai membersihkan diri, keduanya menunaikan ibadah sholat berjamaah. Setelah beberapa menit berlalu dan selesai menjalankan kewajiban, tampak keduanya saling melangitkan do'a untuk keselamatan dan kebahagiaan rumah tangganya.


"Aku tahu! Jangan diteruskan lagi! Itulah kenapa aku menyetujui permintaan kamu. Nanti setelah anak itu lahir, aku akan menceraikannya dan bertanggung jawab penuh atas anak itu. Walau bagaimanapun, anak yang dikandung oleh Laras itu adalah keturunan Weasley."


Celo menarik napas lalu membuangnya pelan, kemudian melanjutkan ucapannya.


"Kamu jangan khawatir, walau aku bertanggung jawab pada anak itu. Aku akan memprioritaskan anak kita."

__ADS_1


Celo mengusap perut buncit sang istri, lalu menciumnya.


"Sehat-sehat ya, kalian. Papa sayang kalian," ucap Celo menatap mata sang istri yang sudah berkaca-kaca.


Kisah cinta kedua anak laki-laki Damian memang penuh dengan ujian. Namun, dengan banyaknya ujian membuat cinta mereka kuat. Mereka sudah tergila-gila dengan pasangannya itu, cukup satu nama dalam hati mereka.


Cinta gila anak muda yang kukuh pada cinta sejatinya. Tak mengapa harus melewati banyak ujian, asalkan tetap bersama. Dengan tetap bersama pasangan, bisa saling menguatkan sehingga cinta semakin kuat dan tak terpisahkan.


***


Mitha mengantarkan sang suami sampai di teras. Sejak pulang ke rumah besar itu, kegiatan istri Marcelo adalah menyiapkan baju kerja sang suami, menyiapkan sarapan untuk penghuni rumah besar itu, lalu melepaskan kepergian sang suami ke kantor. Ya, Marcelo kini telah bekerja membantu sang ayah agar bisa memikul tanggung jawab keluarga kecilnya.


Pekerjaan Marcelo sebagai tenaga freelance tidak diperpanjang lagi saat dia tergeletak tak berdaya beberapa bulan yang lalu, sehingga untuk mendapatkan penghasilan memutuskan bekerja di perusahaan sang ayah. Hal ini disambut baik oleh Damian yang telah lama mengharapkan sang anak bergabung untuk membantunya. Rosita pun ikut senang karena anaknya mau melanjutkan usaha sang suami.


"Puas kamu? Sudah bisa mengatur anakku dan mempengaruhinya agar melawan orang tua. Tak kusangka pakaianmu yang serba tertutup itu hanya untuk menutupi kebusukanmu!"

__ADS_1


__ADS_2