Cinta Gila

Cinta Gila
CG# 48


__ADS_3

Hari terus berlalu, kehadiran Laras di kediaman Weasley tidak merubah apa pun. Mitha tetap memasak dan mengurus sang suami, kadang-kadang dia juga masih membantu tugas para asisten rumah tangga. Bukan karena atas perintah sang mertua dia melakukan semua itu, hanya saja anita itu sudah terbiasa mengerjakan segala sesuatu sendiri, sehingga badannya terasa kaku jika tidak ada kegiatan.


Mitha bukanlah perempuan yang suka duduk manis ongkang-ongkang kaki sambil memberikan perintah ini itu seperti ibu mertuanya. Dia lebih suka menggerakkan badan agar tetap bugar. Kegiatan Laras sendiri lebih suka menemani sang kakak madu yang umurnya lebih muda darinya.


"Mau coba, dong! Keknya gampang buat itu," ucap Laras dengan pandangan mata tak lepas dari kompor dan penggorengan di depannya.


Mitha menoleh ke arah adik madunya seraya tersenyum. Kemudian, dia bergeser agar Laras bisa lebih dekat dengan penggorengan.


"Ayok, cobain! Dari coba-coba masak nanti lama-lama bisa jadi chef loh," ujar Mitha seraya menyodorkan wadah berisi ayam yag akan dibaluri tepung.


Laras mulai memasukkan potongan ayam ke dalam adonan telur yang dicampur dengan tepung dan air, lalu diangkat dan digulingkan ke dalam tepung yang sudah dicampur dengan berbagai resep untuk tepung ayam crispy. Istri kedua Marcelo itu melakukan itu secara berulang sesuai dengan arahan sang kakak madu.


Setiap memasukkan potongan ayam yang sudah terbalut tepung, Laras sedikit menjauh dari penggorengan karena takut terkena minyak. Namun, yang dilakukannya itu mallah membuat minyak melompat keluar.


"Pelan-pelan saja, usah dilempar! Kuncinya jangan takut panas, kamu letakkan pelan-pelan di pinggir wajan biar minyaknya tidak melompat kel ...."


"Apa-apaan ini? Kamu mau mencelakai adik madumu, ya? Dasar perempuan miskin, bisanya menyusahkan saja." Tiba-tiba ada suara teriakan dari sang ibu suri.

__ADS_1


"Mami ...," ucap kedua istri Marcelo secara bersama walau tanpa dikomando.


"Mami, ini tidak seperti yang Mami pikirkan. Laras yang minta diajari masak. Masak kakak maduku jago memasak, aku tidak bisa. Paling tidak belajar dulu, nanti baru praktek sendiri." Laras berjalan mendekati sang ibu mertua dengan tangan masih belepotan karena belum sempat mencuci tangannya.


"Benar itu kemauan kamu sendiri? Bukan karena dia yag menyuruh kamu. Kamu tidak usah berbohong, kalau hanya untuk menutupi kebusukan dia saja," tanya Rosita yang belum bisa percaya sepenuhnya.


Laras mengangguk sambil mengulas senyum di bibirnya. Istri kedua Marcelo itu lalu mencuci tangannya di wastafel dan mengelap tangan.


"Aku tenangkan mami dulu," bisik Laras sembari meninggalkan kakak madunya, Mitha hanya menjawab dengan anggukan.


Sebenarnya Laras tidak ingin menjadi istri kedua yang tidak pernah dianggap sama sekali. Namun, semua itu harus dijalani dengan lapang, apalagi mertua dan kakak madunya sangat baik padanya. Walau sang suami tidak pernah menganggap dia ada.


Dinikahi oleh adik sang kekasih tidaklah membuatnya bahagia karena bayang-bayang Mahsa selalu hadir dalam setiap mimpinya. Mungkin karena Laras masih sangat mencintainya dan belum mengikhlaskan kepergian sang kekasih.


"Mi, minum dulu. Tadi Laras buat jus buah naga mix kurma," kata Laras dengan nampan berisi segelas jus buah di tangan.


Rosita gegas mengambil gelas itu saat diberi tahu jika menantu kesayangan 'lah membuat jus itu. Dia sudah tidak sabar untuk mencicipi jus berwarna merah itu.

__ADS_1


"Segaarrr ... enak sekali! Besok buat lagi jus yang lain, ya? Tapi kamu jangan capek-capek, ingat kandungan kamu masih rentan. Jadi, harus banyak istirahat." Rosita berujar setelah menghabiskan setengah gelas jus buah tersebut.


Laras duduk di sebelah sang ibu mertua. Dia ingin merubah cara padang sang mertua agar tidak selalu menyakiti kakak madunya. Dia merasa tidak enak hati melihat betapa tersiksanya sang kakak madu dan suaminya atas sikap sang mertua


"Mi, cerita, dong! Bagaimana sih kehidupan rumah tangga mami sama papi dulu?" rengek Laras dengan suara manjanya yag tidak dibuat-buat.


"Apa yang mau diceritakan? Kami sejak menikah tinggal terpisah dari orang tua karena papi kamu itu tidak mau menumpang hidup sama orang tua, baik itu orang tua mami atau pun orang tua dia sendiri. Itu aja sih, gak gimana-gimana juga. Jalani saja!"


"Mi, pernah gak ngebayangin papi nikah lagi, gitu?" tanya Laras lagi.


"Amit-amit! Jangan sampai itu terjadi! Kenapa sih bahas masalah itu?" Rosita merasa tidak nyaman dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh menantu kesayangannya itu.


"Kalau mami tidak ingin papi menikah lagi, lalu kenapa mami memaksa Celo untuk menikahi Laras, padahal kami sama-sama memiliki kekasih hati?"


*


*

__ADS_1


*



__ADS_2