
Laras dimakamkan pada esok hari di pemakaman umum di mana Mahesa dimakamkan. Jenazah istri kedua Marcelo itu dimakamkan di samping makam sang kekasih hati. Wanita cantik yang baik hati itu pergi tanpa meninggalkan pesan apa pun.
Sehari sebelum kejadian, dia meminta pada sang ibu mertua agar selalu menyayangi kakak madunya. Walau bagaimanapun juga, Mitha adalah wanita yang sangat dicintai oleh Marcelo, apalagi dia telah memberikan seorang anak laki-laki yang akan menjadi penerus keluarga Weasley.
Laras sebelumnya sudah tahu dari dokter jika anak yang dikandungnya berjenis kelamin perempuan, sehingga tidak bisa meneruskan usaha keluarga. Sebagian besar seorang pengusaha menginginkan anak laki-laki untuk melanjutkan usaha.
Kini, tinggal Marcelo dan orang tuanya serta sang mertua. Ratnasari tampak syok karena kehilangan anak semata wayangnya. Apalagi kepergian Laras sangat mendadak tanpa meninggalkan pesan.
Cakrawala pun datang ke kediaman Weasley saat mendengar kabar adik madu anaknya meninggal karena terjatuh dari tangga paling atas. Kedatangan orang tua Mitha untuk takziah sudah terlambat karena jenazah telah dimakamkan, sehingga mereka berdua memilih untuk tetap tinggal di rumah besar itu menemani sang anak.
Cakrawala dan Sekar berani datang ke kediaman Weasley karena Rosita sudah mendatangi besannya itu untuk meminta maaf atas segala kesalahannya selama ini. Hubungan antara dua keluarga itu sudah membaik saat sang cucu jagoan lahir.
Satu jam setelah prosesi pemakaman selesai, Marcelo baru pergi beranjak meninggalkan area pemakaman. Para orang tua sudah pulang terlebih dahulu, meninggalkan Celo seorang diri. Laki-laki itu merasa sangat bersalah karena selama menikahi Laras, belum sekali pun dia memberikan kebahagiaan.
Mitha gelisah menunggu kepulangan sang suami dari pemakaman umum. Kedua mertuanya sudah pulang sejak tadi, tetapi suaminya itu tidak kunjung pulang. Dia dengan sabar duduk menunggu di teras.
__ADS_1
Lima belas menit kemudian, mobil yang dikendarai oleh Marcelo memasuki halaman luas kediaman Weasley. Dengan langkah gontai, laki-laki berusia dua puluh tiga tahun itu mendekati sang istri.
"Kenapa masih di luar? Sebentar lagi Maghrib. Ayo masuk!" tanya Marcelo pada sang istri dengan suara lembut.
Mitha pun menurut pada sang suami, mereka lalu masuk ke kamar. Marcelo langsung masuk ke kamar mandi sedangkan sang istri menyiapkan pakaian gantinya.
Setu bulan sudah berlalu sejak meninggalnya Laras. Bayi perempuan mungil itu kini sudah diperbolehkan pulang. Terjadi perebutan hak asuh antara Ratnasari dengan Rosita, mereka berdua sama-sama ingin mengasuh bayi itu.
Berhubung selama ini, bayi yang diberi nama Alikah Weasley itu mengkonsumsi ASI Mitha, maka bayi itu akhirnya dibawa pulang oleh Rosita dan Damian. Semua demi kebaikan sang cucu yang masih membutuhkan ASI eksklusif. Mereka telah membuat kesepakatan untuk membuat jadwal menginap sang cucu.
Setiap satu minggu sekali baby Alikah akan bermalam di kediaman Hudoyo selama dua malam, sisanya dia tinggal bersama Mitha dan Marcelo. Menantu Weasley sudah menyayangi dan menganggap bayi itu adalah anak kandungnya, disusui dan dirawat layaknya baby Ken.
Selisih usia yang tidak sampai dua bulan dengan memiliki struktur wajah yang mirip, membuat siapa pun yang melihat akan berpikir kembar betulan. Apalagi mereka diperlakukan sama oleh kedua orang tuanya serta kakek neneknya dari pihak mana pun.
Roda kehidupan terus berputar, begitu juga waktu yang terus berjalan. Kini dua bayi dengan jenis kelamin berbeda itu telah tumbuh menjadi balita yang sehat dan cerdas. Usia keduanya sudah memasuki empat tahun untuk tahun ini.
__ADS_1
"Ummaa!" jerit Alikah memanggil sang ibu setelah merasa kalah dari sang kakak.
Tak lama kemudian terdengar lagi suara anak kecil nangis lagi. Seperti itulah mereka sering berantem, tetapi tidak akan tahan lama untuk bermusuhan. Beberapa menit kemudian, mereka akan saling merindukan.
"Sayang, istirahatlah! Jangan terlalu memanjakan mereka! Kamu juga harus memanjakan diri sendiri. Ingat ada adik mereka di sini," ucap Marcelo mengingatkan.
Ya, Mitha kembali hamil setelah anak-anaknya berusia tiga tahun. Kini kebahagiaan mereka lengkap sudah. Mertua dan suami yang menyayanginya serta anak-anak yang selalu menghibur dan menghilangkan rasa penatnya.
Kebahagiaan yang tak terkira adalah adanya dukungan dari semua anggota keluarga. Saling menyayangi, menghormati serta saling mengingatkan jika ada yang berbuat salah. Seperti halnya yang dirasakan oleh Mitha saat ini.
Sapto Hudoyo dan istrinya pun merasa bahagia melihat sang cucu sudah berada di tangan yang tepat. Mitha begitu menyayangi dan memperlakukan Alikah seperti anak sendiri. Oleh karena itu, Sapto menghibahkan hartanya untuk Alikah dan Mitha.
*
*
__ADS_1
*
TAMAT