Cinta Gila

Cinta Gila
CG# 39


__ADS_3

"Kak, apa kamu akan menikahi Laras?" tanya Mitha pada sang suami.


Saat ini mereka sedang bersiap untuk istirahat karena malam telah larut. Mereka terpaksa tidur terlambat karena masalah yang ditinggalkan oleh Mahesa. Sebenarnya Marcelo tidak ingin ikut terseret dalam masalah itu, tetapi sepertinya susah untuk lepas.


"Kalau ditanya keinginanku sebagai seorang laki-laki, jelas aku akan menolak menikahinya. Sebaliknya, jika sebagai seorang anak, aku masih berpikir ulang. Seperti apa yang pernah kamu katakan dulu, berbakti pada orang tua itu kewajiban. Namun, aku tidak bisa untuk menyakiti kamu," jawab Marcelo dengan suara berat, seolah enggan menjawab


Laki-laki itu tentu saja lebih memikirkan perasaan sang istri dari pada orang tuanya. Dia menikahi Mitha bukan untuk disakiti, melainkan untuk menjadi ratu di istana hatinya. Tak ingin melihat satu tetes pun air mata sang istri jatuh. Namun, keadaan membuat sang istri meneteskan jutaan tetes air mata.


Mitha masih menunggu sang suami berbicara, senyum tipis terlihat di bibir merahnya.


"TIdurlah, ini sudah larut. Kasihan anak kita, kamu ajak begadang," ucap Celo dengan suara lembut seraya tangannya mengusap perut buncit sang istri.


"Kakak juga harus tidur. Jangan terlalu dipikirkan permintaan papa! Besok saja kita pikirkan jalan keluarnya," jawab Mitha dengan senyum manisnya.

__ADS_1


Senyum yang selalu menghiasi bibir merah Mitha di setiap masalah yang menerjang, adalah kesakitan Marcelo. Pemuda itu merasa sangat sakit saat melihat sang istri mengumbar senyum di saat hatinya diliputi kecemasan. Marcelo tahu dan sangat yakin jika istrinya terganggu dengan adanya masalah seperti ini.


"Menangislah jika kamu sudah tidak tahan dengan kesakitan yang diciptakan oleh keluargaku, terutama mami. Jangan lagi memakai topeng, seolah semua akan baik-baik saja. Jangan membohongi diri sendiri!" kata Marcelo seraya mengusap pipi dengan punggung tangan sebelum memejamkan mata.


Bukannya menangis, istri Marcelo malah merubah posisi tidur. Dia menyurukkan kepala ke dada sang suami. Tangan kecilnya memeluk pinggang sang suami dengan erat.


Tak lama kemudian terdengar suara napas teratur yang menandakan bahwa wanita itu telah mengarungi pulau mimpi. Setelah sang istri terlelap, Marcelo pun merasa tenang dan akhirnya ikut terlelap juga.


Membangunkan Marcelo tidaklah susah, hanya dengan kecupan-kecupan kecil dari sang istri dia akan bergegas membuka matanya. Mitha mengulas senyum termanisnya kala sang suami membuka mata. Marcelo langsung menarik sang istri kemudian memeluknya.


"Sebentar lagi adzan, Kak. Bangun, buruan bersiap keburu waktunya habis!" Mitha mengingatkan sang suami sembari menunjuk jam dinding yang tergantung tepat di depan mereka.


Celo bangun dengan bermalas-malasan. Walaupun begitu dia tetap melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Suami Mitha itu keluar dari kamar mandi tepat saat adzan akan berkumandang.

__ADS_1


"Cepetan, Kak!"


Marcelo memakai bajunya dengan cepat karena tidak ingin terlambat sampai di mesjid. Laki-laki segera meninggalkan kamar begitu pakaiannya sudah terpasang sempurna.


Mitha sendiri sepeninggal sang suami bergegas menjalankan kewajibannya sebagai umat muslim. Selesai menjalankan sholat, wanita yang tengah berbadan dua itu mulai mengaji sampai sang suami pulang.


Setelah sang suami pulang, Mitha pun turun untuk memasak sarapan untuk mereka. Sejak kembali ke rumah itu, tugas utama Mitha adalah memasak. Hal ini dikarenakan masakannya tidak pernah gagal membuat lidah para penghuni kediaman Weasley ketagihan


"Celo, mami mohon menikahlah dengan Laras. Kalau bukan kamu siapa lagi yang kami harapkan untuk meyelamatkan nama baik keluarga kita?" pinta Rosita dengan wajah sedihnya.


Celo yang masih menyantap sarapan pun langsung kehilangan se le ra makannya. Pemuda itu langsung meletakkan sendok dan mengakhiri sarapannya.


"Mami kamu betul, Celo. Hanya menikahi saja, setelah dia melahirkan kamu boleh menceraikan dia." Damian menimpali perkataan sang istri karena sang anak hanya diam tidak menjawab.

__ADS_1


__ADS_2