
Ingin rasanya Marcelo berteriak 'tidak' pada kedua orang tuanya, jika tidak mengingat dosa karena meninggikan suara pada orang tua. Laki-laki itu hanya bisa menahan emosinya dengan mengepalkan kedua tangannya sangat kuat hingga buku-buku jarinya memutih.
Mitha meremat jemari tangan sang suami yang mengepal itu. Dengan bersusah payah, wanita berbadan dua itu mengurai genggaman tangan sang suami. Walau membutuhkan waktu lama, akhirnya genggaman tangan itu mulai mengendur dan akhirnya terbuka dengan perlahan.
"Kamu masih bisa mempertahankan Mitha sebagai istri kamu, tetapi tidak dipublikasikan agar nama keluarga kita tetap baik. Lagian pernikahan kalian dilakukan diam-diam dan belum terdaftar, jadi masih bisa kamu menikahi Laras," bujuk Rosita pada anaknya.
"Pernikahan kami sah secara agama dan negara, artinya sudah terdaftar, Mami. Jadi, jika ingin menikah lagi harus ada persetujuan secara tertulis dari istri pertama. Apa Laras dan keluarganya tahu jika Celo sudah memiliki istri yang sedang hamil?"
"Apa? Tidak! Tidak mungkin kamu ...," potong Rosita begitu saja.
Rosita terkejut mengetahui fakta bahwa sang anak telah mendaftarkan pernikahan sirinya ke KUA. Pantas saja Celo sudah menggauli Mitha sampai hamil. Dulu sewaktu menikah, Marcelo sudah mengatakan tidak akan menyentuh sang istri sebelum pernikahannya terdaftar di KUA.
"Mitha, mami mohon izinkan Celo menikah lagi dengan Laras. Kasihan cucuku nanti tidak ada yang mau bertanggung jawab padanya. Sebagai sesama wanita seharusnya kamu bisa merasakan sedihnya hamil tanpa suami," pinta Rosita tiba-tiba seraya bersimpuh di kaki sang menantu.
__ADS_1
Melihat hal itu, Celo hanya berdecih dengan bibir mencibir sang ibu. Berbeda dengan sang suami, Mitha merasa kasihan melihat mertuanya meminta kepadanya sampai bersimpuh di kaki. Istri Marcelo itu langsung berdiri dan memegang bahu sang mertua, mengajak untuk bangun.
"Mami tidak perlu lakukan itu! Merendahkan diri. Mami pikir kami akan iba begitu," ucap Marcelo tanpa belas kasihan.
"Kak? Jangan seperti itu sama mama! Walau bagaimanapun juga, kita harus tetap menghormati beliau," ujar Mitha mengingatkan sang suami dengan suara yang lembut.
"Kamu itu jangan termakan dengan akting mami, Sayang. Dia hanya bersandiwara saja. Apa yang dia lakukan itu tidak dari hatinya," kata Celo mengingatkan sang istri.
"Jangan berprasangka buruk pada mama, Kak. Tidak baik," sahut Mitha.
Mitha terdiam. Apa yang dikatakan sang suami benar adanya. Namun, dia tidak tega melihat sang mertua yang tampak tidak baik-baik saja setelah mendengar berita kehamilan Laras.
Anak yang dikandung Laras adalah anak Mahesa. Berarti sama dengan anak dia, sama-sama mengalir darah Weasley. Bedanya, anak Mahesa bernasab pada sang ibu, sedangkan anaknya bernasab pada sang ayah.
__ADS_1
Anak Marcelo lebih berhak atas warisan dari Damian Weasley, sedangkan anak Mahesa tidak. Kecuali, dia mendapat hibah dari Damian Weasley. Itulah alasannya orang tua melarang melakukan hubungan suami istri sebelum halal, selain agar terhindar dari dosa dan fitna juga untuk kejelasan nasab sang anak.
"Mitha sendiri yang akan menikahkan Kak Celo dengan Laras, tapi ada syaratnya. Semua yang ada di dunia ini tidaklah gratis," ucap istri Marcelo itu tiba-tiba, sehingga membuat mereka yang ada di ruangan itu tercengang.
"Kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan itu, Mitha?" tanya Marcelo murka.
"Dengarkan dulu, Kak. Mitha mohon," jawab Mitha dengan sorot mata penuh permohonan.
Dapat Marcelo lihat dari tatapan mata sang istri, jika istrinya itu tengah terluka. Lagi-lagi keluarganya melukai hati sang istri dan dia tidak bisa melakukan apapun untuk membela.
"Apa syaratnya, Mitha? Cepat katakan," tanya Rosita antusias, sudah tidak sabar lagi mendengar syarat yang diajukan oleh sang menantu.
Mitha menghirup udara sebanyak mungkin untuk memenuhi paru-parunya, lalu mengeluarkannya perlahan. Tangannya saling bertaut untuk menghilangkan rasa gugup.
__ADS_1
"Setelah menikah Kak Celo tidak boleh satu kamar dengan Laras. Dia hanya mendapatkan status sebagai istri sebatas di atas kertas. Kak Celo boleh memberikan perhatian pada Laras tapi tidak boleh menyentuhnya. Dalam artian, tidak melakukan hubungan suami istri sampai Mitha mengizinkan."