Cinta Gila

Cinta Gila
CG# 53


__ADS_3

Mitha sudah diperbolehkan pulang setelah satu minggu dirawat di ruang VIP pasca koma selama tujuh hari. Sebenarnya istri pertama Marcelo itu meminta pulang setelah dua hari tersadar dari koma. Dia begitu merindukan sang anak yang baru beberapa detik dilihatnya sebelum akhirnya tak sadarkan diri berhari-hari.


"Walaupun sudah di rumah, Ibu harus tetap tidak boleh beraktivitas yang berlebihan. Harus tetap bed rest sampai kesehatannya pulih sempurna. Jangan memendam semua masalah sendiri! Sekiranya ada yang tidak cocok utarakan saja pikiran kamu," pesan dokter yang menangani Mitha selama ini pada sang pasien.


Dokter itu kini menatap keluarga Weasley satu per satu.


"Untuk keluarga Ibu Nimitha, tolong jaga dia dengan sebaik mungkin. Jangan terlalu membebaninya. Apalagi memberikan aturan yang menekan psikisnya. Setiap masalah pasti ada solusinya, tidak harus memaksakan kehendak." Kini giliran suami dan mertua Nimitha Prameswari yang diberikan nasehat untuk kebaikan sang pasien.


"Kami akan menjaganya dengan baik, Dok," jawab Damian sepenuh hati, dalam hati kecilnya dia merasa bersalah dan untuk menebus rasa bersalah itu dengan menjaga sang menantu dengan sebaik-baiknya.


Laras tidak ikut menjemput karena dia lebih memilih menjaga bayi yang baru berusia dua minggu tersebut. Istri kedua Marcelo itu tidak sanggup bertemu dengan kakak madunya. Dia merasa dirinya 'lah penyebab tekanan psikis yang dialami oleh sang kakak madu, walau bukan salah dia sepenuhnya.


Laras sedang menimang baby boy saat Mitha sampai di kediaman Weasley. Adik madu Mitha itu sangat menyayangi anak tirinya, bahkan dia memperlakukan baby boy seperti anak kandung sendiri. Tidak ada rasa iri ataupun benci pada bayi yang belum tahu apa-apa tersebut.

__ADS_1


Dengan baby boy dalam gendongannya, Laras menyambut kedatangan kakak madunya. Senyumnya selalu mengembang saat mendengar kabar jika istri pertama sang suami sudah diperbolehkan pulang.


"Selamat datang kembali ke rumah ini. Semoga kita selalu diberikan kesehatan," ucap Laras menyambut sang kakak madu.


Mata Mitha berkaca-kaca saat melihat sang anak dalam gendongan adik madunya. Dia merasa bersalah karena belum bisa mengurus bayi itu. Tangannya terulur untuk mengambil sang anak dari gendongan Laras.


"Sayang, badan kamu masih lemah. Jadi, kamu menggendong baby boy sambil duduk saja. Bukannya melarang, hanya khawatir badan kamu belum kuat menggendong dia," kata Marcelo dengan suara lembut, takut sang istri tersinggung.


Mitha mengangguk dan mempercepat langkah kakinya menuju sofa yang tidak jauh dari pintu masuk. Kebetulan mereka tadi masuk dari pintu samping yang menghubungkan ruang keluarga dengan garasi.


"Sayang, siapa nama jagoan kita? Kamu pasti sudah menyiapkan namanya, bukan?" tanya Marcelo pada sang istri.


Mitha tersenyum lalu berpikir sejenak mengingat nama yang telah disiapkan sebelum sang anak lahir. Akhirnya, baby boy diberi nama Kenzo Alvaro. Istri pertama Marcelo itu ingin anaknya menjadi laki-laki kuat dan pintar.

__ADS_1


Setelah kepulangan Mitha dari rumah sakit, kediaman Weasley selalu dipenuhi dengan canda tawa. Mereka memperlakukan Mitha bak ratu di rumah itu, karena memang dialah ratu di sana.


Sementara para penghuni rumah mewah itu selalu ceria dan bahagia, Laras masih menyimpan kesedihannya seorang diri. Rasa cintanya pada Mahesa tidak bisa hilang begitu saja. Tetap dia yang bertahta di hati seorang Larasati Hudoyo.


Hari terus berlalu, kini dua bulan sudah usia baby Kenzo. Bayi mungil itu tumbuh dengan sehat, terbukti dari berat badannya yang terus bertambah serta gerakannya yang sangat lincah.


Pagi itu, Mitha dan ibu mertuanya sedang menjemur baby Kenzo di gazebo dekat kolam renang, setelah melepas keberangkatan Marcelo dan ayahnya pergi ke kantor. Sementara itu, Laras yang masih tidur setelah subuh sengaja tidak dibangunkan oleh siapa pun juga.


Laras terbangun saat sinar matahari pagi masuk melalui celah gorden jendela kamarnya. Dia sangat terkejut saat menyadari bangun kesiangan. Pagi ini istri kedua Marcelo itu ada janji dengan orang tuanya untuk memeriksakan kandungan.


Marcelo hari ini tidak bisa mendampingi karena harus segera berangkat ke kantor cabang yang ada di luar kota. Selain itu, Laras sudah lama tidak bertemu dengan orang tuanya.


Selesai mandi dan berdandan ala kadarnya, Laras bergegas keluar dari kamar. Langkah kakinya sangat terburu-buru karena sudah terlambat. Dia tidak menyadari jika caranya berjalan bisa berbahaya.

__ADS_1


Saat sampai di undakan tangga, tiba-tiba kakinya terpeleset karena pijakannya tidak tepat. Wanita itu langsung terjatuh dan terguling dari tangga.


__ADS_2