
Marcelo dan Mitha tidak sengaja mendengar perdebatan antara Damian dan Sapto. Pasangan suami-istri itu saling menatap seolah bertanya kebenaran atas apa yang mereka dengar. Sepengetahuan Celo, kakaknya itu laki-laki yang bertanggung jawab dan tidak akan melakukan hal yang melanggar norma. Namun, mendengar Laras tengah mengandung anak sang kakak rasanya seperti tidak percaya.
"Kak, kalau benar Laras tengah mengandung anak almarhum. Bagaimana?" tanya Mitha begitu mereka masuk ke kamar.
Setelah tuan Sapto meninggalkan rumah itu, Marcelo menarik istrinya menuju kamar. Agar tidak ketahuan jika mereka baru saja mencuri dengar pembicaraan orang tua.
"Ya, gak bagaimana-bagaimana. Biasa aja, jalani semua seperti biasanya." Marcelo menjawab serata mengangkat kedua bahunya cuek.
Marcelo langsung mengajak sang istri untuk segera tidur. Suami Mitha itu tahu jika sang istri pasti akan selalu memikirkan ucapan ayah Laras yang memintanya untuk bertanggung jawab atas perbuatan sang kakak. Dia tidak ingin istrinya yang sedang hamil itu terlalu banyak pikiran, sehingga mengganggu perkembangan janin dalam kandungannya.
Anak kedua Weasley itu sebenarnya tidak mau ikut campur urusan orang tuanya. Namun, dengan adanya masalah yang terjadi akibat sang kakak yang di luar dugaan. Pasalnya selama ini, Mahesa terkenal sebagai anak yang baik budi dan patuh pada orang tua, berbeda jaug dengan Marcelo yag suka memberontak.
Saat Marcelo mulai merebahkan badannya, menyusul sang istri yang sudah terlelap terlebih dahulu, terdengar suara pintu kamarnya diketuk. Suami Mitha itu bergegas keluar dari selimut dan turun dari ranjang. Berjalan pelan menuju pintu dan membukanya.
Ternyata sang ayah yang mengetuk pintu kamarnya.
__ADS_1
"Ikut papi ke ruang kerja!" Damian berujar begitu pintu terbuka dan langsung meninggalkan sang anak.
Marcelo mengikuti sang ayah setelah menutup rapat pintu kamarnya. Selama berjala, benaknya bertanya-tanya. Namun, dia menyimpan pertanyaan itu karena sang ayah pasti akan mengatakannya nanti.
"Ada apa, Pi?" tanya Marcelo begitu masuk ke ruangan sang ayah.
Saat masuk, di ruangan itu sudah ada ayah dan ibunya duduk di sofa yang ada di ruang kerja itu. Tampak wajah kedua orang tuanya yang memendam masalah.
"Duduklah!"
"Orang tua Laras tadi datang ke sini. Gadis itu saat ini tengah berbadan dua. Pak Sapto meminta pertanggungjawaban," ungkap Damian dengan wajah kalut.
"Mahesa pergi setelah menitipkan benih di rahim Laras. Bagaimana Mahesa bisa menikahi Laras, sedang jasad dan raganya sudah berpisah?"
"Lalu? Kalian ingin aku menggantikan Mahesa untuk bertanggung jawab. Begitu, bukan?"
__ADS_1
Marcelo menggelengkan kepalanya, ingin dia tidak percaya dengan sang ayah yang tega memintanya untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang tidak dilakukan.
"Celo sudah punya istri, bahkan istriku saat ini tengah mengandung penerus Weasley. Apa tidak ada perasaan kasihan sedikit pun pada istriku? Kalian memperlakukan kami seperti kami bukan bagian dari keluarga ini," lanjut Celo dengan tatapan kecewa pada sang ayah.
Sungguh dia tidak menyangka jika ayahnya akan meminta dirinya yang untuk menikahi lain, di saat istrinya tengah mengandung anaknya. Jika wanita itu hamil di luar nikah, berarti memang wanita tersebut tidak bisa menjaga dirinya dengan baik.
Tanpa ada yang menyadari jika Mitha sedang berdiri di balik pintu menguping pembicaraan penting itu. Air matanya mengalir begitu saja tak tertahankan. Istri Marcelo itu membekap mulut sendiri agar suara tangisannya tidak terdengar oleh siapa pun.
*
*
*
__ADS_1