Cinta Lama Belum Usai

Cinta Lama Belum Usai
Abdi Insyaf


__ADS_3

^^^Hidup cuma sekali^^^


^^^Jalanilah dengan indah^^^


^^^Karena kita berhak bahagia^^^


^^^#Abdi Kusuma#^^^


Saat ini Abdi dan Aurora sedang berada di sebuah cafe.


"Kamu pilih menu apa Ra?"


"Aku mau yang segar - segar aja Di, ada milkshake strawberry kan? aku masih kenyang jadi sama cemilan aja, terserah kamu aku ngikut."


"Ada nih. Oke pesan pisang bakar keju dan tahu kemul bumbu cabe bawang ya."


"Oke!"


"Ra, tadi beneran Leon ga ada di apartemen?"


"Masak aku bohong sih Di. Tadi Dimas sendirian, Leon menyusul Viona ke rumah tantenya."


"Owh akhirnya ternyata mereka sudah tidak malu mengakui perasaannya."


"Maksudnya?"


"Leon dan Viona itu sudah sejak SMA kelas 1 dekatnya, setiap ada yang menanyai hubungan mereka, mereka jawab hanya sebatas sahabat. Namun mereka berdua selalu menolak cowok atau cewek yang mendekati mereka. Aku ikut senang akhirnya Leon sekarang terang - terangan mengakui perasaannya." jelas Abdi panjang lebar.


Abdi tidak menyadari penjelasannya membuat hati wanita yang di hadapannya tercabik - cabik. Ia juga belum mengetahui kalau Aurora adalah wanita yang dijodohkan dengan Leon.


"Owh begitu ya ceritanya. Pantesan Leon cuek dan dingin denganku."


"Apa maksudmu? apa kamu menyukai Leon?"


Aurora hanya diam dan terlihat rona sedih diwajahnya.


"Ra.. apa kamu mendengar pertanyaanku?"


"Eh apa Di, maaf aku sempat melamun. Sebenarnya aku bukan hanya sekedar anak teman papanya Leon. Kami dijodohkan!"


"What! yang benar? waduhh.. maaf ya Ra, aku benar - benar tidak tahu. Leon sama sekali tidak memberitahuku."


"Tidak apa - apa. Ini memang salahku, seharusnya sewaktu papaku menawarkan perjodohan ini, aku langsung menerimanya hanya melihat foto Leon. Aku jatuh cinta saat itu juga, aku pikir seumur kita pasti belum jatuh cinta yang dalam. Dan berharap Leon juga masih sendiri. Tapi ternyata diluar dugaanku."


"Ra, sudahlah jangan sedih ya. Aku juga sepemikiran denganmu, aku sekarang juga belum tau bagaimana cinta sejati seperti apa. Kalau Leon dan Viona berbeda Ra. Aku tidak bermaksud membela mereka. Aku sarankan menyerahlah. Kamu masih punya kesempatan untuk dicintai lelaki lainnya." kata Abdi bijak, sebenarnya ia ingin mengatakan ada diriku, seperti ia terbiasa merayu wanita lain. Namun dengan Aurora ia merasakan hal yang berbeda.


Hari berlalu, Dimas juga sudah kembali ke Kota B.


Sedangkan Abdi semakin dekat dengan Aurora. Namun Aurora masih belum bisa melupakan perasaan cintanya kepada Leon. Aurora hanya menganggap Abdi sebagai sahabat.

__ADS_1


Abdi sudah bertekad ingin menaklukkan Aurora, sampai pacar terakhirnya diputus. Baru kali ini ia berstatus jomblo.


Sedangkan Leon dan Viona semakin dekat dan mesra. Tetapi Leon masih belum berani bercerita tentang perjodohannya dengan Aurora.


Walaupun mereka sering pergi berempat, Aurora sangat mengerti apa arti dirinya buat Leon. Ia sengaja mengakrabkan diri dengan Abdi, sehingga Viona mengira mereka sedang pendekatan.


**


Tibalah hari ini pengumuman hasil tes seleksi masuk Universitas Negeri di Kota Y, yang diumumkan melalui surat kabar lokal.


Leon, Viona, Abdi dan Citra sepakat ingin melihat hasilnya bersamaan di apartemen Leon.


Viona dan Citra sebelum ke sana mampir sekalian membeli makanan untuk sarapan. Abdi sudah sampai terlebih dahulu di apartemen Leon.


Mereka mulai membaca satu persatu nama yang tertera berdasarkan fakultas yang mereka pilih.


Dan keempatnya lolos tes semua, mereka tak sadar melompat - lompat bahagia seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru.


Lalu menghubungi keluarga masing - masing untuk memberi tahu kabar bahagia tersebut.


"Puji syukur ya kita semua bisa lolos tes. Kita rayain yuk!" ucap Citra dengan bahagianya.


"Iya nih, tak sia - sia kita kursus kilat dengan mentor hebat. Makasih ya broo!" ujar Abdi kepada Leon sambil mengajak 'hi five'


"Ah bisa aja, aku kan hanya membantu selebihnya adalah hasil kerja keras kalian sendiri." balas Leon merendah.


"Makasih ya Lee, kamu udah ajarin kita, kita jadi tau cara berpikir yang praktis!" kata Viona memuji kekasihnya.


Leon hanya tersenyum dan menimpuk Abdi dengan bantal sofa. Sedangkan Viona tersenyum malu digoda teman - temannya.


"Aww.. sakit Leon! Oh ya aku setuju ide Citra. Yuk kita bakar - bakaran di rumahku. Bisa bakar ayam, ikan atau jagung. Gimana?" usul Abdi.


"Setujuuuu...!" jawab Leon, Viona dan Citra bersamaan.


"Oke. Nanti malam saja ya, siang ini kita belanja dulu. Eh aku ajak Rara boleh kan Leon?" ucap Abdi dengan polosnya.


"Terserah kamu Di! kenapa harus minta izin sama aku?!" timpal Leon gugup, ia takut Viona nanti salahpaham, 'Apa Abdi tau tentang aku dan Viona ya?' batinnya.


"Biasa aja Leon, okelah nanti kuajak dia, biar tambah seru." ujar Abdi.


Viona menatap curiga ke arah Abdi dan Leon. Ada apa sebenarnya mereka dengan Rara. Namun ia berusaha menepis pikiran negatif. Mungkin saja Abdi lagi pendekatan dengan Rara, pikirnya.


Leon merasakan sikap Viona yang berubah diam, ia mendekatinya.


"Ada apa Vio? yuk kita siapkan sarapannya." kata Leon berusaha menenangkan kekasihnya.


"Eh ga pa - pa kok Lee, yuk kita ke dapur, tadi aku dan Citra beli bubur ayam dan gorengan." balas Viona kemudian beranjak ke dapur diikuti Leon.


Abdi segera mengirim pesan ke Rara untuk bergabung dengan mereka.

__ADS_1


***


Malamnya di rumah Abdi, tepatnya di teras belakang grup cowok nampak sedang mempersiapkan tungku untuk pembakaran.


Sedangkan grup cewek mempersiapkan bumbu bakarnya dan membuat sambal dibantu Mbak Nah pembantunya Abdi. Mereka akhirnya memilih ikan gurameh, udang, cumi dan jagung untuk dibakar.


Setelah semua bahan siap, acara dimulai.


Grup cowok yang bertanggungjawab membakar satu persatu bahan yang ada.


Sekitar 1 jam semua bahan selesai dibakar. Mereka mulai menyantapnya dengan sambal buatan Mbok Nah dan nasi hangat. Sungguh nikmat luar biasa.


Acara tersebut diiringi alunan musik yang sengaja Abdi nyalakan dengan speaker. Jadilah pesta ala barbekyuan.


Saat grup cewek sedang membereskan dan mencuci alat - alat makan yang kotor, Abdi mengajak Leon berbincang di gazebo.


"Lama kita ga berbincang ya bro, kamu sibuk kencan terus nih!" ucap Abdi membuka perbincangan mereka.


"Apaan sih lebay! tumben kamu melow gini sih Di." ledek Leon yang masih mengira kalau Abdi bercanda.


"Hehee.. kan namanya perhatian sama teman, apa ga boleh?" elak Abdi.


"Boleh sih.. ada apa? kamu mau curhat?" tanya Leon.


"Gimana ya.. sebenarnya aku tidak bermaksud mau ikut campur. Aku tau tentangmu dan Rara." jelas Abdi kikuk karena takut Leon nanti salahpaham.


"Huk..huk.. apa?" Leon terbatuk karena kaget mendengarnya.


"Kalem saja bro, ga usah kaget gitu. Viona tau tidak?"


"Enggak, aku belum berani cerita, aku takut kehilangan Vio." ujar Leon jujur.


"Sebaiknya kamu jujur broo, kasian Viona dan Rara juga. Cepat atau lambat Vio bakalan tau juga." saran Abdi.


"Iya aku tau, aku masih butuh waktu, karena saat ini kami baru memulainya. Aku juga tidak ingin menyakiti Viona." jawab Leon pasrah.


"Aku hanya bisa mendoakan semoga semua lancar. Kalian semua bisa menemukan kebahagiaan dan tidak ada yang tersakiti." ucap Abdi bijak sambil menepuk bahu Leon.


"Ya sudah nanti aku pikirkan bagaimana solusinya, saat ini Vio hanya bisa jadi kekasih rahasiaku. Aku juga tidak mau jadi anak durhaka, aku juga tidak mau menyakiti Aurora. Pusing Di!" keluh Leon sambil mengacak - acak rambutnya sendiri.


"Sabar dan tenang saja bro.. Rara mah bisa sama aku hahaaha... PRmu itu hanya meyakinkan orangtua kalian!" kata Abdi yang masih bisa bercanda disaat bicara serius.


Leon hanya menatap aneh ke arah Abdi, "Dasar kamu playboy cap kelinci! bisa - bisanya ambil kesempatan dalam kesempitan!"


"Hahahaha.. santai bro.. hidup itu cuma sekali dibuat happy aja!" hibur Abdi ke Leon.


"Udah yuk tuh ibu - ibu udah selesai beberes. Kita ke sana aja!" ajak Leon.


Mereka berdua beriringan menuju teras. Dan acara bebakaran selesai, mereka kembali ke rumah masing - masing.

__ADS_1


bersambung....


terus dukung karyaku ya.. makasih readers..


__ADS_2