Cinta Lama Belum Usai

Cinta Lama Belum Usai
Kemantapan Hati


__ADS_3

"Kak Adrian?" ucap Viona reflex sembari menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Kemudian Viona membukakan pintu gerbang.


"Hai Viona, apa kabar?" sapa Adrian.


"Eh hai juga. Kabar baik Kak." jawab Viona terbata - bata.


"Aku boleh masuk kan?" tanya Adrian.


"Owh iya.. silahkan masuk!" jawab Viona. Ia agak terkejut dan tidak menyangka Adrian bakal datang ke rumahnya. Karena mengingat pertemuan terakhir yang kurang mengenakkan, berujung perkelahian antara Leon dan Adrian.


Kemudian Adrian merapikan parkiran mobilnya di pinggir jalan depan rumah Viona.


Viona menunggu Adrian selesai memarkirkan mobilnya. Kemudian mereka beriringan berjalan masuk ke dalam rumah.


"Silahkan duduk Kak!" ucap Viona mempersilahkan Adrian duduk di sofa ruang tamu.


"Makasih, apa kabarnya Viona? Lama tidak berjumpa kamu makin cantik saja." puji Adrian.


"Kabar baik Kak. Ah biasa aja kok." balas Viona merendah.


"Aku dengar kabar, kamu akan menikah dengan Leon? apakah benar?" selidik Adrian dengan raut wajah yang kurang bersahabat.


"Benar, kami akan menikah 3 hari lagi. Kenapa?" jawab Viona agak ketus. Ia mulai tidak suka cara bicara Adrian.


"Owh, jadi benar kata David. Masih ada waktu buat membatalkan Vio!" ucap Adrian sembari tersenyum licik.


"Apa maksudmu?" tanya Viona tidak suka dengan pertanyaan yang diajukan Adrian.


"Viona, aku masih mencintaimu, apakah tidak ada kesempatan untukku?" tanya Adrian sembari menatap tajam ke arah Viona.


"Maaf, aku tidak mencintaimu. Dan tolong jangan ganggu aku lagi!" jawab Viona dengan tegas. Ia sudah jengah dengan pertanyaan Adrian, ia juga malas memanggilnya dengan sebutan 'kakak' lagi.


"Vio.. please.." ucap Adrian yang hampir saja menangis, matanya nampak berkaca - kaca.

__ADS_1


"Maaf sekali maaf, aku tidak bisa. Aku hanya mencintai calon suamiku, Leon Aditama. Sebaiknya anda segera pulang. Aku tidak mau nanti timbul salahpaham, apalagi pernikahanku sudah dekat" balas Viona sembari berdiri mempersilahkan Adrian pergi dari rumahnya.


Adrian mendesah kesal, "Oke, maaf kalau aku sudah lancang. Semoga kau bahagia Viona! Permisi" ucapnya kemudian berdiri hendak meninggalkan rumah Viona.


Viona segera menutup pagar kembali, saat Adrian sudah keluar dari gerbangnya.


Viona bernafas lega, setidaknya Adrian tidak menimbulkan keributan seperti saat terakhir mereka bertemu.


"Siapa yang datang Vio?" tanya Mama Sinta saat Viona sudah kembali ke dalam rumah.


"Adrian Ma" jawab Viona singkat.


"Owh, kamu mengundangnya?" tanya Mama Sinta.


"Enggak Ma, tiba - tiba saja dia datang. Katanya sih pacar Citra yang kasih tau. Sudahlah Ma, aku males bahas dia lagi." ungkap Viona kesal.


"Oke. Yang penting tidak ada masalah kan?" balas Mama Sinta.


"Tidak kok Ma. Cuman bikin kesel saja." kata Viona.


"Sebenarnya aku malas cerita Ma. Adrian tadi bilang masih mencintaiku, meminta kesempatan lagi. Kan bikin bete Ma, pede banget sih dia." ungkap Viona.


"Nah kalau kamu mau cerita kan Mama bisa kasih saran sayang, kamu harap mengerti namanya juga perasaan, coba pahami posisi Adrian. Bicaralah baik - baik jika kamu menolaknya. Tidak usah kesal atau marah ya sayang. Sudah sekarang fokus pada pernikahanmu ya." nasehat Mama Sinta sembari mengelus pelan kepala putrinya.


"Ya Mama. Tadi aku sudah menolaknya dan meminta maaf kalau tidak bisa membalas perasaannya." ucap Viona.


"Bagus Nak. Sekarang bantu Mama di dapur yuk, kita masak buat nanti." ajak Mama Sinta.


Viona dan Mama Sinta jalan menuju dapur untuk membantu Mbok Narti mempersiapkan hidangan buat wedding organizer yang akan mendekor rumah keesokan hari.


H-2 menjelang pernikahan


Sekitar pukul 8 pagi rombongan wedding organizer tiba di rumah Viona.


Rumah mulai ditata dan dihias dengan tema 'natural', terutama di ruang tamu yang nantinya akan digunakan sebagai tempat acara doa dan *midodareni sesuai adat asal keluarga Arga.

__ADS_1


Adik - adik dari Papa Arga dan Mama Sinta juga telah tiba dari luar kota. Kebetulan mereka adalah anak pertama semua.


Suasana di dapur dan belakang juga tak kalah sibuknya. Para wanita membantu memasak dan mempersiapkan hidangan.


Citra, Aurora dan Stevani juga telah hadir untuk membantu. Mereka lebih fokus menemani Viona yang sedang melakukan perawatan, seperti luluran dan menghias kuku dengan pewarna kuku. Setelah perawatan selesai, Viona dirias untuk acara doa nanti sorenya.


Sore hari menjelang sekitar pukul 5 sore, dimulailah acara doa sesuai agama yang mereka anut adalah Kristen. Acara doa tersebut dilaksanakan untuk mendoakan semoga acara berlangsung dengan lancar sampai saat pemberkatan pernikahan. Serta rumah tangga yang Leon dan Viona yang kelak mereka bina bahagia hingga maut memisahkan.


Saat acara doa Leon hadir bersama keluarga besarnya, namun tidak boleh bertemu dengan Viona karena masih masa *pingitan. Viona menunggu di kamar ditemani sahabat - sahabatnya, ia hanya mendengarkan dari kamarnya. Padahal dalam hati mereka saling merindukan karena hampir satu minggu mereka tidak boleh bertemu.


H-1 menjelang pernikahan


Jadwal hari ini adalah acara midodareni yang akan dilaksanakan pukul 6 sore. Sebelum acara tersebut dilakukan, pukul 12 siang dilaksanakan prosesi siraman Viona di taman belakang rumah.


Siraman memiliki arti simbolis yang berarti menyucikan diri dari noda masa lalu, air untuk siraman juga di ambil dari tujuh mata air yang berbeda. Air siraman yang digunakan Viona kemudian dikirim ke Leon.


Leon juga melaksanakan prosesi siraman di hotel. Selesai prosesi siraman dilanjutkan dengan adat jualan dawet di tempat masing - masing. Viona di rumahnya sedang Leon di hotel bersama keluarga besarnya.


Selesai adat jualan dawet, mereka mempersiapkan diri untuk acara malam midodareni yang akan dilaksanakan di kediaman Viona.


Rombongan keluarga Dirga Aditama telah sampai di rumah Viona tepat pukul 6 sore. Leon tampak gagah dan tampan dengan pakaian adat seragam dengan keluarganya, mereka memilih warna coklat muda.


Keluarga calon mempelai pria membawakan beraneka macam seserahan untuk Viona. Namun Viona tidak boleh mengikuti acara tersebut, ia menunggu di kamar.


Acara tersebut berjalan dengan khidmat, Leon tampak terharu bahagia. Sebentar lagi ia akan mempersunting kekasih hatinya, setelah perjuangan cinta mereka yang berliku - liku.


*pingitan \= masa dimana calon pengantin wanita dan pria tidak boleh bertemu sebelum mereka resmi menikah.


*Midodareni \= acara adat Jawa, biasanya dilakukan pada malam hari sesudah prosesi siraman, yaitu tahap pembersihan bagi kedua calon pengantin sebelum hari sakral pernikahan.


Di mana calon pengantin laki-laki datang bersama keluarga dengan membawa seserahan untuk keluarga perempuan guna mempererat tali silaturahmi.


Pada malam ini, calon pengantin laki-laki tidak diperbolehkan melihat calon istrinya. Calon pengantin perempuan hanya boleh berdiam diri saja di kamar dan yang diperbolehkan melihat hanya saudara serta tamu perempuan saja.


bersambung..

__ADS_1


makasih banyak buat kakak2 yang telah membaca karyaku, ditunggu vote.nya ya...


__ADS_2