
Seminggu lagi jadwal tes masuk perguruan tinggi. Leon, Viona, Citra dan Abdi belajar bersama di apartemen Leon.
Mereka berempat memilih jurusan yang berbeda walaupun satu universitas.
Abdi memilih Fakultas Sastra dan Budaya sesuai dengan hobinya menyanyi.
Sedangkan Citra memilih Fakultas Ekonomi.
"Ga nyangka ya kita udah lulus SMA, udah gede aja!" ujar Abdi sambil senyum bahagia.
"Perjuangan masih panjang broo! kita harus lolos tes dulu." ucap Leon yang hanya geleng - geleng kepala melihat kesantaian Abdi.
"Kalem aja dulu broo! hidup itu butuh variasi, kamu itu monoton banget sih, pacar juga ga punya, kayak aku dong setiap saat ada yang dampingi!" pamer Abdi, yang memang jago merayu cewek karena sikap romantisnya.
"Dasar playboy itu mah!" ledek Leon.
"Bukan playboy ya.. tapi mencari yang paling cocok gitu." pembelaan Abdi.
"Berisik banget nih para cowok, lagi serius belajar nih!" protes Citra sambil berdiri dan berkacak pinggang.
"Awas ada singa betina ngamuk hahaa!" ejek Abdi.
Citra langsung menimpuk Abdi dengan bantal sofa, dengan sigap Abdi mengelak dan bantal itu malah mengenai Viona.
"Waduhhh.. sakit tau!" teriak Viona.
Secara reflex Leon mendekari Viona, tampak raut khawatir di wajahnya.
"Vio kamu ga pa - pa kan? kepalanya ga pusing kan?"
"Duh meleleh hati adek bang, mau dong dikhawatirin juga hehe" timpal Citra.
Leon tidak menggubris omongan Citra.
"Aku ga pa - pa Leon, masih utuh tadi kaget aja reflex teriak." kata Viona, jujur saja dia bahagia mendapat perhatian Leon.
"Makanya Cit kalau ngamuk jangan ngawur, kasian Viona tuh yang kena." ucap Abdi.
"Maaf ya Vio, aku ga sengaja. Kamu sih Di, harusnya jangan menghindar!" kata Citra.
"Dih mana ada orang mau kena musibah!" bela Abdi.
"Sudah.. sudah.. malah kalian yang berantem. Kalau masih rusuh mending kalian pulang aja deh!" ucap Leon pura - pura marah.
"Udah deh Leon, ada mereka seru juga kok, daripada hanya kamu kayak patung es dingin.. brr.. brr.." kata Viona.
__ADS_1
"Kamu mau aku angetin Vio?" tantang Leon sambil mencoba memeluk Viona.
"Waduh pulang yuk Cit, ada yang mau anget - angetan!" kata Abdi vulgar.
Viona reflex mengambil bantal dan memukul bahu Leon.
Leon hanya bisa tertawa mendapat perlakuan Viona seperti itu.
Mereka akhirnya melanjutkan belajarnya. Berhubung Leon yang memiliki otak paling jenius diantara mereka, akhirnya ia yang menjelaskan berbagai macam rumus - rumus singkat.
Tak terasa waktu makan siang tiba, Leon memesan makanan melalui aplikasi online.
Waktu menjelang sore, mereka sepakat untuk mengakhiri belajar bersamanya.
"Aku anter pulang ya Vio." tawar Leon.
"Ga usah Leon, ini kan apartemenmu, jadi aku naik ojek online aja." jawab Viona.
"Vio bareng aku aja!" ujar Citra menengahi.
"Oke deh, udah Leon kamu istirahat aja, sampai jumpa besok di rumah Citra ya!" ucap Viona sambil menggandeng Citra untuk keluar, kalau tidak seperti itu Leon pasti akan memaksanya.
Mereka saling berpamitan pulang. Belajarnya dilanjutkan esok hari di rumah Citra.
**
Saat sedang mengantri di kasir, Citra bertanya,"Vio ak mau nanya, kamu sebenarnya ada apa sih sama Putra? padahal dengan Leon juga misterius.Enak ya banyak cowok yang suka."
"Aku temenan aja sama Putra, sedang sama Leon juga cuman sahabatan aja. Kamu sendiri gimana Cit? masih berharap sama Leon?" jawab Viona.
"Ditanya malah genti nanya hehe.., kemungkinan aku nyerah Vio, tadi Leon sudah bersikap biasa saja, aku udah senang. Mungkin memang lebih baik menganggap dia teman saja." jawab Citra pasrah.
"Baguslah Cit, aku juga ga enak pas kemarin - kemarin suasana jadi canggung diantara kita. Apalagi aku, posisiku juga sulit kalian berdua temanku. Aku netral Cit."
"Iya memang lebih baik seperti itu. Kita sahabatan sampai nanti kakek nenek ya!" ucap Citra.
"Siap, tuh udah buruan bayar!" balas Viona sambil membantu Citra menempatkan barang belanjaannya di meja kasir.
Mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju rumah Viona.
***
Malam menjelang pukul 11 malam, Leon masih belum bisa tidur, membayangkan kejadian tadi pas ia mau memeluk Viona. Dia sendiri heran ada kekuatan apa yang membuatnya senekat itu. Apa hanya karena provokasi Abdi?
Entahlah biarkanlah waktu yang nanti menjawab. Jika memang Viona untukku pasti nanti ada jalannya.
__ADS_1
Akhirnya Leon memutuskan mendengarkan musik dengan earphonenya, siapa tau setelah mendengarkan musik membuat mengantuk.
****
Di kamar Viona, tak jauh berbeda, ia juga susah tidur. Viona sedang membayangkan kejadian sewaktu Leon mau memeluknya.
Sungguh jantungnya terasa berdebar lebih kencang. Untungnya ada Abdi dan Citra jadi bisa mengerem tindakan Leon.
Selama mengenal Leon, tidak pernah ia senekat itu. Apalagi Leon biasanya cuek dan dingin. Namun entah pesona apa yang dimiliki Leon sehingga membuat Viona begitu nyaman berada di dekatnya.
Viona memutuskan untuk tidak terlalu menganggap berlebihan tindakan Leon tadi siang. Ia tidak mau terlalu berharap lebih, karena Leon pernah bilang kalau ia pengen bersahabat selamanya dengannya.
*****
Setiap hari empat sekawan itu belajar intensif untuk menghadapi tes.
Setelah beberapa hari belajar, mereka memutuskan malam minggu ini untuk refreshing menonton film ke bioskop. Kebetulan ada film baru yang menarik untuk ditonton.
Mereka sudah tiba di salah satu mall terbesar di Kota Y. Mereka langsung menuju lantai 5 dimana bioskop 51 berada.
Leon dan Abdi yang mengantri membeli tiket, sedangkan Viona dan Citra membeli snack dan minuman.
"Tumben kamu bebas malam minggu gini Di, lagi ga laku ya?" ledek Leon.
"Enak aja, aku kan menghargai kalian yang jomblo semua. Nanti kalau aku ajak cewekku pada ngiri lagi!" ucap Abdi menyombongkan dirinya.
"Yang ga jomblo, sombong amat sih! hahaha" timpal Leon ketawa.
"Udah tembak aja Viona, ntar keburu direbut cowok lain baru tau rasa!" ledek Abdi.
"Slow aja brooo!" bela Leon, padahal dalam hatinya membenarkan ucapan Abdi, 'bagaimana kalau tiba - tiba ada cowok yang bisa merebut perhatian Viona ya? batinnya.'
Di bagian kasir makanan, tampak Viona dan Citra sedang mengantri.
Viona tidak menyadari kalau cowok di belakangnya memperhatikannya.
Akhirnya tiba saat mereka memesan popcorn dan minuman ringan.
Saat Viona sedang membalikkan badan tidak sengaja hampir menabrak cowok yang di belakangnya. Hampir saja minuman yang dibawanya jatuh kalau cowok itu tidak sigap memegang tangannya.
"Maaf mas, saya tidak sengaja. Makasih bantuannya." kata Viona.
"No problem! ati - ati aja kalau mau jalan. Boleh kenal..." belum selesai cowok itu berkata Viona sudah pergi karena Citra menarik tangannya untuk bergegas menyusul Leon dan Abdi yang sudah ada di depan studio 1.
Leon hanya menatap tajam dari jauh..
__ADS_1
bersambung..