Cinta Lama Belum Usai

Cinta Lama Belum Usai
Resepsi Pernikahan


__ADS_3

"Leooonnn!!! aaaa!!!" teriak Viona.


Leon melongo melihat pemandangan indah di depan matanya. Tubuh polos Viona terpampang jelas, membuat Leon kehilangan akal sehatnya. Dengan cepat ia mendekap mulut Viona dengan bibirnya supaya menghentikan teriakannya.


Viona berusaha meloloskan diri dengan memukul dada Leon, namun ia kalah kuat dari Leon.


Leon mulai memeluk Viona dengan tangan kirinya, sedang tangan kanannya melepas kaos dan celana pendeknya, hanya tinggal boxer yang ia kenakan.


Leon mulai tak terkendali, ia turun menciumi leher serta dua bukit indah milik Viona, tak terasa Viona reflex mendesah, membuat Leon semakin panas. Saat Leon hendak membuka boxernya.


"Lee.. cukup, jangan dilanjutkan" pinta Viona sembari mengatur nafasnya.


"Tanggung sayang, aku mau dirimu!" ucap Leon dengan suara seraknya.


"Please nanti saja ya... di luar ada mama - mama sudah menunggu, sebentar lagi kita harus persiapan resepsi!" pinta Viona memohon.


"Oke aku setuju lanjut nanti, tapi kamu harus mandiin aku!" pinta Leon sembari tersenyum penuh arti.


"Ya sudahlah daripada kelamaan.." balas Viona pasrah, terpaksa ia basah lagi dan mandi untuk kedua kalinya.


Sekitar hampir 30 menit mereka berdua baru keluar dari kamar mandi, rona wajah Viona sudah seperti kepiting rebus.


"Ternyata aku salah nyuruh Leon nyusul kamu mandi Vio.. ampun malah jadi lama hahaha.." ledek Mama Audi.


"Sabar Leon lanjut nanti aja ya belah durennya hihii.." goda Mama Sinta tidak mau kalah.


"Udah dong mama - mamaku yang cantik, aku malu.." ucap Viona tersipu malu.


"Ga pa - pa sayang, mama maklum kok kalian kan pengantin baru. Dulu papa dan mama pas belah duren bisa sampai 4 ronde lho hihii.." kata Mama Audi tanpa malu - malu.


"Ma.. malu ah vulgar amat hahaha!" komentar Leon kepada mamanya yang asal bicara.


"Sudah kalian siap - siap dulu, bentar lagi perias pengantinnya datang. Vio pakai kemeja aja pas dirias, biar nanti gampang pakai kebayanya." perintah Mama Sinta.


"Oke bos!" jawab Viona.


Tak lama kemudian tim perias pengantin datang, para mama kembali ke kamar masing - masing untuk dirias juga.

__ADS_1


**


Tepat pukul 18:45 Viona selesai dirias, rambutnya disanggul modern dengan make up flawless, menambah cantiknya Viona. Sedangkan Leon nampak gagah dan tampan memakai setelan jas warna coklat tua sedangkan Viona memakai kebaya modern yang berwarna kuning keemasan. Saat menjelang pernikahan Leon berubah pikiran, ia ingin lebih santai dalam resepsi, tidak jadi memakai beskap.


Leon dan Viona berjalan berdampingan dengan diiringi keluarga besarnya. Mereka memasuki aula ballroom hotel, para tamu undangan yang telah tiba menampakkan kekagumannya.


Nampak para sahabat mereka telah siap menjadi penerima tamu. Aurora dengan Abdi, Citra dengan David serta Putra dengan Stevani. Mereka memakai seragam batik sarimbit, yang wanita gaun sedangkan para pria kemeja lengan panjang.


Untuk acara resepsi memang mereka memilih tema "cozy party" jadi lebih santai tidak terlalu formal.


Mempelai telah sampai di pelaminan, kedua orangtua duduk di samping kiri dan kanan mempelai.


Kemudian pembawa acara mulai membacakan susunan acara.


Leon dan Viona mengundang teman sekelas saat masa SMA dan teman seangkatan semasa kuliah. Mereka tampak hadir di sana dan satu persatu memberikan selamat.


Acara resepsi berlangsung meriah, sebuah band yang disewa dari hotel tersebut memainkan lagu - lagu cinta yang menambahkan keromantisan suasana.


Sekitar 2 jam acara resepsi berlangsung dengan lancar. Para tamu juga mulai berpamitan undur diri, tinggallah keluarga besar saja di sana. Mereka masih asyik melakukan sesi foto - foto keluarga.


Viona nampak kelelahan, ia duduk sambil memijat kakinya. Leon melihat itu, "Capek ya sayang, nanti kugendong ya.." ucapnya sembari duduk dan mulai membantu memijat kaki istrinya.


"Kenapa malu, kita kan udah sah sayang, oh ya jangan panggil aku nama lagi dong, aku kan suamimu!" kata Leon.


"Enaknya panggil apa dong?" tanya Viona kebingungan, karena ia telah nyaman memanggilnya dengan Lee, sahabat yang telah menjadi suaminya.


"Sayang,. Mas.. Abang atau honey terserah asal jangan nama ya, walaupun aku cuman 5 bulan lebih tua darimu." jelas Leon.


"Iyaa nanti aku ganti panggilannya, udah yuk aku laper ikut gabung ke sana yuk!" ajak Viona sembari menunjuk di mana sahabat - sahabatnya sedang menikmati hidangan.


"Baiklah istriku tersayang!" jawab Leon sambil menggandeng tangan Viona.


Leon dan Viona ikut berbaur dengan para tamu dan sahabatnya.


"Cieee penganten baru...!" ledek Citra.


"Belah duren di malam hari... " ledek Abdi sembari menyanyikan lagu belah duren.

__ADS_1


"Apaan sih kalian!" kata Leon yang risih dengan nyanyian Abdi.


"Kak David buruan tuh Citra nunggu dilamar!" balas Viona tak mau kalah.


"Sstttt... Viona!" protes Citra.


David hanya menanggapi sambil tersenyum, "Tenang tunggu saja tanggal mainnya!"


Mereka bersenda gurau dengan akrabnya, tak terasa malam semakin larut. Akhirnya acara resepsi berakhir, pengantin baru kembali ke kamar hotelnya.


"Sayang lanjut yang tadi sore ya?" ucap Leon tanpa malu dan basa - basi, ia mendekati Viona yang sedang membersihkan wajahnya.


Saat ini Viona hanya menggunakan kemben sehingga menampilkan bahu mulusnya, yang membuat Leon susah menahan diri untuk menciumi bahu istrinya.


"Geli Lee.. eh Mas.. eh sayang.." ucap Viona kegelian.


"Awalnya geli nanti lama - lama enak lho.." goda Leon.


"Ampun deh, pikiranmu itu mesum terus ya, sabar napa.." ucap Viona tanpa menghiraukan Leon yang mulai menciumi lehernya dari belakang.


Viona hanya memandang wajah Leon dari cermin, sebenarnya ia capek namun tak tega membuat kecewa suaminya.


"Sayang, aku mandi dan beresin sanggulku dulu ya, masak kamu mau lihat aku amburadul gini." tawar Viona.


Leon akhirnya melepaskan, "Oke aku kasih waktu 15 menit, kalau ga keluar aku susulin!" ancamnya jahil.


"Dasaarrr otak mesum!" ledek Viona, kemudian ia bergegas menuju kamar mandi. Ia masih malu jika harus melepaskan kemben dan kain jariknya di depan Leon.


"Aku pasang timer nih!" teriak Leon dari luar kamar mandi.


Di dalam kamar mandi Viona hanya geleng - geleng kepala melihat ulah suaminya. Viona bergegas mandi dan keramas, kalau sampai 15 menit belum selesai malah bisa tambah lama nanti mandinya.


Hampir 15 menit Viona selesai membersihkan diri kemudian keluar dari kamar mandi memakai handuk kimono.


Viona hampir tertawa namun ditahan, saat melihat Leon sudah terlelap tidur sembari memegang handphonenya. Saat alarm handphone berbunyi pun ia tidak bangun. Akhirnya Viona mematikan alarm tersebut, dan merebahkan badannya di samping Leon. Viona hanya memandang kagum wajah suaminya, tak lama kemudian ia juga terlelap tidur.


Malam pertama gagal euyy... pengantinnya udah KO duluan karena kelelahan..

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2