Cinta Lama Belum Usai

Cinta Lama Belum Usai
Hidup Harus Tetap Berlanjut


__ADS_3

"Viona tunggu!" teriak Adrian sambil berlari menyusul Viona.


Namun Viona sudah pergi meninggalkan area cafe. Ternyata Leon telah menjemputnya.


Adrian seperti mengenali lelaki yang menjemput Viona, sekilas ia mengenali motor yang dipakainya.


"Apakah benar dugaanku kalau Viona kembali pada Leon? Kalau iya, awas saja kamu Leon!" ucap Adrian bermonolog sendiri.


Kemudian Adrian pergi meninggalkan cafe tersebut, hanya satu tujuannya adalah ke rumah David.


Saat Ardian sampai di rumah David, ia sedang asyik bermain gitar di teras rumah.


"Wah kebetulan kamu di rumah juga Vid!" sapa Adrian.


"Tumben ga kasih kabar dulu, kenapa tuh mukanya, masam amat!" ledek David.


"Argghh... aku lagi kesel banget. Viona putusin aku." ucap Adrian.


"Apa? yang bener?" tanya David tak percaya.


"Benerlah.. masak pura - pura!" jawab Adrian kesal.


"Kok bisa?" tanya David kembali.


"Tolong dong Vid, tanyain Citra, apa benar Viona sama Leon lagi?" pinta Adrian.


"Leon? bukannya mereka udah putus?" tanya David tak percaya.


"Udah jangan banyak nanya, cepat tanyain!" perintah Adrian.


"Iya.. iya! Bentar ya aku telepon dulu." ucap David mengalah.


Kemudian David mengambil handphonenya untuk menghubungi Citra dan membuat mode loudspeaker supaya Adrian juga mendengarnya.


"Halo mas" jawab Citra.


"Halo dek, ini nih Adrian itu baru diputusin Viona, apa bener Leon dan Viona kembali bersama?" tanya David.


"Oh itu, iya bener mas. Sekitar beberapa hari yang lalu. Jadi beneran Viona mutusin Kak Adri?" jawab Citra.


"Iya barusan tadi sore katanya. Ya sudah makasih ya dek. Mas tutup dulu teleponnya. Miss u!" kata David.


"Miss u too!" balas Citra.


Sambungan telepon terputus.


"Benar kan berarti tadi yang jemput itu si Leon. Ga nyangka Viona bisa setega ini sama aku." ucap Adrian geram.


"Wah aku juga ga nyangka Dri, ya sudah kamu yang sabar ya bro. Ingat ga boleh terlalu lama patah hatinya lho!" nasehat David.


"Entahlah.. sudah kedua kalinya aku di tinggalkan. Aku jadi tidak percaya lagi yang namanya cinta." ucap Adrian putus asa.

__ADS_1


"Heeiii.. jangan seperti itu Dri! Life must goes on, suatu saat kamu pasti ketemu jodohmu! Jangan menyerah, oke!" saran David.


"Hemm.. udah ya, aku pulang dulu. Mau nenangin diri dulu!" pamit Adrian.


"Aku antar, motormu kamu tinggal di sini saja.." perintah David.


"Makasih ya bro!" balas Adrian.


Akhirnya David mengantar Adrian pulang ke rumahnya, ia tidak tega membiarkan Adrian pulang sendiri dengan kondisi tidak karuan seperti saat ini.


**


Di rumah Viona, nampak Leon dan Viona sedang berbincang serius dengan Mama Sinta.


"Tante, sebelumnya saya minta maaf atas semua yang pernah terjadi dahulu, maafkan saya ya Tante." pinta Leon tulus.


"Ya sudahlah semua telah terjadi. Tante kecewa dengan sikap orangtuamu Leon. Putri tante juga sangat berarti buat kami." ucap Mama Sinta bijak.


"Sekali lagi saya minta maaf ya Tante. Mulai saat ini saya akan memperjuangkan hubungan kami. Saya minta doa restu Tante dan juga Om." ucap Leon serius.


"Tante akan restui asal kamu bisa membuktikan janjimu. Semua keputusan Tante serahkan kepada Viona. Asal Viona bahagia, Tante dan Om akan memberi restu. Bagaimana Vio?" tanya Mama Sinta kepada putrinya.


"Iya Ma, maafin Viona juga ya Ma. Sekarang Viona sudah memutuskan memilih Leon. Hubunganku dengan Adrian sudah berakhir." jawab Viona.


"Ya sudah kalau itu pilihanmu, Mama dan Papa hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu nak." ucap Mama Sinta sambil mengelus kepala Viona dengan lembut.


"Terimakasih ya Tante." ujar Leon sambil mencium tangan Mama Sinta.


"Ya Ma." balas Viona dan Leon hampir bersamaan, "Ya Tante." balas Leon.


Mama Sinta kemudian masuk ke dalam rumah dan memberikan waktu Leon dan Viona berduaan. Bagaimanapun juga Leon sudah dianggap seperti anak sendiri. Dan beliau tau putrinya sebenarnya hanya mencintai Leon bukan Adrian.


"Vio.. aku senang akhirnya Tante mau memaafkanku." ucap Leon bahagia.


"Sama Lee.. aku kira tadi Mama bakalan nanya macam - macam." balaa Viona dengan gembira juga.


"Ssttt... aku maunya satu macam hehehe.." goda Leon.


"Apaan sih Lee.. ga jelas banget deh!" ucap Viona sewot.


"Kalau kamu marah tambah cantik sayang!" goda Leon lagi.


"Dasaar gombal!" ucap Viona.


"Tapi suka kan?" kata Leon.


"Kalau ga suka mana mungkin aku pilih kamu wekk!" ledek Viona.


Leon gemas dengan sikap Viona, ia mulai menggelitikin perut Viona.


"Stop Leon! gelii!" larang Viona sambil memegang tangan Leon supaya berhenti.

__ADS_1


Awal yang indah buat Leon dan Viona, namun perjuangan mereka baru satu tahap terlalui.


Mereka sepakat setelah ujian akhir semester selesai, mereka akan menemui kedua orangtua Leon di Kota B.


***


Di sebuah cafe nampak Abdi dan Aurora sedang menikmati makan malam.


"Ra, kamu sudah punya jawaban belum?" tanya Abdi disela - sela makannya.


"Duh ga sabaran banget sih Di!" balas Aurora.


"Aku cuman minta kepastianmu saja Ra. Kamu tau sendiri kan sekarang Leon makin lengket dengan Viona, tau kan artinya apa?" jelas Abdi.


"Iya aku ngerti. Aku juga yang lihat langsung Viona menginap di apartemen Leon. Jangan - jangan kamu sengaja kabari aku supaya lihat ya?" Aurora balik bertanya.


"Eh.. jangan marah dulu, maksudku kan baik Ra. Supaya kamu berhenti mengharapkan sesuatu yang tak pasti." bela Abdi.


"Tapi caramu kejam tau!" ucap Aurora tidak terima.


"Sekejam - kejamnya aku, semua untuk kebaikanmu sayangku!" goda Abdi.


"Hahaha bisa aja kamu ya!" balas Aurora.


"Nah ketawa seperti itu kan cantik, jangan cemberut lagi.. jelek!" goda Abdi lagi.


"Kalau aku jelek kenapa masih mau sama aku hah?" ledek Aurora.


"Mau banget lah hehehe.. tapi abang jangan kelamaan digantung ya.!" balas Abdi.


"Ga kuatlah gantung kamu ada - ada saja!" ucap Aurora sambil mengeleng - gelengkan kepalanya tanda heran.


"Ra, serius ini, jangan lama - lama ya, please." mohon Abdi.


"Katanya mau sabar menanti, kayak nama rumah makan itu hehee.." goda Aurora.


"Ya aku akan sabar asal kamu janji berusaha untuk mencintaiku dan satu lagi, bilang kedua orantuamu untuk membatalkan perjodohanmu dengan Leon." pinta Abdi.


"Kasih waktu aku ya Di. Jujur aku merasa cocok denganmu, kamu sangat mengerti apa yang ku mau. Nanti liburan semester aku coba bicara dengan Papa dan Mamaku." janji Aurora.


"Terimakasih ya Ra. Aku ikut ya?" balas Abdi.


"Jangan dulu Di, nanti kalau sudah beres urusannya baru kamu nyusul. Ga sabar amat sih hehe!" larang Aurora.


"Hehe kamu itu udah bisa menguasai seluruh hatiku sayang!" rayu Abdi.


"Halah rayuan basi hahaha!" ledek Aurora.


Begitulah kisah antara Aurora dan Abdi, mereka mulai merasa cocok satu sama lain.


Hidup memang harus berlanjut, apapun yang terjadi di masa lalu, baik ataupun buruk.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2