
"Leeoonnn!" teriak Viona gemas.
Leon terkejut dan baru menoleh setelah mendengar teriakan Viona karena berteriak pas di telinganya. Awalnya niat hati ia yang akan mengerjai Viona malah dia yang kena batunya sendiri.
"Vio.. kenapa teriak sih! sakit telingaku sayang.." ucap Leon sambil menangkap tangan kiri Viona, kemudian ditariknya supaya Viona bisa ia peluk.
"Habis dipanggil dari tadi diem aja sih!" protes Viona sembari membalas pelukan Leon.
"Kamu tau ga, aku kesel banget sama kamu! Sejak 2 hari yang lalu kamu ga ada kabar sayang, terus aku kira kamu ada sesuatu dengan Putra." jelas Leon.
"Sttt.." ucap Viona sembari menempelkan jari telunjuk kanannya menyuruh Leon diam, "Maaf ya sayang, aku sengaja mau buat surprise sama kamu!" ungkapnya.
Leon tidak menyia - nyiakan kesempatan saat ini, kemudian dia menyingkirkan jari telunjuk Viona dan mulai mencium bibir Viona.
Awalnya Viona hanya diam karena tidak siap, namun ia mulai terlena dengan sentuhan bibir Leon. Kedua insan yang sedang dilanda rindu saling mencurahkan kerinduannya.
Namun tiba - tiba terdengar suara deru mesin mobil memasuki halaman rumah.
Reflex Leon menghentikan ciumannya, setelah Leon melepaskan pagutannya, Viona dengan cepat berjalan ke depan untuk melihat siapa yang datang.
Ternyata mamanya dan mbok Narti yang datang.
"Hai Ma.. sini aku bantuin bawa." tawar Viona.
"Biar aku saja Tante." tawar Leon tidak mau kalah.
"Ya sudah sana, kalian ambil barang belanjaan di bagasi." balas Mama Sinta.
"Oke Ma!" jawab Viona sembari berjalan menuju bagian belakang mobil diikuti Leon.
"Oh ya, nanti malam Mama tidak masak, kita makan di luar ya. Mama capek." ucap Mama Sinta.
"Ya tante." jawab Leon.
__ADS_1
**
Malamnya, keluarga Arga dan Leon telah siap untuk berangkat ke Restoran Western, yang telah di pesan Leon.
Acara makan malam berjalan lancar, mereka sangat menikmati masakan pasta yang merupakan menu utama dari restoran tersebut.
Tiba - tiba terdengar alunan musik, nampak Abdi keluar dari arah belakang restoran menyanyikan lagu "Janji Suci".
Abdi menyanyi sambil berjalan ke arah Leon, kemudian Leon berdiri dan berjalan menuju di mana Viona duduk.
"Viona Putri, maukah engkau menikah denganku? Kalau jawabannya ya, terima dan pakailah cincin ini." tanya Leon sembari berjongkok di depan Viona, kemudian mengeluarkan sebuah cincin berlian yang cantik dari saku celananya.
Mendadak hadir juga Aurora, Citra dan Putra sambil mengucapkan: "Terima.. terima... terima...! Ayo Vio terima!"
Papa Dirga dan Mama Audi juga mendadak juga hadir dan mengucapkan : "Terima Viona!"
Sedangkan Papa Arga dan Mama Sinta mendekat ke arah Viona dan tersenyum, "Terima sayang." ucap Papa Arga kepada putri semata wayangnya.
Viona menatap Leon mesra, kemudian menyuruh Leon berdiri. "Ya, aku mau!" jawabnya sembari menangis terharu, kemudian Leon memasangkan cincin di jari manis kirinya.
Mereka yang hadir di situ tepuk tangan turut serta berbahagia dengan keberhasilan cara melamar ala Leon.
"Selamat buat Leon dan Viona! Semoga kalian segera menikah secepatnya." ucap Abdi setelah selesai menyanyikan lagu tersebut.
Leon dan Viona tertawa bahagia, kemudian Leon memeluk Viona dengan mesra.
Satu persatu mereka menyalami memberikan selamat kepada sepasang kekasih yang sedang berbahagia itu.
"Leon, terimakasih ya sayang atas hadiah indah ini." ucap Viona bahagia.
"Ya sayang. Terimakasih kamu telah menerima lamaranku." balas Leon.
Mereka melanjutkan acara gathering tersebut. Papa Arga mempersilahkan duduk calon besannya serta sahabat - sahabat Viona dan Leon.
__ADS_1
Acara berlangsung meriah walaupun secara sederhana.
*flashback on*
1 hari sebelum lamaran
"Bagaimana Nak Leon, sudah ada ide buat acara lamarannya?" tanya Papa Arga semalam.
"Sudah Om. Rencana besok malam saya melamar Viona di sebuah restoran yang sudah aku booking. Papa dan mama saya, sudah saya kabari, besok pagi mereka berangkat ke sini." jawab Leon.
"Terus konsepnya bagaimana?" tanya Mama Sinta penasaran.
"Setelah acara makan selesai, Abdi akan menyanyikan sebuah lagu. Terus saya akan melamar Viona, simple aja seperti itu Om Tante." jelas Leon.
"Bagus sepertu itu, kami setuju dan merestui kalian." balas Papa Arga.
"Oh ya, besok Aurora, Citra dan Putra juga hadir kok Om." ucap Leon.
"Bagus itu. Viona pasti akan terkejut." sambung Mama Sinta.
Kemudian Leon menghubungi sahabat - sahabatnya untuk memastikan mereka bakal hadir juga.
*flashback off*
"Oh ya, Leon dan Viona kapan rencana kalian menikahnya?" tanya Papa Dirga.
"2 minggu lagi Pa!" jawab Leon mantap.
"Apa sayang?" tanya Viona terkejut.
bersambung...
terimakasih buat para readers yang sudah membaca karyaku!
__ADS_1