Cinta Lama Belum Usai

Cinta Lama Belum Usai
Stasiun Kota Y


__ADS_3

Akibat insiden ciuman tadi, Leon dan Viona tampak masih canggung.


Entah kenapa setelah ciuman tadi, aroma tubuh dan wangi parfum Leon begitu melekat pada memori indera penciuman Viona. Apalagi sekarang ia membonceng Leon. Viona berusaha menepisnya, ia tidak mau terbawa suasana, mengingat statusnya dengan Leon hanya sebagai sahabat.


Perjalanan dari apartemen Leon ke stasiun sekitar 20 menit lamanya.


Viona mengantar sampai di ruang tunggu stasiun.


"Vio, kamu langsung pulang aja, kasian kamu ntar kalau nunggu kelamaan, masih ada waktu 1 jam lagi." kata Leon sambil memegang tangan kanan Viona.


"Beneran ga pa - pa? ya udah deh aku pulang sekarang, kamu ati - ati di jalan ya Lee, kalau sudah sampai di rumah langsung kabari aku!" ujar Viona.


"Iya Vionaku yang cuantik, pasti aku kabari. Kamu juga ati - ati naik motornya. Ntar kalau sudah sampai di rumah juga langsung kabari aku. Ok!" kata Leon.


"Aku ga langsung pulang Lee, mau mampir ke rumah Citra dulu, tadi udah janjian." jawab Viona.


"Oke kalau begitu, nanti jangan pulang kemalaman ya. Aku masuk boarding dulu, lebih nyaman nunggu di dalam." pamit Leon, entah kekuatan apa yang membuat ia jadi romantis, Leon mengecup kening dan mengusap pelan kepala Viona.


Blushh.. mendadak pipi Viona merona kemerahan.


"Lee malu banyak orang di sini!" protes Viona.


Leon hanya nyengir diprotes Viona, kemudian ia berjalan menuju boarding.


Entah hubungan macam apa diantara mereka, mungkin ini namanya sababat tapi mesra.


Viona merasa kehilangan, 'apa ini namanya ditinggal pas sayang - sayangnya ya? Sudahlah lebih baik aku melanjutkan perjalanan ke rumah Citra.' batinnya.


Kembali ke Leon


Leon juga merasa berat meninggalkan Viona, apalagi ditambah persoalan perjodohannya menambah rumit kisah cintanya.


Handphone Leon berdering, ada panggilan dari mamanya.


Leon : "Halo Ma"


Mama Audi : "Halo jagoan Mama, udah berangkat belum keretanya?"

__ADS_1


Leon : "Belum Ma, sekitar 45 menit lagi."


Mama Audi : "Oke, ati - ati ya sayang, nanti kabari kalau udah hampir sampai stasiun B, biar Mang Odang yang jemput."


Leon : "Siap Ma!"


Mama Audi : "Oh ya, tentang perjodohanmu, tenang saja Leon, Mama sudah pilihkan wanita yang terbaik untukmu."


Leon : "Please dong Ma, apa harus aku dijodohin? aku bisa cari sendiri Ma, lagian aku baru lulus SMA, masih jauh untuk menikah Ma."


Mama Audi : " Kamu tidak usah terlalu berat memikirkannya Leon, bukan sekarang kok menikahnya, nanti setelah kalian lulus sarjana. Lagian nanti calonmu juga akan kuliah di Kota Y, biar kalian tambah dekat dan saling mengenal."


Leon : "Ya udah terserah Mama mau gimana, aku tutup dulu teleponnya ya, aku mau beli bekal makan dulu mumpung masih ada waktu."


Mama Audi : "Oke, sampai jumpa sayang!"


Leon : "Iya Ma "


Selesai menerima telepon dari mamanya, Leon hanya bisa diam tak berkutik.


'****** kalau begini caranya, aku baru bisa membuka hubungan yang lebih dengan Viona, ini malah nambah masalah lagi. Kita liat saja nanti, akan kubuat cewek itu kapok dijodohin sama aku.'batin Leon.


Viona telah sampai di rumah Citra. Rumah dengan desain ala eropa nampak asri dan megah. Tamannya tertata rapi dan asri.


Citra menyambut kedatangan Viona , kemudian langsung mengajak Viona ke kamarnya di lantai 2.


Malihat kasur Viona langsung merebahkan dirinya.


"Ternyata lelah juga ya kalo naik motor sendiri."


Citra mengikuti rebahan di kasur di samping Viona, kemudian menimpali ucapan Viona, "Iyalah seringnya diboncengin cowok ganteng, aku juga mau kalau kayak gitu!"


"Kamu masih ngarep Leon ya?" tanya Viona sambil menatap Citra.


"Enggak kok, daripada sakit ati mending move on!" jawab Citra jujur.


Tak sengaja Viona keceplosan berkata, "Baguslah Cit.. mending kamu jelas ditolak, aku malah digantung! upss"

__ADS_1


"Maksudmu apa Vio?" tanya Citra bingung maksudnya, karena setaunya Viona kan jomblo.


"Bingung aku ceritanya Cit, tapi kamu janji dulu bakal jaga rahasia ya?"


"Iya Vio aku janji!"


"Kamu tau kan Leon seperti apa, mendadak tadi dia menciumku." kata Viona jujur dan malu sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"What! Benar kan, sudah kuduga. Aku kan berkali - kali sering bilang kalian itu pacaran aja. Makanya Putra juga mundur kan, karena dia tau kamu mencintai Leon. Dan Leon juga sama, alasan aja dia menganggap kamu sahabat." tanggapan Citra yang membuat Viona terkejut.


"Citra.. aku baru cerita se kata, kamu sudah tau sebenarnya ya. Putra curhat sama kamu? Aku kok kayak orang **** ya, tidak paham dan peka. Hadehh.. tau ah bikin pusing aja!"


"Iya Putra sempat curhat beberapa hari sebelum dia berangkat ke Australia. Kamu itu ya Vio, terlalu tenggelam dalam pesona Leon jadi dunia serasa milik berdua!" ledek Citra.


"Bukan gitu, beneran kok pada awalnya aku juga biasa aja, cuman anggap Leon sahabat. Tapi lambat laun entah kapan aku mulai merasa nyaman bersamanya, kadang was - was juga saat ada cewek lain yang terang - terangan suka sama Leon. Aku mulai takut kehilangan, takut kalau ada salah satu cewek itu yang bisa membuat Leon menyukainya. Kejadian tadi membuat aku menyadari perasaanku, ternyata aku sudah jatuh cinta pada Leon." ungkap Viona.


"Berarti kamu juga cemburu sama aku Vio?" tanya Citra sambil menatap sahabatnya.


"Awalnya Cit, tapi sekarang udah enggak kok." jawab Viona sambil tersenyum.


"Kamu percaya aku kan? Aku tau diri kok. Memang magnet pesona Leon luar biasa, dia ganteng, pinter, cool, dan yang utama dia bukan cowok playboy. Kamu beruntung Vio bisa mendapatkan hatinya." kata Citra.


"Wait... tidak seindah itu, hubungan kami itu malahan ga jelas Citra, mending ya setelah menciumku dia terus mengungkapkan perasaannya. Ini udahan gitu aja, datar aja cuman minta maaf kalau tadi khilaf, terus sekarang dia pergi paling tidak selama 2 minggu. Emang cowok yang ga peka, ga punya ekspresi, main nyosor seenaknya terus ditinggal pergi begitu saja. Huhhh!" ucap Viona menampakkan kekesalannya.


"Sabar ya Vio, orang ganteng mah bebas hahaa!"


Viona menimpuk pelan Citra dengan bantal, "Kamu kok malah belain Leon sih, aku tuh lagi bingung kamu malah nanggapinnya kayak gitu sih!"


"Maaf bercanda Vio, supaya kamu rileks juga. Oke begini saja, menurutku jalani aja dulu, toh baru ciuman, kalau Leon melakukan yang lebih berbahaya baru kamu bersikap Viona!" nasehat Citra.


Viona menanggapi, "What! apa katamu hanya ciuman? Citra... bagiku ciuman itu hal yang serius apalagi buatku ini yang pertama kali. Terus apa maksudmu dengan hal yang berbahaya?"


"Udah deh jangan sok polos, itu lho adegan dewasa yang disensor hehhee... sebentar ada yang kelewatan, pas Leon menciummu, kamu balas tidak?" cecar Citra penasaran.


Mendengar pertanyaan Citra, wajah Viona kembali merona malu, lirih iya menjawab, "iya hehe."


"Tuh kan, kamu juga mau! Begini saja, tunggu Leon kembali ke sini, lihat dulu perkembangannya, kalau dia masih memperlakukan kamu seperti orang pacaran, kamu juga harus tegas Vio, jangan mau digantung hubungannya. Kalau masih ga jelas mending kamu jauhin Leon, daripada semakin dalam perasaanmu nanti kamu malah terluka sendiri. Oke?" nasehat Citra.

__ADS_1


"Iya Cit, makasih ya kamu mau mendengar curhatku." ujar Viona sambil memeluk sahabatnya itu. Citra hanya mengangguk dan membalas pelukan sahabatnya.


bersambung...


__ADS_2