
Setelah mengambil koper pakaian dan check out dari hotel, Viona dan Leon kembali ke rumah Leon.
Sesampainya di rumah, Leon mempersilahkan Viona menempati kamar buat tamu.
"Di sini ya sayang kamarmu, sekarang istirahatlah dulu. Biar nanti sore fresh. Mama sedang masak spesial buat makan malam." jelas Leon.
"Aku belum mengantuk Lee, aku bantu Mama masak aja ya?" tolak Viona.
"Okelah. Yuk kuantar ke dapur." jawab Leon.
Mereka beriringan berjalan ke arah dapur.
"Ma.. ini Viona mau bantu masak." ucap Leon kepada mamanya yang sedang membersihkan sayuran.
"Ya. Sini Nak, ikut bantu mengupas dan memotong sayuran ya. Mama hari ini mau masak iga bakar dan sop sayur."
"Siap Tante.!" jawab Viona bersemangat.
Kemudian Viona dengan cekatan membantu Mama Audi. Leon meninggalkan mereka berdua menuju kamarnya.
"Tante, apakah setiap harinya tidak ada yang membantu?" tanya Viona.
"Ada sebenarnya, tapi kemarin pulang kampung karena anaknya sakit." jawab Mama Audi.
"Owh begitu ya." balas Viona.
"Kamu kayak udah biasa memasak ya." puji Mama Audi yang melihat Viona nampak cekatan.
"Iya Tan. Aku suka bantuin mamaku." jawab Viona jujur.
"Baguslah, jika kalian nanti menikah Leon pasti senang. Dia itu suka masakan rumahan." ucap Mama Audi.
"Menikah Tante? hehee masih lama.." Viona menimpali dengan bercanda.
"Kalian tidak mau nikah muda?" tanya Mama Audi.
"Bukan begitu Tan, kami sepakat menyelesaikan kuliah dulu baru menikah." jelas Viona.
"Owh.. padahal nikah sekarang ga pa - pa lho, nanti kalau kalian punya anak, biar Mama yang rawat, kalian fokus kuliah."
"Hehehe belum tau Tante, kita lihat saja nanti." balas Viona.
"Jangan panggil Tante terus, jadi kaku gitu. Panggil mama juga tidak apa - apa kok." saran Mama Audi.
"Eh iya Tan.. eh Mama.. maaf belum biasa. Oh ya, Om pulang kerja jam berapa?" tanya Viona.
"Panggilnya jangan Om, panggil Papa juga ya. Biasanya Papa pulang sekitar jam 6 sore sampai rumah." jawab Mama Audi.
__ADS_1
"Oh ya ya." timpal Viona.
Tak terasa acara memasakpun selesai. Iga sudah empuk direbus dengan bumbu rempahnya, nanti malam tinggal membakarnya. Viona kembali ke kamarnya untuk istirahat.
**
Malam harinya, Viona ikut membantu Mama Viona dan Leon mempersiapkan hidangan makan malam.
Papa Dirga dan Dimas menunggu di ruang keluarga sambil main game.
Ketika sudah siap semuanya, Mama Audi memanggil suaminya dan Dimas untuk bergabung di meja makan.
Viona masih canggung bertemu dengan Papa Dirga, karena pertemuan mereka yang pertama kali tidak mengenakkan hati Viona.
Papa Dirga merasa Viona nampak gugup berhadapan dengannya, kemudian beliau berusaha mencairkan suasana dengan mengajak ngobrol Viona.
"Nak Vio nanti selesai makan kita ngobrol bersama ya. Jangan takut atau gugup. Saya tidak memarahi kalian." ucap Papa Dirga sambil tersenyum ramah.
"Iya Om." jawab Viona dengan membalas senyum.
"Kok panggil Om lagi sih Vio?" tegur Mama Audi.
"Maaf Tante saya belum terbiasa. Eh Mama.. duh.." jawab Viona grogi.
Selesai makan bersama, Viona membantu Mama Audi untuk membereskan dan hendak mencuci piring. Namun Mama Audi melarangnya, beliau menyuruh Viona untuk menyusul Papa Dirga, Leon dan Dimas yang berada di ruang keluarga.
Kemudian Viona menyusul mereka ke ruang keluarga. Sebenarnya hatinya deg - deg.an dan gugup.
"Iya." jawab Viona.
"Gimana suasana Kota B? kamu suka tidak nak?" tanya Papa Dirga.
"Suka Om eh Pa, di sini hawanya lebih sejuk." jawab Viona.
"Ya syukurlah kalau kamu suka. Begini... Saya minta maaf atas perkataan saya tempo dulu. Sekarang kamu tidak perlu khawatir, Papa dan Mama merestui hubungan kalian." jelas Papa Dirga kepada Viona.
"Tidak apa - apa Pa, saya sudah memaafkan Papa sejak dulu, terimakasih atas restunya buat kami." balas Viona dengan sopan.
"Tapi ingat, kalian harus selesaikan kuliah dulu!" pesan Papa Dirga.
"Siap Pa, terimakasih ya Pa!" jawab Leon sambil mencium tangan papanya, kemudian diikuti Viona.
"Hahaa kamu itu ya Leon, giliran sudah di acc langsung aja sumringah!" ledek Papa Dirga.
"Ya iyalah Pa, siapa yang tidak senang!" balas Leon sambil tersenyum kemenangan.
"Rencana Viona sampai kapan di sini sayang?" tanya Mama Audi.
__ADS_1
"Kemungkinan lusa Ma, saya juga tidak bisa lama - lama di sini. Ada acara keluarga nanti weekend." jawab Viona.
"Kalau begitu besok temenin Mama jalan - jalan ya Viona." ajak Mama Audi.
"Baik Ma." jawab Viona.
"Aku anterin tidak Ma?" tanya Leon, ia mulai merasa mamanya kesenengan karena mendapat anak perempuan dadakan.
"Yah terserah kamu, tapi jangan merengek minta pulang ya, besok Mama mau ke salon dan ngemall lho hehehe..." terang Mama Audi.
"Duh pasti lama. Aku antar jemput aja deh!" balas Leon pasrah.
Mereka berbincang akrab sampai jam 10 malam. Ketika Dimas mulai menguap, maka Papa Dirga menyuruh mereka semua untuk istirahat di kamar masing - masing.
Keesokan harinya Mama Audi dan Viona jalan berdua. Leon hanya mengantar jemput saja.
Mama Audi senang sekali, impiannya shopping dengan anak perempuan tercapai. Beliau mengajak Viona ke salon untuk creambath dan luluran. Setelah itu mereka belanja di salah satu mall terbesar di Kota B.
"Makasih ya sayang, mama seneng banget hari ini. Kamu tau kan kalau anak cowok mana mau nemenin seperti ini kan." kata Mama Audi sembari memilih gaun untuk dirinya.
"Sama - sama Ma. Aku juga senang, Mama mau menerima aku juga."
"Kamu mau pilih yang mana? cakep - cakep nih gaunnya." tawar Mama Audi.
"Eh ga usah Ma." tolak Viona.
"Mama marah lho kalau kamu tolak." ancam Mama Audi.
"Jangan dong Ma. Baiklah saya pilih - pilih dulu ya." akhirnya Viona menyerah dan mulai memilih pakaian yang pas buat dia.
Tak terasa waktu cepat beranjak sore. Leon sudah beberapa kali menelepon kapan mereka akan pulang.
"Betah banget ya kalau wanita - wanita di biarkan ke mall berdua." ledek Leon saat menjemput mereka.
Viona dan Mama Audi hanya tertawa melihat kekesalan Leon.
"Lapar nih Ma, yuk makan dulu Ma." ajak Leon.
"Ya sudah ayuk. Kita makan masakan ala Jepang ya. Mama mau sushi." balas Mama Audi.
"Oke. Kita ke sana Ma." tunjuk Leon pada salah satu restoran jepang di dalam mall tersebut.
Mereka bertiga sangat menikmati semua hidangan yang dipesan. Setelah selesai makan mereka melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.
Dalam perjalanan pulang, Leon menanyakan kepada Viona, "Vio, jadi pulang besok?" tanya Leon sambil tetap fokus menyetir.
"Jadi Lee. Kita mampir beli tiket kereta ya." jawab Viona.
__ADS_1
"Siap tuan putri." ucap Leon.
bersambung...