Cinta Lama Belum Usai

Cinta Lama Belum Usai
Salah Paham


__ADS_3

"Besok kira - kira jam 10 dia sampai di bandara." kata Mama Sinta.


"Owh..." balas Leon kecewa.


"Nak Leon sampai kapan di sini?" tanya Mama Sinta.


"Sebenarnya saya mau ketemu Viona, dia janji pulang pas liburan semester. Tapi dari kemarin saya tanya kepastiannya belum jawab Tan." jelas Leon dengan muka murung.


"Ya sudah, menginap saja di sini Nak, besok kita sama - sama jemput Viona ke bandara. Aneh juga kenapa Vio tidak mengabarimu ya?" ucap Mama Sinta keheranan.


"Entahlah Tan, saya juga tidak tau." jawab Leon pasrah.


"Kalian tidak sedang berantem kan? Katanya sih Vio pulangnya sekalian bareng Putra."


"Apa Putra?" tanya Leon tak percaya.


"Iya Putra teman SMA kalian. Cemburu ya?" goda Mama Sinta. Beliau sengaja menggodanya karena melihat wajah Leon yang masam ketika nama Putra disebut.


"Eh enggak Tante. Saya juga kenal baik dengan Putra, tidak mungkinlah." jawab Leon gugup.


"Sudahlah tidak usah berpikir macam - macam, Nak Leon ambil kopernya di hotel terus ke sini ya. Nanti makan siang bareng Om juga." saran Mama Sinta.


"Ya Tante. Saya pamit dulu buat cek out sekalian dari hotel."


"Oke hati - hati ya." balas Mama Sinta.


Kemudian Leon memesan taksi untuk mengantarnya ke hotel di mana 2 hari ini ia menginap.


Sebenarnya Mama Sinta tidak tega berpura - pura terhadap Leon. Beliau hanya mengikuti permintaan Viona untuk memberi kejutan kepada Leon.


Di dalam taksi, Leon kembali melamun. Ada apa Viona dengan Putra? kenapa mereka pulang bersama dan tidak ada satupun yang mengabarinya. Namun Leon mencoba menipis pikiran negatifnya.


**


Siang harinya Leon sudah sampai kembali ke rumah Viona. Ia sedang menikmati makan siang bersama Om Arga dan Mama Sinta.


"Leon bagaimana kabarmu? Lancar kan pekerjaanmu?" tanya Papa Arga di sela - sela makannya.


"Baik Om. Saya masih banyak belajar dari Papa, Puji Tuhan sampai saat ini lancar, saya sedang mengembangkan bisnis budidaya lobster Om."


"Bagus itu, Om liat peluang usaha budidaya lobster sangat menjanjikan." balas Om Arga.


"Iya Om. Doakan semoga lancar, rencana saya mau mencari lokasi di sini Om. Jadi kalau nanti saya menikah dengan Viona kami tidak perlu berjauhan lagi." jelas Leon mantap.

__ADS_1


"Wah ternyata putri Om sudah dapat prioritas ya! Om bangga padamu Nak!" kata Om Arga sambil tersenyum haru.


"Pasti Om, Viona segalanya buatku. Mohon doa restunya ya Om dan Tante." ucap Leon.


"Iya Nak, kami berdua merestui kalian." jawab Om Arga.


"Begini Om dan Tante, saya bisa minta tolong?" tanya Leon ragu - ragu.


"Apa itu?" jawab Mama Sinta dan Om Arga hampir bersamaan.


"Viona kan maunya menikah setelah S2 nya selesai. Tapi saya maunya kami menikah secepatnya. Saya mau minta tolong Om dan Tante untuk membujuk Viona." pinta Leon.


"Om setuju itu. Kalian jangan terlalu lama pacarannya. Ini tugasmu Ma, coba bujuk Viona. Tidak masalah menikah sembari menunggu kuliahnya selesai. Toh 1 tahun lagi itu tidak lama." balas Papa Arga.


"Siap bos! Nanti aku bujuk dia. Mama juga tidak sabar pengen punya cucu." jawab Mama Sinta sambil ketawa.


"Huk.. huk.. huk.." Leon kena batuk musiman mendengar kata cucu.


"Hehe tenang Nak Leon, kok langsung batuk, itu kan yang dicari dari menikah, punya anak. Dan kami punya cucu." goda Mama Sinta.


"Sudah Ma, jangan goda Nak Leon terus, mukanya udah merah tuh." ledek Papa Arga.


"Makasih Om dan Tante atas bantuannya." ucap Leon senang karena mendapat dukungan dari kedua calon mertuanya.


"Dih Papa, malu ada Nak Leon!"


"Ga pa - pa, biar tambah pengen!" goda Papa Arga.


Leon hanya tersenyum melihat kemesraan kedua calon mertuanya itu. Itulah mengapa ia sedari dulu sangat nyaman berada dalam keluarga Viona. Mereka memperlakukan Leon sudah seperti anak sendiri.


***


Keesokan paginya, Leon dan Mama Sinta yang akan menjemput Viona ke bandara, sedangkan Om Arga tidak bisa ikut karena harus bekerja.


Leon menurunkan Mama Sinta di loby bandara, kemudian ia menuju parkiran mobil.


Tak lama kemudian Leon sudah menyusul Mama Sinta yang menunggu di ruang tunggu kedatangan luar negeri.


Sekitar 30 menit mereka menunggu, kemudian terdengar pengumuman kedatangan pesawat yang ditumpangi Viona.


Mereka berdua dengan sabar berdiri di depan pintu keluar. Kemudian muncullah Viona bersama 2 orang lainnya, yang tak lain adalah Putra dan seorang gadis bule cantik seperti boneka.


Viona melambaikan tangannya ke arah Mamanya dan Leon, ia berlari kecil mendekati Mama Sinta dan memeluknya.

__ADS_1


"Aku kangen banget Ma!" ucap Viona sembari mengeratkan pelukannya.


"Kacang.. kacang.. ga kangen sama aku ya?" protes Leon.


Viona menoleh ke arah kekasihnya, kemudian ia melepas pelukannya dan berjalan ke arah Leon, dan merentangkan tangannya.


Melihat itu Leon langsung membalas dengan memeluk Viona, dan berbisik, "Awas nanti kamu ku hukum!"


Viona menatap tajam ke arah Leon, "Dasar mesum!" bisiknya.


"Haiii broo!! lupa nih ma gua! udah dong kangen - kangenannya!" sela Putra.


"Eh ada suara Vio.. dibelakang kita hahaha..!" ledek Leon sembari melepas pelukan mereka.


Kemudian Leon melakukan hi five dengan Putra.


"Siapa itu?" tanya Leon melihat ada seorang gadis bule di samping Putra.


"Oh ya.. kenalkan ini cewek gua dong! Stev.. please come here, this is Leon, and Viona's mother." ucap Putra memanggil Stevani kekasihnya.


"Hiii, my name Stevani, nice to meet you Leon and Aunty!" ucap Stevani ramah sembari menyalami Leon dan Mama Sinta bergantian.


"I'm Leon, Viona's boyfriend. Nice to meet you too!" balas Leon. Sedangkan Mama Sinta hanya tersenyum karena malu tidak fasih berbahasa inggris.


Leon semakin ingin menghukum Viona, karena telah mengerjainya. Ia hampir saja cemburu buta dengan Putra.


Mereka beriringan menuju parkir mobil, kemudian meninggalkan bandara. Leon terlebih dahulu mengantar Putra dan Stevani pulang ke rumah Putra, lalu melanjutkan perjalanan menuju rumah Viona.


Selama perjalanan Leon masih diam, ia hanya mendengarkan obrolan Viona dengan mamanya. Ia memilih fokus menyetir, ia masih kesal dengan Viona.


Sesampai di rumah Viona segera menuju kamarnya untuk mandi. Leon memilih main game di teras belakang rumah. Sedangkan Mama Sinta dan Mbok Narti sedang pergi belanja ke supermarket.


Selesai mandi, Viona mencari keberadaan Leon. Ia melihat kekasihnya itu sedang di teras belakang. Viona berinisiatif membuatkan minuman dan membawa cemilan.


"Hem.. hem.. hemm... Lee.." sapa Viona, namun Leon tidak menengok, ia masih fokus main game.


"Leeoonnn!" teriak Viona gemas.


bersambung...


maaf ya kalau umpama tulisan bahasa inggrisnya ada yang salah..


terima kasih yang sudah mau baca karyaku..

__ADS_1


itu sangat berarti buatku..


__ADS_2