Cinta Lama Belum Usai

Cinta Lama Belum Usai
Cemburu


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang dari rumah Putra, Viona dengan setianya membonceng motor Leon.


Leon membelokkan motornya mampir pom bensin.


"Berhenti sebentar ya, mumpung ada yang jual kopi di sana!" ajak Leon sambil menunjukkan sebuah gerobak cafe yang menjual aneka minuman teh dan kopi.


Viona mengangguk mengikuti Leon dan memesan green tea late kesukaannya, Leon memesan ice americano.


"Tadi dikasih apa sama Putra?" tanya Leon tiba - tiba, ternyata tadi ia sempat melihatnya.


"Eh kan sama semua dapat masker." jawab Viona gugup, ia tidak bermaksud membohongi sahabatnya, ia hanya takut ada salah paham saja.


"Kamu itu keliatan kalau lg bohong Vio.."


"Ini kotaknya, aku juga tidak tau Putra kasih apa." jelas Viona sambil mengeluarkan kotak hadiah dari tasnya.


"Buat kamu kan, jadi kenapa kamu tunjukkan padaku!" balas Leon sengit.


"Duh gimana sih Lee.. tadi nanya giliran ditunjukkin ga mau, apa sih maumu?" ucap Viona sebal.

__ADS_1


Leon hanya memandang Viona, ingin rasanya ia memarahinya, entah kenapa Leon mendadak merasa cemburu, tapi ia tahan karena ia tak berhak.


"Maaf Vio, tadi kalau kamu langsung jawab jujur mungkin aku tidak apa - apa, lagian itu hakmu menerima hadiah dari siapapun!"


Viona spontan membuka kotak hadiah yang berwarna pink itu. Betapa terkejutnya hadiahnya sebuah gelang perak dengan hiasan cantik. Dan di dalam kotak itu terdapat secarik kertas.


Viona membacanya : "Dear Viona tuan putriku, aku tidak bermaksud apa - apa memberimu gelang ini. Aku sadar siapa pemilik hatimu. Aku hanya ingin kamu mengingatku selalu sebagai teman."


Leon mendengarnya mendadak ia tersedak, 'apa maksud Putra tau pemilik hati Viona?selama ini Viona selalu bersamanya, kalaupun ada cowok lain yang menyukainya ia tau semua, sampai saat ini juga Viona tidak pernah kencan dengan cowok manapun,' batinnya.


"Leon ati - ati minumnya." ucap Viona sambil menepuk halus punggung Leon, sesaat mereka bertatapan dan mata mereka saling bertemu. Dunia serasa berhenti sejenak hanya terdengar gemuruh debar jantung mereka, dan akhirnya mereka saling menunduk tidak tau harus bagaimana.


"Apa maksudmu?" Viona ganti bertanya.


"Itu di tulisan Putra, dia tau siapa pemilik hatimu, kamu sudah ga percaya cerita sama aku ya?" jelas Leon.


"Owh... yang itu, tanya dirimu sendiri saja!" balas Viona agak ketus.


"Tanya aku? aku kan ga tau makanya tanya kamu Vio.."Leon tak mau mengalah juga.

__ADS_1


"Udah males ah bahasnya, kamu memang belum bisa berubah Lee, ga peka ga sensitif! Pulang aja yuk, aku udah capek!" ucap Viona mulai kesal dengan sikap cueknya Leon yang sudah level tingkat dewa.


"Beneran Vio, aku tidak tau samasekali, bukannya aku tidak peka, ya udah kalau kamu ga mau jawab juga ga pa - pa, tapi jangan marah ya, ah malah bikin pusing, pulang aja yuk!"


Kemudian Leon menstarter motornya, Viona langsung memboncengnya. Leon mengantar Viona pulang terlebih dahulu, kemudian ia langsung pamit pulang ke apartemennya.


**


Selesai mandi, Leon rebahan di sofa ruang tamu sambil liat acara televisi.


Leon teringat kembali kejadian tadi sore di pom bensin.


Leon menyadari selama ini ia terlalu kaku dan cuek dengan sekitarnya. Pernyataan Putra menampar hatinya, ia merasa seperti orang bodoh yang tidak peka dengan perasaan Viona.


'Apakah Viona juga mencintaiku? ah sungguh bodohnya diriku!', batinnya.


Tapi Leon sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau tidak mau melanggarnya. Selain itu orangtuanya juga sepakat memperbolehkan Leon tetap tinggal dan kuliah di Kota Y, asal dengan syarat ia nanti mau meneruskan perusahaan papanya.


Tunggulah Vio, akan kubuktikan suatu saat aku sukses baru aku berani mempertanyakan hatimu!

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2