
"Sayang.. mandi dulu yuk!" ucap Viona.
"Apa? Duh kamu Vio lagi mau on malah dibuyarkan, gagal deh!" ucap Leon kecewa sambil mengacak - acak rambutnya yang tidak gatal.
Viona hanya tertawa berhasil mengerjai suaminya, ia kemudian bergegas masuk ke kamar mandi sebelum Leon sadar.
Tetapi sebelum Viona menutup pintu kamar mandi, tangan Leon menahannya.
"Kamu mau lari ke mana sayang?" ucap Leon kemudian ikut masuk ke kamar mandi.
Dan akhirnya ritual mandi yang sebentar jadi berlangsung 1 jam lebih. Viona merasa seperti kena senjata makan tuan.
"Makasih ya sayang, cup!" kata Leon kemudian ia mengecup mesra kening istrinya.
"Kamu yang enak, aku yang remek! huhh.." ungkap Viona pura - pura kesal, karena untuk yang kedua kalinya ia belum bisa menikmati, masih merasa kesakitan.
"Sabar ya sayang, nanti kalau kita sering melakukan kamu yang akan ketagihan kok!" goda Leon, ia gemas melihat tingkah Viona.
Tok.. tok.. tok...
"Mbak.. mas.. di panggil ibu, disuruh makan malam dulu!" tiba - tiba Mbok Narti memanggil mereka.
"Ya mbok, nanti kami nyusul" jawab Viona.
Viona bergegas memakai pakaian dan menyuruh Leon juga segera berpakaian.
"Buruan sayang, malu kan sampai dipanggilin buat makan." ajak Viona kepada suaminya.
"Pasti mereka maklum sayang, namanya pengantin baru, pasti betah di kamar hehee..." bela Leon.
Mereka berdua beriringan menuju meja makan. Sesampai di sana telah ada Papa Arga dan Mama Sinta.
"Seger ya pengantin baru hem.. hem.." goda Papa Arga.
"Iya dong Om eh Pa.." balas Leon tak tahu malu, entah sejak menikah Leon berubah menjadi pribadi yang periang.
__ADS_1
"Ah papa seperti tidak ingat dulu seperti bagaimana!" kata Mama Sinta tidak mau ketinggalan.
"Kayaknya kita bakalan cepat momong cucu nih Ma!" goda Papa Arga lagi.
"Amin" balas Mama Sinta.
"Pa.. Ma.. aku mau nyelesaian kuliah dulu baru mikirin anak." ucap Viona.
"Ga pa - pa sayang, nanti biar Mama yang rawat anaknya." kata Mama Sinta.
"Doakan cepat jadi ya Pa Ma, biar Leon junior segera muncul hehehe.." ucap Leon sembari tersenyum.
"Apaan sih muncul kayak barang apa aja!" balas Viona.
"Oh ya kalian mau bulan madu ke mana?" tanya Papa Arga.
"Rencana ke Ausiee, sekalian antar Viona kembali kuliah Pa." jawab Leon.
"Bagus itu, apa Mama mau ikut jalan - jalan ke sana?" tanya Papa Arga.
"Ga pa - pa, kita kan lama tidak liburan. Yang penting kan beda kamar tidak masalah. Mereka juga tidak harus pergi dengan kita kok. Gimana Vio dan Leon?" ungkap Papa Arga.
"Silahkan Pa, Ma. kami tidak masalah malah asyik rame - rame. Coba nanti aku nanya Papa Dirga dan istrinya mau ikutan sekalian tidak." jawab Leon.
"Aku juga tidak keberatan kok Pa..Ma.." jawab Viona.
Akhirnya makan malam selesai, Leon segera menghubungi kedua orangtuanya untuk menanyakan rencana bulan madu rombongan itu. Dan kedua orangtuanya menyetujui untuk mengikuti.
**
Tibalah waktu keberangkatan rombongan bulan madu keluarga Arga dan Dirga, bahkan Dimas pun ikut serta. Seminggu setelah pernikahan Leon dan Viona mereka bertolak menuju Sidney.
Keluarga Arga berangkat dari bandara internasional Kota Y, sedangkan keluarga Dirga dari bandara internasional di Kota B. Mereka sepakat bertemu di Australia tepatnya di Kota Sidney.
Mereka sudah membuat agenda perjalanan selama 5 hari di Sidney. Leon dan Viona sungguh bahagia bisa bepergian bersama dengan keluarga mereka.
__ADS_1
Tempat - tempat yang hendak mereka kunjungi antara lain : Sidney Opera House, Bondi Beach, Darling Harbour and Haymarket. Selain itu mereka juga menghabiskan waktu untuk wisata kuliner makanan khas di sana.
Viona dan Leon kadang hanya pergi berdua menikmati kencan yang romantis. Para Mama sibuk berbelanja mencari barang -barang incaran mereka. Para Papa dan Dimas hanya menemani, kadangkala mereka hanya menunggu di cafe.
Tak terasa lima hari berlalu dengan cepatnya, liburan selesai. Hanya tinggal Leon yang belum pulang, keluarga lainnya sudah kembali ke tanah air.
Leon sengaja meluangkan waktu satu bulan menemani Viona, sebelum masa perkuliahan dimulai. Leon masih enggan berpisah dari istri cantiknya itu.
Pasangan yang semakin hari semakin romantis itu nampak bahagia sekali. Viona juga sudah tidak malu - malu lagi menanggapi sikap mesum Leon.
"Hoeks.. hoeks..." terdengar suara Viona muntah di kamar mandi.
Leon segera menyusul ke kamar mandi.
"Sayang kamu masuk angin?" tanya Leon khawatir.
"Enggak tau nih, tiba - tiba rasanya pusing dan mual, tapi ga keluar apa - apa." jawab Viona sembari memegang kepalanya yang pusing.
Leon kemudian memapah istrinya untuk berbaring di kasur. Kemudian ia membuatkan teh hangat dicampur madu.
"Minum teh madunya dulu sayang, mudah - mudahan bisa mengurangi mualnya." bujuk Leon sembari menyerahkan segelas teh madu kepada istrinya.
"Makasih ya sayang." ucap Viona, kemudian ia meminum teh madu itu pelan - pelan.
"Kapan terakhir kamu menstruasi? sejak kita menikah kamu kayaknya belum mens ya?" tanya Leon.
"Oh iya ya.. harusnya sih dua minggu yang lalu.. apakah aku hamil?" jawab Viona sembari tersenyum.
END
_____________________________
Demikian kisah cinta antara Leon dan Viona, terima kasih buat kakak - kakak yang telah meluangkan waktu membaca karya pertamaku ini.
Dari kisah ini kita dapat belajar untuk memperjuangkan cinta sejatimu!
__ADS_1
Salam sehat, sampai jumpa di karya2ku selanjutnya!