
Hari H telah tiba, hari ini tepat pukul 9 pagi pemberkatan pernikahan Leon Aditama dan Viona Putri akan berlangsung di sebuah Gereja di Kota Y.
Baik di dalam maupun di luar gereja telah di dekorasi hiasan bunga, yang mendominasi adalah mawar putih. Tema yang dipilih adalah white luxury.
Altar nampak megah berhiaskan mawar putih dikombinasi bunga lily.
Di aula belakang gereja nampak kedua keluarga mempelai sedang mempersiapkan diri. Leon menatap takjub ketika melihat Viona yang nampak cantik nan anggun mengenakan gaun pengantin. Rambut panjangnya dibiarkan terurai dengan hiasan tiara di atas kepala.
Leon membisikkan sesuatu di telinga Viona, "Kamu cantik sekali sayang!" ucapnya.
Viona tersipu malu mendengar pujian dari Leon, "Kamu juga ganteng sayang!" ucapnya.
"Duh udah ga sabaran ya, bentar lagi sah kok!" ledek Papa Arga sehingga membuat semua yang ada disitu ikut tertawa.
Leon dan Viona hanya bisa tersenyum malu.
"Buat semuanya, ayo siap - siap berbaris sesuai urutan ya, acara segera dimulai!" ucap Mama Sinta membubarkan kerumunan tersebut.
Kemudian mereka berbaris sesuai urutan untuk memasuki gereja, tak berapa lama suara lonceng berbunyi tanda pemberkatan pernikahan akan dimulai.
Terdengar alunan musik nan syahdu mengiringi Leon dan Viona beserta pengiringnya saat memasuki gereja.
Para pengiring yang terdiri dari kedua orang tua dan dibelakangnya ada barisan keluarga besar mereka yaitu para tante dan om.
Setelah hampir mencapai altar, semua pengiring duduk di tempat yang telah ditentukan. Di depan altar yang telah tersedia sepasang kursi yang dihias kain satin putih dan bunga mawar putih, khusus untuk kedua mempelai.
Leon dan Viona kemudian duduk di kursi yang telah disediakan, kemudian Pendeta memulai acara pemberkatan pernikahan kedua mempelai.
Sampailah pada inti acara yaitu pengucapan janji ikrar pernikahan.
"Aku, Leon Aditama, membawa Anda, Viona Putri, untuk menjadi istri saya. Saya berjanji untuk mencintai dan menghormati Anda sejak hari ini, untuk lebih baik, lebih buruk, untuk kaya, untuk miskin, sakit, dan kesehatan semua hari-hari kehidupan kita, sampai kematian memisahkan kita," kata Leon lantang.
Kemudian giliran Viona mengucapkan janji,
"Aku, Viona Putri, membawa Anda, Leon Aditama, untuk menjadi suami saya. Saya berjanji untuk mencintai dan menghormati Anda sejak hari ini, untuk lebih baik, lebih buruk, untuk kaya, untuk miskin, sakit, dan kesehatan semua hari-hari kehidupan kita, sampai kematian memisahkan kita."
Akhirnya Leon dan Viona sah menjadi suami istri. Leon menyematkan cincin di jari manis kanan Viona, bergantian dengan Viona juga menyematkan cincin di jari manis kanan Leon.
Setelah itu Leon mencium kening Viona dengan lembut. Mereka tampak bahagia sekali.
__ADS_1
Acara pemberkatan selesai, satu persatu hadirin memberikan ucapan selamat kepada mempelai. Kemudian dilanjutkan sesi foto bersama mempelai.
Acara selanjutnya adalah makan siang bersama di gedung aula gereja. Sedangkan resepsi pernikahan akan dilaksanakan malam harinya pukul 7 malam di ballroom hotel "Safira Lux" dimana keluarga besar Leon menginap.
Selesai makan siang rombongan pengantin menuju hotel "Safira Lux".
Leon sudah mempersiapkan kamar pengantin di hotel tersebut. Disinilah mereka berdua saat ini.
"Vionaku, aku bahagia sekali. Kamu sudah sah jadi istriku." ucap Leon sembari memeluk Viona dari belakang.
Kemudian Viona membalikkan badan, "Iya sayang, aku juga bahagia telah menjadi istrimu."
Leon mengecup mesra kening Viona, lalu ia mulai mencium bibirnya. Awalnya hanya ciuman biasa, namun lama kelamaan mulai menuntut lebih, akan tetapi Viona menghentikannya.
"Lee... cukup." ucap Viona sembari berusaha melepaskan diri.
"Kenapa sayang? Kita kan sudah sah!" protes Leon gemas.
"Nanti sayang, kan masih ada acara resepsi. Aku mau ganti baju dulu, ini lama - lama ga nyaman pakai gaun seperti ini." jelas Viona.
"Oke kali ini kamu aku lepaskan, tapi ingat nanti malam ya!" goda Leon sembari tersenyum nakal.
"Ikut!" teriak Leon menggoda Viona.
"Ga boleh!" jawab Viona sembari menutup pintu kamar mandi.
Di balik pintu kamar mandi, Viona menempelkn badannya. "Kok deg - degan gini ya, haduuhh kenapa tadi aku pakai bilang nanti malam setelah resepsi." ucapnya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Tak lama kemudian Viona selesai mandi dan memakai piyama, ia keluar dari kamar mandi.
"Sayang, gantian mandi gih, biar seger badannya. Terus kita istirahat dulu, lumayan ada waktu 2 jam buat tidur." ucap Viona.
"Siap istriku sayang!" balas Leon, kemudian ia menuju kamar mandi.
Viona merebahkan tubuhnya di atas kasur, tak butuh waktu lama ia tertidur karena kelelahan.
Selesai mandi, Leon keluar, ia mendapati istrinya telah tertidur. Leon menatap wajah Viona yang nampak damai dalam tidurnya. Ia memeluk istrinya, kemudian ia mulai ikut terhanyut dalam alam mimpi.
**
__ADS_1
Ting tong... ting tong...
Terdengar suara bel kamar hotel Leon dan Viona.
Samar - samar Viona mendengar kemudian dia membuka matanya untuk memfokuskan pendengarannya. Ketika benar - benar terbangun ia menyadari ada tangan yang melingkar di pinggangnya. Ia melihat Leon masih tertidur pulas. Viona tidak tega membangunkannya.
Ting tong... bunyi bel terdengar lagi.
Viona segera bangun dan membukakan pintu.
"Akhirnya dibuka juga!" ucap Mama Audi.
"Duh pengantin baru, maunya bobok bareng terus ya..." goda Mama Sinta.
"Apa sih Ma.. tadi capek terus belum ngapa - ngapain kok.." jawab Viona dengan polosnya, wajahnya sudah bersemu merah menahan malu.
"Mau ngapa - ngapain juga ga pa - pa kok sayang, udah sah ini hihii.." ucap jahil Mama Audi.
"Udah mandi sana, sebentar lagi kalian harus persiapan buat resepsi." perintah Mama Sinta.
Viona melihat jam di dinding, "Oh no.. sudah jam 5, aku mandi dulu ya mama - mama" kemudian ia segera bergegas menuju kamar mandi.
Kedua mama hanya menggeleng - gelengkan kepala keheranan, ternyata polah seorang anak ya tetap anak buat mereka walaupun sudah menikah.
Mama Audi segera membangunkan Leon, "Leon.. Leon.. bangun nak!" ucapnya sembari menggoyangkan badan Leon.
"Bentar lagi ya sayang.." ucap Leon yang masih enggan membuka matanya, tetapi malah menarik tangan mamanya kemudian memeluknya, ia mengira itu Viona.
"Husshh.. ini mama bukan Viona!" teriak Mama Audi.
Leon segera tersadar dan membuka matanya, "Eh mama, maaf Ma, kukira Viona hehehe..." ucapnya sembari tersenyum menyeringai malu.
"Dasarr.. pengantin baru! udah sana bangun gantian mandi! kalau perlu mandi bareng, waktunya mepet!" perintah Mama Audi.
"Siap bos!" jawab Leon dengan senangnya ia menuju kamar mandi, ia sengaja ingin menggoda istrinya. Kebetulan sekali pintu kamar mandi tidak dikunci, kemudian ia membuka pintu kamar mandi dan masuk ke dalam.
"Leooonnn!!! aaaa!!!" teriak Viona.
bersambung..
__ADS_1
makasih banyak buat kakak - kakak yg mau membaca karyaku ini. Salam sehat selalu.. @Dee Mar