
Kring.. kring.. kring...
Alarm handphone Viona berbunyi nyaring, menunjukkan pukul 05:30. Semalam Viona lupa mengganti setting alarmnya.
Kemudian Viona mulai membuka matanya, disusul Loen karena terganggu oleh suara alarm itu.
"Jam berapa sekarang sayang?" ucap Leon dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Setengah enam sayang.. tidur lagi aja yuk, semalam aku lupa tidak ganti setelan alarmnya." jawab Viona sambil menguap, ia masih malas untuk bangun.
"Udah terlanjur bangun sayang, semalam kan kamu masih hutang ada janji!" ucap Leon sembari memeluk tubuh istrinya, tangannya mulai menelusup meraba punggungnya.
"Saatnya aku menagih janjimu sayang, bolehkah aku lanjutkan? Maaf ya semalam aku ketiduran." bisik Leon sembari mencium leher Viona.
Viona hanya mengangguk dan tersenyum, ia sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, saat Leon mulai mencium bibirnya.
Keindahan sepasang insan manusia yang saling mendamba tercipta pagi ini.
Ternyata bagi Leon dan Viona tidak ada malam pertama, tetapi malahan pagi pertama yang indah buat mereka.
Selepas pagi pertama mereka melanjutkan mandi bersama. Viona merasa pegal semua badannya, mereka berendam air hangat di bathup.
"Gimana udah enakan kan?" ucap Leon sembari memeluk Viona dari belakang. Andai ini bukan yang pertama kali mungkin Leon akan mengulang kembali, tapi ia masih kasihan dengan istrinya.
"Lumayanlah, habis ini sepertinya kita sarapan di kamar aja ya sayang." jawab Viona dengan manjanya.
"Boleh.. seharian di kamar juga tidak apa - apa." goda Leon.
"Itu sih maumu... dasar mesum!" protes Viona pura - pura kesal.
"Mesum - mesum gini kan suamimu lho hehehe.." goda Leon.
"Kan kemarin mama bilang siang nanti kita mau makan siang bersama. Mumpung masih pada kumpul. Kan jarang kita bisa kumpul barengan seluruh keluarga besar." jelas Viona.
__ADS_1
"Owh ya sudah kalau begitu, nanti siang saja kita gabungnya. Terus malamnya kita balik hotel lagi ya?" balas Leon.
"Males ah balik sini lagi sayang, kita tidur di rumah aja ya. Lagian bukannya Papa Dirga, Mama Audi dan Dimas mau pulang sore nanti?" kata Viona.
"Oh iya ya... kenapa aku jadi pelupa gini sih, gara - gara kamu sih bikin aku melayang hehhee..." goda Leon.
Viona tidak menanggapi ocehan Leon, karena selalu menjurus ke arah mesum. Ia segera beranjak membasuh badannya dan memakai kembali piyamanya.
Mau tak mau Leon mengikuti istrinya. Dan ternyata Viona melanjutkan tidur lagi karena masih kelelahan.
Pukul 10 pagi baru mereka terbangun kembali dan segera memesan sarapan. Setelah sarapan selesai, kemudian mereka packing dan cek out dari hotel. Berhubung seluruh keluarga yg lain sudah cek out semua dan berkumpul di rumah Viona. Akhirnya pasangan pengantin baru tersebut menyusul pulang ke rumah Viona.
Suasana di rumah Viona ramai sekali, ada yang sedang bercengkerama, ada yang karaokean, sedang anak - anak bermain di teras belakang.
Dimas menyambut kedatangan kedua kakaknya, "Hm..hm.. hm.. pengantin baru baru bangun nih!" ledeknya.
"Heii anak kecil tau apa kamu dek!" balas Leon gemas sembari merangkul adek kesayangannya itu.
Sedangkan Viona hanya tersenyum menanggapi ledekan Dimas, ia kemudian menuju dapur mencari mamanya.
"Bagi kakak kamu itu tetap adek kecil, kakak masih belum rela kamu udah gede aja ya." kata Leon.
"Terus aku ga boleh gede gitu? aneh - aneh saja kamu kak huhhh!" ucap Dimas kesal.
"Tadi kamu bilang udah 2 kali pacaran? sama siapa? kok ga pernah kamu kenalin, awas kalo kamu mainin anak orang!" larang Leon.
"Tenang saja kak.. aku itu lebih pro dibanding kamu ya, kakak kan cengeng, dulu aja ditinggal kak Vio udah mewek gitu! kalau nanti udah nemu calon istri baru dikenalin dong!" bela Dimas sembari tersenyum meledek Leon dan bersiap lari menjauh dari Leon.
"Apa kamu bilang cengeng? heiii sini kamu!" balas Leon tak terima, kemudian ia hendak mengejar Dimas, namun Papa Dirga tiba - tiba datang.
"Leon Dimas kenapa sih! Leon ingat umurmu, masih saja berantem sama adeknya!" lerai Papa Dirga.
"Wah Pa.. hati - hati tuh Dimas harus diawasin, pacaran melulu!" lapor Leon.
__ADS_1
"Biarin saja, yang penting sekolahnya lancar, sudah sana sapa dulu om, tante kalian!" ucap Papa Dirga.
Dimas hanya tertawa penuh kemenangan karena dibela oleh papanya.
Kemudian Leon berbaur beramah tamah dengan semua saudara - saudara dari kedua belah pihak.
Acara gathering keluarga besar Arga dan Dirga berlangsung meriah. Kemudian satu persatu berpamitan, termasuk Papa Dirga berserta istri dan Dimas.
"Besanku Pak Arga dan Bu Sinta, kami pamit, terima kasih atas sambutan dan jamuannya. Lain kali kami tunggu kedatangannya di rumah kami di Kota B." pamit Papa Dirga sembari menyalami kedua orangtua Viona.
"Sama - sama Pak Dirga beserta keluarga, suatu saat kami pasti akan berkunjung ke sana." balas Papa Arga.
"Kami titip anak kami Leon, kalau dia berbuat yang salah, jangan sungkan - sungkan untuk menegur." ucap Mama Audi.
"Siap Bu!Leon juga sudah saya anggap anak sendiri" jawab Mama Sinta.
Akhirnya keluarga Dirga undur diri. Rumah kembali sepi, hanya keluarga Arga ditambah Leon.
Tetapi masih ada beberapa orang dari wedding organizer yang sedang membereskan dekorasi dan mengangkut kursi serta peralatan lainnya.
Viona dan Leon kembali ke kamar Viona, yang sekarang menjadi kamar mereka berdua.
"Sayang, kamu mau bulan madu ke mana?" tanya Leon sembari memeluk istrinya dari belakang.
"Kemana ya.. kok aku belum kepikiran, kalau nanti kamu anter aku balik ke Aussie aja gimana? sekalian kita honeymoon di sana." usul Viona.
"Bisa.. bisa.. usul yang bagus, duh jadi kepikiran kita bakalan LDR, kamu cepetan selesai kuliahnya ya sayang!" balas Leon.
"Kita jalani saja dulu ya sayang, mudah - mudahan dalam 1 tahun aku bisa lulus. Amin." jawab Viona.
Leon mulai menciumi leher istrinya, lama kelamaan tangannya mulai menelusup meraba perutnya.
Viona merasa geli dengan sikap Leon.
__ADS_1
"Sayang.. mandi dulu yuk!" ucap Viona yang berusaha mengalihkan Leon.
bersambung...