
"Hei!!! Door! jangan ngelamun Yan! ntar kesambet lho!" ucap Sisil mengagetkan Adrian.
"Gila ya kamu Sil! kalau aku serangan jantung bagiamana!" protes Adrian.
"Hehee maaf ya... masih butuh info ga? aku udah tau lho.." kata Sisil dengan cueknya.
Adrian hanya mengangguk tanda masih mau mendengar berita dari Sisil.
"Cowok itu namanya Leon, dari SMA 1 Nusantara, kebetulan adek sepupuku teman satu sekolah dengannya. Dan satu lagi, cewek yang bersamanya itu pacarnya. Kata sepupuku, mereka itu sudah kayak galih dan ratna yang tak terpisahkan." ucap Sisil bangga karena telah memberikan info yang jelas.
"Ya sudah makasih infonya Sil." balas Adrian lemas tak semangat mendengarnya.
"Terus kapan dong nontonnya?ehem..ehem.. janji adalah hutang lho." tagih Sisil.
"Iya iya.. besok siang ya. Kita langsung ketemu di depan bioskop." balas Adrian kesal.
"Duh jahat banget kamu Yan, jemput aku kek!"
"Ogah.. kalau mau ya ketemu di sana kalau tidak ya sudah." kata Adrian cuek.
Malam inagurasi telah berakhir, suasana sudah mulai sepi, hanya para panitia yang masih tinggal, termasuk Adrian dan Sisil.
Berhubung sudah larut malam, Adrian tidak tega melihat Sisil pulang sendiri. Akhirnya Adrian mengantar Sisil dengan mobilnya. Sedang motor Sisil ditinggal di parkir dalam kampus supaya aman.
**
Adrian Permana
Merupakan salah satu mahasiswa yang berprestasi. Mengambil jurusan yang sama dengan Viona yaitu Budidaya Pertanian.
Memiliki wajah tampan, badan atletis, rambut hitam lurus, dengan muka tirus. Ia pandai bergaul dan supel namun cuek dengan namanya wanita. Padahal banyak teman wanita yang menyukainya, tapi belum ada yang bisa menaklukkannya.
Mahasiswa semester 5 yang sedang fokus dengan penelitian untuk skripsinya. Selain kuliah ia aktif kegiatan organisasi, ia menjabat sebagai wakil ketua BEM fakultas.
Adrian memiliki sahabat bernama David Mahardika, namun David tidak tertarik berorganisasi cenderung hanya fokus kuliah saja. Namun mereka berdua bisa saling melengkapi. Anehnya David bisa akrab dengan Sisil.
Pada awal kuliah mereka bertiga: Andrian, David dan Sisil sangat dekat. Namun berhubung Sisil mulai menyukai Adrian, akhirnya hubungannya menjadi jauh. Seringkali Davidlah menjadi jembatan penghubung diantara Adrian dan Sisil.
Sampai detik ini Adrian belum memiliki kekasih. Ia pernah patah hati sewaktu SMA, sehingga ia enggan pacaran lagi.
__ADS_1
Namun daya tarik Viona telah menggugurkan keras hatinya. Adrian berniat menjalin pertemanan dengan Viona, 'sebelum janur kuning melengkung siapapun boleh usaha kan?' batinnya.
**
Hari pertama kuliah di mulai awal bulan Juli 2004.
Keempat sahabat: Leon, Viona, Abdi dan Citra semangat sekali memulai hari - harinya sebagai mahasiswa.
Seperti biasa Leon menjemput Viona ke kampus. Namun sekarang mereka tidak bisa bersama di kampus karena perbedaan jurusan yang diambil.
Viona melangkahkan kakinya di halaman Jurusan Budidaya Pertanian. Ia mencari ruang kuliah yang sesuai jadwal pagi ini.
Nampak dari kejauhan Adrian mengamatinya. David melihat tingkah sahabatnya, "Kamu lihatin siapa sih Dri? sampai segitunya."
"Tuh mahasiswa baru yang kemarin ku ospek. Cakep kan?" sambil menunjuk ke arah Viona.
"Yang mana sih? owh yang rambut panjang pakai baju pink itu?" dugaan David.
"Betul 100 kamu Vid! Cakep kan?" ucap Adrian tanpa memalingkan wajah tetap menatap Viona dari jauh.
"Cewek kayak gitu pasti udah punya pacar Dri!" ungkap David jujur.
"Kan baru pacar, udah ah aku ke sana dulu ya, kayaknya dia bingung nyari kelasnya." balas Adrian dengan cueknya.
Kemudian Adrian mendekati Viona, "Pagi dek! lagi cari ruang berapa?" sapanya ramah.
"Eh pagi juga kak, ini aku lagi cari ruang 05, di sebelah mana ya?" jawab Viona.
"Di sana, yuk aku anterin aja." tawar Adrian sambil tersenyum manis.
"Makasih ya kak." ucap Viona singkat sambil membalas senyuman Adrian.
"Sama - sama." balas Adrian.
Kemudian mereka melangkah menuju ruang kelas 05. Di depan ruang kelas mereka berhenti.
"Ini Viona ruangannya, eh Vio kalau nanti siang kita makan siang bareng, mau tidak?" ajak Adrian tanpa basa - basi.
"Makasih sekali lagi sudah diantar ya kak. Maaf kak, aku tidak bisa, sudah ada janji." tolak Viona halus.
__ADS_1
"Sama pacarmu ya?" tanya Adrian penasaran.
"Eh.. iya kak." jawab Viona.
"Oke ga pa - pa. Bisa lain kali, kalau butuh bantuan bilang aja ya, jangan sungkan! Bisa minta nomer handphonemu?" tanya Adrian.
Sebenarnya Viona enggan memberikannya, namun ia tak enak hati karena nampak sikap Adrian yang tulus. Yang penting Leon tidak melihatnya, kalau lihat bisa ngamuk dia.
Akhirnya mereka bertukar nomor handphone. Dan Viona pamit masuk kelas, karena sebentar lagi kuliah akan dimulai.
Aktivitas Adrian mendekati Viona ternyata diamati Sisil dari jauh. 'Ternyata pantang menyerah juga tuh anak,' batin Sisil.
***
Malam harinya Adrian bimbang ingin mengirim pesan kepada Viona. Ia masih takut kalau pesannya tidak akan dibalas, mengingat Viona telah memiliki kekasih.
Adrian memutuskan tidak jadi mengirim pesan, ia akan mendekati secara halus sebagai senior dan junior saja dulu. Berhubung nanti Viona akan sering bertemu dengannya, karena ia juga menjadi asisten di beberapa laboratorium.
Prinsipnya selama Viona belum terikat resmi dalam sebuah pernikahan, masih bebas siapapun berhak berjuang untuk menjadi pasangannya.
***
Hari - hari berlalu, jadwal kuliah yang padat dan ditambah praktikum membuat Leon dan Viona tidak bisa setiap hari bertemu, apalagi jurusan mereka berbeda.
Alhasil jadwal kuliah juga berbeda jamnya. Leon juga tidak bisa mengantar jemput Viona setiap hari, sekarang Viona naik motor sendiri untuk ke kampus. Sesekali mereka meluangkan waktu di saat jam makan siang untuk bertemu.
Yang wajib mereka bertemu adalah saat weekend tiba. Mereka juga meluangkan waktu untuk berkumpul bersama Citra, Abdi dan Aurora.
Oh ya apa kabarnya tentang Aurora, berhubung ia berbeda kampus sendiri, ia juga sama - sama menjalani masa orientasi di kampusnya.
Aurora juga mulai mempunyai teman baru. Namun Abdi lebih intensif mendekati Aurora. Walaupun pendirian Aurora belum goyah, namun Abdi tidak peduli. Abdi hanya yakin kalau suatu saat perjuangannya akan berhasil.
Citra juga sedang menjalani masa - masa pendekatan dengan teman saudara sepupunya. Ternyata Citra adalah saudara sepupu Sisil.
Lelaki yang dekat dengan Citra merupakan kakak angkatannya Viona, bernama David Mahardika. Yang tak lain adalah sahabat Adrian.
Dunia memang sempit ya.. tapi belum terbuka semuanya, karena Citra masih merahasiakan siapa calon kekasihnya.
Viona merasa senang dan lega, karena Citra sudah move on. Jadi mengurangi rasa bersalahnya jika saat ini ia berpacaran dengan Leon.
__ADS_1
Walaupun Viona sering meminta Citra menceritakan siapa cowok itu, namun Citra tetap tidak mau mengaku. Citra berjanji akan mengenalkan siapa cowok itu kalau mereka sudah resmi jadian.
bersambung...