
"2 minggu lagi Pa!" jawab Leon mantap.
"Apa sayang?" tanya Viona terkejut.
"Kita menikah 2 minggu lagi sayang, semua sudah aku persiapkan!" ucap Leon.
"Apa tidak terlalu cepat Lee? Kuliahku nanti bagaimana?" tanya Viona.
"Sudah.. sudah.. tidak perlu diperdebatkan, berhubung sudah malam, lebih baik kita bahas besok lagi." kata Papa Arga menengahi perdebatan antara Leon dan Viona.
"Ya saya juga setuju itu Pak." balas Mama Audi.
Akhirnya mereka menyudahi pertemuan itu. Leon mengantar Papa dan Mamanya terlebih dahulu kembali ke hotel. Sedangkan Viona pulang bersama kedua orangtuanya.
Sebenarnya di dalam hati Viona merasa bahagia, namun ia dilema masih ragu karena kuliah S2 belum selesai.
**
Keesokkan harinya di rumah Viona, saat sarapan bersama dengan Papa Arga dan Mama Sinta.
"Vio, kenapa sepertinya kamu masih ragu - ragu untuk menikah dengan Leon?" tanya Papa Arga.
"Bukannya ragu Pa, aku yakin dengan Leon tapi kuliahku kan belum selesai, terus Leon menentukan waktunya cepet banget." terang Viona.
"Kan setelah menikah kamu masih bisa melanjutkan kuliahmu sayang." saran Mama Audi.
"Iya sih Ma. Terus persiapannya bagaimana? baju pengantin, catering, gedung dan lain - lainnya?" tanya Viona.
"Kalian bicarakan berdua soal itu. Katanya Leon sudah mempersiapkan semua bukan?" balas Mama Audi.
"Ya Ma, nanti kami janjian makan siang bareng dengan papa dan mamanya Leon." jelas Viona.
Kemudian Viona menghubungi Leon untuk memastikan kembali janji pertemuan mereka.
Jam 10 pagi Leon menjemput Viona untuk bertemu dengan calon mertuanya.
"Sayang kamu kenapa dari tadi diam?" tanya Leon sembari tetap fokus menyetir.
"Ehhh.. ga pa - pa kok, aku cuma memikirkan persiapan pernikahan, apakah bisa semua persiapan selesai dalam waktu 2 minggu Lee?" tanya Viona meragu.
"Tenang saja sayang, aku sudah menghubungi catering, mencari gedung dan kita tinggal fitting baju pengantin saja kok." terang Leon untuk menenangkan kegelisahan Viona.
__ADS_1
"Ya sudah, aku pasrah dan ngikut saja. Tapi aku maunya pernikahan yang sederhana tapi elegan ya. Kapan kita mau fitting baju pengantinnya?" tanya Viona.
"Siap sayangku, kita fittingnya nanti setelah kita menemui papa dan mamaku. Kita makan siang bersama terus lanjut ke sana. Senyum dong sayang, jangan sedih gitu. Oke?" kata Leon sembari melirik ke arah Viona.
Viona membalas dengan tersenyum, "Iya.
iya.. kamu ya kalau udah ada maunya, gas poollllll..." ucapnya sambil memukul pelan bahu Leon.
"Kok dipukul sih, aku lagi nyetir nih!" protes Leon sambil ketawa, karena berhasil membalas kejahilan Viona.
"Aku tuh cuman sekali jahil ya, kamu malah balasnya berkali - kali bikin surprise, tapi aku suka! hehee..." ucap Viona ikut menertawakan semua kejadian kemarin. Lamaran yang tak terduga serta akan menikah dalam 2 minggu lagi. Semua adalah hal yang tidak terduga untuknya.
Mereka berdua telah sampai hotel dan menjemput Papa Dirga dan Mama Audi, kemudian melanjutkan perjalanan menuju restoran dan fitting baju pengantin.
***
Dan di sinilah mereka saat ini, di sebuah butik terkenal di Kota Y.
Fitting yang pertama akan dipakai untuk acara pemberkatan pernikahan. Viona memilih gaun pengantin yang sesuai kemauannya. Gaun pengantin cantik berwarna putih tulang, berhiaskan payetan yang indah sangat cocok dan pas di tubuh Viona.
Sedangkan Leon memilih setelan jas berwarna hitam dengan kemeja warna putih serta dasi bermotif garis hitam putih. Leon nampak gagah dan tampan.
Untuk acara resepsi mereka memilih sepasang baju adat pengantin yang sesuai di Kota Y. Mereka memilih sepasang kebaya dan beskap yang berwarna kuning keemasan.
"Leon, sepertinya kita pakai jasa wedding organizer saja ya, daripada nanti pas hari H kita kewalahan." usul Papa Dirga.
Awalnya Leon ingin mengurus semua sendiri, tetapi akhirnya setelah dipikirkan memang benar usulan papanya.
"Ya baiklah Pa, sepertinya lebih efisien pakai jasa mereka." balas Leon.
Akhirnya mereka menuju sebuah wedding organizer yang terkenal di sana. Setelah negosiasi konsep acara yang diinginkan dan menentukan menu makanan yang di sajikan serta harga, mereka kembali ke hotel.
"Huuffhhh... kelar kan sayang? Kita tinggal mempersiapkan diri dan jaga kesehatan." ucap Leon sembari merebahkan dirinya di atas sofa.
"Iya, makasih ya sayang." balas Viona sembari memegang tangan Leon.
"Aku istirahat sebentar ya, setelah ini aku antar kamu pulang. Papa Mama biar istirahat dulu, nanti malam kan kita janjian ketemu dengan kedua pasang orangtua kita." kata Leon.
"Baiklah. Ya udah 1 jam lagi kamu antar aku pulang." ucap Viona.
"Oke" balas Leon dan tak lama dia sudah tertidur karena kelelahan.
__ADS_1
Viona hanya memainkan handphonenya saat menunggu Leon istirahat.
***
H-7 sebelum pernikahan
Viona sedang melakukan perawatan tubuh di sebuah salon and spa, ditemani sahabatnya Citra.
Sembari menikmati pijatan luluran, mereka asyik mengobrol.
"Vio, satu persatu kalian menikah, bahkan Abdi sudah memiliki seorang anak. Aku kapan ya dilamar hehehe.." ucap Citra sambil menertawakan diri sendiri.
"Gimana kabarmu sama Kak David?" tanya Viona.
"Ya begitulah namanya LDR, kamu juga pernah menjalaninya." jawab Citra. (David sedang menjalani kuliah S 2 di Inggris).
"Ya aku paham. Telat balas pesan aja jadi masalah.. Leon malah kadang cemburu banget tuh sama si Putra." ucap Viona sembari mengenang perjuangan LDR.nya dengan Leon yang telah berjalan 1 tahun.
"Ngomong tentang si Putra, hebat juga dia bisa menggaet bule ya. Kalau aku hanya berharap Mas David menjaga hatinya hanya untukku. Oh ya, dia nanti kalau jadi akan menghadiri pernikahan kalian." jelas Citra.
"Namanya jodoh mana kita tahu. Bagus kalau Kak David bisa pulang, kan kamu bisa ketemu Cit, duh yang malarindu seneng tuh..!" ledek Viona.
"Ya iyalah.. lumayan bisa pacaran sebentar." balas Citra dengan hati yang berbunga.
"Mudah - mudahan kamu dan Kak David secepatnya menikah juga ya, semoga dengan melihat pernikahanku nanti, hatinta bisa tergugah terus melamarmu!" kata Viona memberi semangat Citra.
"Amin." balas Citra.
H-3 sebelum pernikahan
Selama 7 hari menjelang pernikahannya, Leon dan Viona dibatasi untuk bertemu. Terutama 3 hari menjelang pernikahannya, mereka sama sekali tidak boleh bertemu.
Saat itu Viona sedang bersantai duduk sendiri di teras rumahnya. Ia sedang asyik membaca sebuah novel romantis.
Aktivitas di rumahnya belum terlalu ramai karena pemasangan tenda dan dekorasi akan dilaksanakan H-2. Berhubung semua diserahkan wedding organizer jadi mereka lumayan tidak terlalu capek.
Tiba - tiba bel di depan gerbang pagar rumah berbunyi. Dengan malas Viona berdiri untuk melihat siapa yang datang.
Viona mengintip di balik celah pagarnya. Betapa terkejutnya melihat siapa yang datang.
"Kak Adrian?" ucap Viona reflex sembari menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
bersambung..
*LDR \= Long Distance Relationship