
Pagi yang cerah mengiringi perjalanan sepasang sahabat untuk meraih asa yang mereka cita - citakan.
Hari ini mereka akan mendaftar Tes Seleksi Masuk Mahasiswa Baru di salah satu universitas di Kota Y.
Keduanya memilih satu fakultas yang sama namun berbeda jurusan. Viona mengambil Jurusan Budidaya Pertanian sedangkan Leon memilih Jurusan Perikanan dan Kelautan.
Bagi mereka berbeda jurusan tak masalah yang penting masih satu fakultas jadi masih ada kesempatan bertemu.
Setelah membayar pendaftaran mereka serius mengisi formulirnya.
"Yang teliti ya ngisinya Viona yang paling cauntik!" goda Leon.
"Yoii Lee(panggilan spesial saat mereka berdua saja), kamu juga tuh jangan sampai salah isi. Aku udah hampir selesai nih." balas Viona.
Setelah mengisi lengkap mereka menyerahkan kembali formulir pendaftaran kepada panitia.
Selesai urusan pendaftaran mereka menuju rumah Putra. Hari ini Putra mengadakan perpisahan sebelum ia berangkat ke Australia. Putra mengundang teman satu kelasnya.
__ADS_1
Di rumah Putra sudah nampak beberapa teman yang sudah datang, termasuk Citra dan Abdi.
Tak lama kemudian Leon dan Viona sampai di sana. Citra melihat kehadiran mereka dan menyambutnya, "kayak perangko aja nih, lengket di amplop haha!"
"Bisa aja kamu hand body lotion hahaha!" balas Viona sambil tertawa, yang diledekin cuman menyibikkan bibirnya sesaat kemudian ikut tertawa.
"Mana yang lain Cit?" tanya Leon, inilah sifat dewasanya, walaupun sudah menolak Citra tapi masih menghormati sebagai teman. Tapi kalau wanita yang bukan teman sekelasnya jangan harap Leon bakal ramah. Sudah banyak adek kelasnya yang dibuat patah hati.
"Baru aku dan Abdi terus kalian. Masuk yuk!" ajak Citra. Mereka bertiga berjalan masuk rumah Putra.
Di ruang tamu sudah terdengar suara Abdi dan Putra sedang nyanyi karaokean.
"Hahaha gayamu Di! kayak bagus aja. Males ah.. aku ga bisa nyanyi, ntar kalian muntah lagi dengarnya." balas Leon.
Leon memilih duduk di ruang tamu sambil mengambil minuman soda yang telah tersedia. Sedang Viona dan Citra memilih membantu mamanya Putra di dapur menyiapkan makanan.
Tak berapa lama teman - teman yang lain satu persatu berdatangan.
__ADS_1
Dan akhirnya acara dimulai, Putra memberi sambutan, "Selamat siang teman - temanku semua, terimakasih atas kedatangannya. Dalam pertemuan kita kali ini, aku mau pamitan. Lusa aku akan berangkat ke Australia untuk melanjutkan kuliah di sana. Mohon doa ya teman - teman, semoga perjalananku lancar dan kuliahku lancar sukses juga lulus tepat waktunya. Aku juga mendoakan semoga teman - teman juga diberi kesuksesan. Amin.
Aku juga mohon maaf jika selama ini aku ada salah kata dan sikap. Demikian sepatah kata dariku, silahkan menikmati hidangan yang telah ada. Terimakasih.
Oh ya satu lagi untuk tuan putriku, tunggu abang pulang ya hahaha... bercanda Viona!"
Sambutan Putra disambut gelak tawa teman - temannya, terutama kata terakhirnya. Leon yang tidak tertawa sendiri, ia hanya tersenyum sinis tanda tidak suka. Sedangkan Viona hanya geleng - geleng kepala dan hanya menganggap ucapan Putra sekedar candaan.
Padahal Putra mengatakan demikian sebagai ungkapan hatinya, namun supaya tidak dicurigai ia membuat dalih kalau hanya bercanda. Selain itu ia juga tahu kalau sebenarnya Viona mencintai Leon, namun ia juga tak mau ikut campur urusan mereka. Harapan Putra hanya satu ketika ia nanti sudah layak menjadi lelaki sejati ia akan mengungkapkan perasaannya kepada Viona. Saat ini ia lebih memilih fokus kuliah dulu.
Acara perpisahan Putra berlangsung meriah dan seru. Acara itu berakhir hingga sore hari menjelang matahari tenggelam. Satu persatu berpamitan termasuk Leon dan Viona.
Untuk kenang - kenangan Putra memberi semua teman - temannya yang hadir berupa masker penutup wajah yang bermotif lukisan abstrak hasil karyanya.
Tapi untuk Viona diberi tambahan sebuah bingkisan spesial, yang hanya Putra yang tau apa isinya.
Putra memberikan hadiahnya kepada Viona secara diam - diam, tadi sewaktu Putra melihat Viona sedang di dapur sendirian.
__ADS_1
bersambung...