Cinta Lama Belum Usai

Cinta Lama Belum Usai
Akal Licik Leon


__ADS_3

"Wow cantik sekali!" ucap Mama Audi dan Dimas spontan.


Leon hanya melirik sesaat, 'masih cantikkan Vionaku," batinnya.


"Sini Rara, duduk di samping Papa." titah Papa Andika.


Kemudian Aurora duduk di samping papanya, yang posisinya persis berhadapan dengan Leon.


Sesuai dugaan Aurora, Leon memang ganteng dan keren, ia tak salah menerima tawaran perjodohan ini.


Dimas menyenggol lengan kakaknya dan berbisik, 'Kak cantik banget, kalau kayak gini aku juga ga nolak hihii"


Leon membalasnya, 'ya udah sama kamu saja, kakak udah punya yang lebih cantik'


"Leon Dimas jangan berbisik - bisik, kalian kagum ya sama kecantikan Aurora!" hardik Papa Dirga, yang membuat kedua anaknya kemudian diam.


"Maafkan tingkah anak - anakku ya Dika, inikah yang namanya Aurora?" kata Papa Dirga.


"Betul sekali, ini putri tunggalku, perkenalkan Aurora Sanjaya, berdiri Rara dan kenalkan dirimu ke keluarga Om Dirga." titah Papa Andika.


Aurora kemudian berdiri dan menyalami satu - satu. Saat menyalami Leon, ia tersenyum manis, namun Leon hanya datar saja menanggapinya.


Terbersit rasa kecewa dalam hati Aurora, 'awas aja kamu ya, sekarang bisa kamu mengacuhkanku, lihat saja nanti bakalan kamu yang terpesona padaku!' batinnya.


Kemudian Aurora kembali duduk ke tempat semula.


"Boleh saya mulai?" tanya Papa Dirga.


"Silahkan" jawab Papa Andika.


"Selamat malam semuanya, kedatangan kami kali ini untuk berkenalan dengan keluarga sahabatku Andika Sanjaya. Terutama ingin mengenalkan Leon dan Aurora. Karena kami berdua sudah sepakat untuk menjodohkan kalian berdua."


"Papa.. aku tidak..." protes Leon, belum selesai berbicara Papanya memarahinya.


"Leon dengarkan Papa selesai bicara dahulu! Nanti Aurora juga akan kuliah di Kota Y bersama Leon. Supaya kalian lebih saling mengenal dan bukan dalam waktu dekat juga untuk menikah, menunggu kalian lulus S1. Jadi Leon, Papa harap kamu bisa menjaga Aurora saat di sana. Oke!" jelas Papa Dirga.


Leon hanya diam, 'masih ada waktu untuk menolak secara halus, akan kubuat cewek itu membenciku' batinnya.


Setelah pembicaraan tentang perjodohan itu selesai, Papa Andika mengajak tamu - tamunya untuk pindah ke ruang makan.


Di sana telah tersedia beraneka ragam makanan yang siap disantap.


"Wah makasih sekali lho Dika, kami dijamu dengan makanan yang lezat. Nanti bisa gendut perut kami hahaha.." canda Papa Dirga.


Semua yang ada disitu ikut tertawa. Saat makan dimulai suasana hening, setiap orang menikmati makanan yang ada.


Selesai acara makan malam, mereka berpindah di teras belakang rumah untuk menikmati makanan desert.


Leon memilih menjauh, dia menuju gazebo yang ada di dekat kolam renang.

__ADS_1


Ternyata Aurora memperhatikan kemana Leon pergi, kemudian ia memilih mengikutinya.


Aurora memiliki karakter ceria, tak bisa bersikap basa - basi apalagi dia telah lama di Jerman. Jadi cenderung apa adanya dalam bersikap.


"Hai Leon! kok kamu malah di sini?" sapa Aurora ramah.


"Eh kamu." balas Leon cuek karena dia sedang asyik berbalas pesan dengan Viona.


Aurora dengan santainya duduk di sebelah Leon, ia melirik handphonenya Leon.


Leon menyadarinya, "apaan sih, kepo ya?"


"Apa itu kepo?"


"Oh ga tau kepo ya? cari aja sendiri artinya!" jawab Leon ketus.


"Biasa aja kali jawabnya. Kamu ga suka ya dengan perjodohan kita?"


"Kalau iya kenapa? kamu mau nangis ataupun merayuku aku tetap tak peduli. Oh ya kenapa juga kamu ikutan kuliah di Kota Y sih? bikin repot aja!" cerocos Leon.


"Kamu menarik Leon. Semakin kamu menolak semakin aku tak akan menyerah! Apa kamu sudah punya girlfriend?"


"Terserah apa maumu. Yang jelas kamu tidak berhak mencampuri urusan pribadiku! dan kuharap nanti di sana jangan ganggu aku. Satu lagi jangan ceritakan kepada siapapun kalau kita dijodohkan." ancam Leon.


"Kalau aku tidak mau gimana?" kilah Aurora.


Aurora menanggapinya, "Oke deh, aku akan menurutimu tapi dengan satu syarat."


"Apa itu? asal tidak merugikanku!" ucap Leon.


"Selama aku di sana kamu harus mengenalkan teman - temanmu." ujar Aurora sambil tersenyum licik.


"Owh itu saja? gampang kalau itu, asal kamu bilang kalau kita hanya berteman!"


"Oke, deal!" ucap Aurora sambil mengulurkan tangannya.


Leon pun menyambut uluran tangan Aurora.


Aktivitas Leon dan Aurora ternyata diperhatikan kedua orangtua mereka.


"Rupanya kita tidak perlu susah - susah membuat mereka dekat, lihatlah mereka akrab dengan sendirinya." ucap Papa Andika.


"Ya syukurlah, Leon memang anaknya cuek tapi baik kok. Yang jelas dia termasuk kategori anak yang cerdas di sekolahnya." kata Papa Dirga bangga.


"Pa, kalau aku nanti dewasa, apa aku juga dijodohkan seperti Kak Leon? kalau iya harus yang cantik kayak Kak Aurora ya Pa... hehehe.." celetuk Dimas spontan.


"Dimas... kamu ada - ada deh, jangan berpikir terlalu jauh, kamu masih kecil fokus sekolah dulu ya.. hahaha...!" kata Papa Dirga sambil tertawa melihat kepolosan anak bungsunya.


Semua yang ada di situ ikut tertawa semua.

__ADS_1


Malam menjelang keluarga Dirga akhirnya pamit undur diri.


**


Pagi harinya, mumpung masih libur akhirnya Leon mengajak Dimas untuk jalan - jalan.


Mereka sarapan dulu bersama papa dan mamanya.


"Pa, Ma, aku sama Dimas nanti mau jalan - jalan ya, pulangnya mungkin sorean." pamit Leon.


"Ya boleh. Mau kemana sayang? Eh ajak Aurora sekalian biar kalian semakin kenal ya."


"Nonton , kuliner aja sih. Ga mau ah, aku pengen cuman main sama Dimas, betul kan dek?" tolak Leon.


"Engg.. betul ga ya.. tapi ajak Kak Aurora kayaknya tambah seru deh kak!" usul Dimas licik yang sengaja ingin mengerjai Leon.


Leon hanya menatap tajam ke arah Dimas.


"Nah benar itu kata adekmu, Leon. Mama hubungi dulu ya. Kalian nanti jemput Aurora dulu. Leon ga boleh bantah!" ucap Mama Audi tegas.


"Arrghhhh... Mama..." Leon hanya pasrah.


Akhirnya Leon menjemput Aurora terlebih dahulu.


Di dalam mobil, Leon berbicara, "Dek, nanti kamu lho yang nemenin Aurora, kan kamu tadi yang usul ngajakin!"


"Loh kok jadi nyalahin aku sih kak, kan yang dijodohinnya sama kakak." protes Dimas.


"Terserahlah.. yang jelas nanti aku tidak mau ladenin cewek itu!" ucap Leon tak peduli.


Akhirnya sampailah mereka di rumah Aurora.


"Hai Leon, Hai Dimas! duh ganteng - ganteng banget sih kalian. Yuk langsung berangkat!" sapa Aurora ramah.


Dimas membalas sapaannya, "Halo Kak Aurora yang cantik, duduk sebelah kak Leon aja kak, biar ak di belakang aja."


"Dimas tetap di depan, kamu duduk di belakang saja!" ucap Leon ketus sambil menatap tajam ke arah Dimas.


Dimas tau kalau kakaknya sedang emosi, akhirnya ia mengalah menurutinya.


"Iya iya... aku duduk di belakang. Kamu jangan marahin adikmu." timpal Aurora sambil membuka pintu belakang.


Aurora duduk dengan kesalnya dan bergumam, 'Huhh.. kakak adik bisa beda sifat banget sih, adiknya 'Like Angel' kakaknya 'Like Devil', menyebalkan!'


"Aurora i can hear you!" protes Leon ketus sambil melihat ekspresi wajah Aurora yang kesal.


Leon cukup senang dengan reaksi Aurora, mudah - mudahan rencananya berhasil.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2