
"Ohh.." ucap Papa Andika yang ambigu.
"Kok cuma ohh? Papa mau bicara apa?" tanya Aurora kebingungan.
"Begini.. sebenarnya Papa kecewa dengan keputusan kalian. Tapi melihat kalian tidak bahagia dengan perjodohan ini, maka Papa mengerti perasaan kalian. Mulai saat ini kalian bebas memilih pasangan yang kalian cintai. Bagaimana Dirga?"
"Kalau kamu sudah setuju, aku tidak keberatan. Asal kalian berdua tidak menyesal di kemudian hari ya." jawab Papa Dirga sambil menatap ke arah Leon dan Aurora bergantian.
"Enggak Pa. Kami sudah memiliki pasangan masing - masing." jawab Leon.
"Siapa? Rara kenapa kamu ga kenalin ke Papa dan Mama?" protes Mama.
Kalau bagian yang menyangkut pacaran, para ibu mulai bersuara.
"Iya kalian harus kenalkan pacar kalian masing - masing kepada kami. Betul kan sis?" tambah Mama Audi.
"Betul sekali sis.. Siapa Rara?" selidik Mama.
"Duh Leon nih gosip aja. Aku baru pendekatan Ma, belum jadian. Kalau yang udah pacaran tuh si Leon! Malah sekarang di bawa ke sini lho pacarnya."
"Sama aja kan bentar lagi pasti jadian kan, terus lelaki itu juga punya nama kan? kalau kamu tidak mau sebutin namanya, Mama nanya Nak Leon saja. Siapa namanya Nak Leon?"
"Gimana Ra? boleh aku sebutin?" tanya Leon meminta pendapat Aurora.
"Terserah deh, terlanjur basah! Namanya Abdi, dia teman SMA Leon." akhirnya Aurora menyerah juga.
"Nah gitu dong, jadi teman nak Leon?" selidik Mama.
"Iya Tante. Abdi sahabatku sejak SMA, dia anaknya baik, cinta mati sama putri Tante hehehe.."
"Oke. Rara, jangan lama - lama pendekatannya. Ajak Abdi ke sini."
"Duh susah ya nurutin kemauan orangtua, kemarin maksain jodoh - jodohin, jelas aku tidak berani pacaran sama orang lain Ma. Leon tuh ganti ditanya.. huhh.." ucap Aurora kesal.
Mereka semua hampir bersamaan tertawa melihat tingkah konyol Aurora.
"Sudah.. sudah.. kasian Rara jangan di gencet terus." ucap Papa Andika.
"Leon siapa gadis itu? katanya sekarang di sini? mana dia?" tanya Papa Dirga.
"Namanya Viona Putri, dia sahabatku sejak SMA. Sekarang dia di hotel Pa, kan tidak mungkin aku ajak. Kemarin saja Papa tidak suka kan dengannya?" jawab Leon agak ketus.
"Leon jangan bicara seperti itu dengan Papamu!" nasehat Mama Audi.
"Maaf.." balas Leon.
__ADS_1
"Oke kalau begitu sudah selesai masalahnya kan, tapi kuharap Dirga, kita tetap jaga hubungan baik kita. Kamu sudah kuanggap seperti abangku sendiri."
"Iya Dika, walaupun anak kita tidak jadi berjodoh, kita masih bisa menjalin persaudaraan. Berhubung sudah malam, sebaiknya kita sudahi dan pulang."
"Baiklah. Sampai berjumpa lagi, selamat malam!"
Akhirnya pertemuan berakhir, mereka kembali ke rumah masing - masing.
Sesampainya di rumah, Leon bergegas masuk ke kamarnya. Ia tak sabar untuk memberitahu Viona, kemudian dia menelepon kekasihnya.
"Halo Lee." jawab Viona.
"Halo sayang, belum tidur ya?" balas Leon.
"Belum, masih mainan handphone. Sudah pulang Lee?" ucap Viona.
"Sudah barusan. Acara lancar kok, ada berita bahagia buat kita sayang, akhirnya kedua orangtua kami sepakat untuk membatalkan perjodohanku dengan Aurora." jawab Leon dengan bahagianya.
"Benarkah?" tanya Viona tidak percaya.
"Iya sayang. Besok pagi aku jemput ya, sekalian kamu cek out, selanjutnya menginap di rumahku saja."
"Ya syukurlah Lee. Aku senang mendengarnya. Tapi kalau aku menginap di rumahmu, apakah boleh sama papa mamamu?"
"Mereka ingin berjumpa denganmu, jadi daripada kamu di hotel lebih baik di rumahku saja."
"Ya sudah kalau maumu. Besok ku jemput jam 9 ya."
"Oke. Selamat malam sayang. Miss u!" jawab Viona.
"Miss u too!" balas Leon.
**
Keesokkan harinya, Leon menjemput Viona untuk diajak ke rumahnya.
"Lee, aku takut." ungkap Viona.
"Sayang, tenang saja, ada aku. Papa dan Mamaku tidak akan menggigit kok hehehe.." kelakar Leon.
"Dasar kamu ya!"
"Yuk kita berangkat!" ajak Leon sambil merangkul bahu Viona.
Tak berapa lama mereka sampai di rumah Leon, berhubung hari Selasa, jadi hanya ada Mama Audi. Papa Dirga dan Dimas tidak ada di rumah. Papa Dirga masuk kerja sedangkan Dimas mengerjakan tugas kelompok bersama teman - teman sekolahnya.
__ADS_1
Saat itu Mama Audi sedang sibuk membuat kue di dapur. Leon langsung mengajak Viona menuju dapur.
"Mama... lagi apa?" sapa Leon pelan supaya tidak mengejutkan mamanya.
"Eh kamu sayang, ini Vionakah?" jawab Mama Audi sambil melihat ke arah Viona.
"Betul Ma, kenalkan ini Viona. Viona ini mamaku yang paling cantik, Mama Audi." Leon mengenalkan Viona kepada mamanya.
"Pagi Tante, saya Viona." ucap Viona sambil tersenyum.
"Pagi Nak Viona, duh cantik sekali. Pantesan Leon bertekuk lutut." goda Mama Audi, "Maaaf ya tangan tante kotor, tante cuci tangan dulu."
"Ada yang bisa aku bantu Tan?" tawar Viona.
"Tidak usah, udah mau selesai kok, ini tinggal dipanggang saja. Kalian tunggu saja di ruang tamu ya." jawab Mama Audi.
Leon dan Viona menuruti ucapan Mama Audi, mereka menunggy di ruang tamu. Tak lama kemudian Mama Audi membawa 3 gelas teh hangat beserta pisang goreng.
Melihat calon mama mertuanya kerepotan, Viona dengan tanggap membantu Mama Audi menata suguhan tersebut di atas meja tamu.
Mama Audi terlihat senang dengan sikap Viona. Tak butuh waktu lama, mereka langsung akrab satu sama lain.
"Viona dan kamu juga Leon, Mama hanya pesan, jaga hubungan kalian baik - baik, jangan melebihi batas!" nasehat Mama Audi.
"Huk.. huk.. huk.." mendadak batuk musiman menyerang Leon.
Viona hanya menatap tajam ke arah Leon.
"Kenapa sayang? jangan terburu - buru makan pisgornya.." tanya Mama Audi yang nampak khawatir.
"Ga pa - pa kok Ma, iya Leon janji ga akan kelewat batas." jawab Leon.
"Bagus itu. Fokus dulu untuk menyelesaikan kuliah kalian. Apalagi papamu sudah menyetujui hubungan kalian. Oh ya, Viona menginap di sini saja ya, daripada di hotel mahal kan.. ada kamar untuk tamu di depan kok." Mama Audi menasehati lagi.
"Tadi udah kubilangin Ma, tapi Vionanya ga enakan." ucap Leon apa adanya.
"Idih kamu ngadu ya," protes Viona kepada Leon, "Saya ga enak Tante, nanti merepotkan tante dan om."
"Ga repot kok, biar nanti bisa ketemu Papanya Leon juga. Kalau nginap kan jadi lebih akrab dengan kami. Besok Tante ajarin masakan yang Leon suka lho.." ucap Mama Audi.
"Eh.. baiklah Tante, terimakasih sebelumnya. Berarti kita check out sekarang aja Lee, sebelum telat kehitung besoknya." akhirnya Viona menyetujui.
"Betul itu.. sana antar Viona dulu!" perintah Mama Audi.
"Siap bos!" jawab Leon.
__ADS_1
Kemudian Leon dan Viona pamit kepada Mama Audi untuk mengambil koper pakaian sekalian check out dari hotel.
bersambung..